TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kita warga Indonesia, dan negara-negara di Asia mengenal satu senis sayuran bernama Kangkung.
Kangkung adalah sayuran yang memiliki batang yang panjang dan berongga.
Biasanya disajikan sebagai lauk, dimasak bersama irisan bawang putih, air, sedikit garam, dan sedikit perasa umami dari MSG.
Di Asia Tenggara, kangkung juga bisa diolah dengan ditambah cabai, terasi, serta dibumbui dengan kecap.
Di belahan bumi barat, kangkung bisa disebut dengan chinese water spinach alias bayam air China.
Namun sebenarnya, kangkung bukan termasuk dalam keluarga tanaman bayam.
Baca: Tanaman Porang
Baca: Tak Perlu Obat, Merawat Tanaman Hijau Ternyata Dapat Atasi Kesepian hingga Depresi
Tentang kangkung
Dilansir dari scmp.com, kangkung memiliki nama ilmiah ipomoea Aquatica merupakan tanaman dari genus morning glory.
Hal tersebut lantaran kangkung memiliki bunga berbentuk terompet yang mekar penuh ketika pagi hari.
Hal yang paling menarik dari sayuran ini adalah memiliki batang yang tebal dan berongga.
Kondisi yang demikian membuat kangkung dapat menyerap rasa dari bumbu-bumbu yang diberikan dalam pengolahan masakan.
Selain itu, kangkung juga bisa dimasak dengan dua tekstur yang berbeda.
Baik renyah maupun lembut, kangkung masih bisa diikonsumsi tanpa mengurangi kelezatannya.
Berdasarkan catatan sejarah, pada Dinasti Ming (1368-1644) mengatakan kangkung datang ke China dari Asia Tenggara.
Pada saat itu kangkung dikenal dengan nama kangkong atau kubis rawa.
Dinamakan kubis rawa karena kangkung bisa hidup baik di darat maupun di perairan.
Beberapa petani menanam kangkung langsung di tanah basah.
Sedangkan beberapa lainnya membiarkan kangkung hidup liar di atas kolam penuh humus.
Seperti di sawah, atau rawa.
Baca: Deretan Fakta Daun Kratom, Tanaman Obat Asal Kalimantan yang Peredarannya Dilarang BNN
Baca: Akan Dilarang BNN, Ini Manfaat dan Efek Kratom, Tanaman Obat Asal Kalimantan
Dalam Bahasa Kanton, kangkung disebut dengan ong choy yang berasal dari metode penanaman sayuran tersebut.