Ong mengacu pada teknik penanaman kangung yang bisa dilakukan dengan menanam batang ke tanah yang lembab atau stek.
Sedangkan berdasarkan laporan ilmiah dari Eropa, kangkung dituliskan telah ada sejak abad ke-16.
Dan dalam laporan tersebut juga dijelaskan jika kangsung memiliki pertumbuhan yang cepat.
Dalam kondisi lingkungan yang paling optimal, kangkung bisa tumbuh dan dipanen sebanyak 78 ton per hektar dalam sembilan bulan.
Dari angka tersebut juga diketahui kangkung memiliki angka pertumbuhan sekitar 10 cm per harinya.
Hal tersebut bagus untuk kalian yang memerlukan banyak stok makanan.
Namun akan memgganggu jika kalian ingin tanah lingkungan kalian terlihat bersih.
Illegal di Florida
Pada 1973, negara bagian AS, Florida melarang penanaman kangkung.
Hal tersebut lantaran pertumbuhan kangkung yang cepat mengakibatkan kolam atau danau menjadi 'tercemar'.
Lama kelamaan, kangkung akan mulai menyumbat saluran air dan menghalangi laju perahu yang melintas di atasnya.
Regulator federal Florida kemudian mengklasifikasi kangkung sebagai gulma berbahaya.
Beberapa negara lainnya masih melarang penjualan kangkung.
Sisanya, kangkung diperbolehkan ditanam bagi petani yang memiliki izin resmi dari pemerintahan atau otoritas setempat.
Pada tahun 2003, wilayah di California bagian utara mulai menanam kangkung secara komersial sebanyak 90 persen.
Meskipun dilarang, keberadaan kangkung di toko Asia di Amerika Serikat masih tak tergantikan.
Bahkan ada beberapa kasus yang mengharuskan mereka menjadi 'penyelundup' hanya untuk menikmati olahan sayur kangkung yang lezat ala kampung halaman.
Meskipun dianggap sebagai gulma, biar bagaimanapun di mata orang-orang Asia, kangkung adalah sayuran 'sejuta umat'.
Baca: Tanaman Opium
Baca: Bukan Sekadar Tanaman Hias, Kaktus Punya Segudang Manfaat, Cegah Kanker hingga Turunkan Berat Badan
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)