Lima tahun setelah "Pembantaian Kocho" oleh militan ISIS terhadap kelompok Yazidi, penggalian 17 tempat yang diduga kuburan massal di sekitar kota itu telah dimulai.
Putra Hayfa Adi bersekolah di wilayah Toowoomba. (ABC News: Nic Coleman)
Masih ada kemungkinn tubuh Ghazi (apabila dinyatakan terbunuh) bisa digali dengan bantuan DNA putra-putranya.
"Perasaan saya campur aduk," kata Hayfa.
"Saya sangat takut suami saya ada di antara mereka yang mati, bahwa semua pria mati. Hati saya hancur."
"Seluruh dunia melihat apa yang terjadi pada para perempuan, para perempuan Yazidi. Apa yang terjadi pada para pria? Mati?." tutur Hayfa.
Hayfa juga menerangkan bahwa ISIS telah mengambil harga diri mereka.
Kesediannya untuk diwawancara salah satunya agar publik tahu kisah yang dialaminya, dan kejadiannya tidak berulang.
"ISIS menghancurkan rumah kami dan mengambil martabat kami. Kami benar-benar lelah, itu sebabnya saya ingin menceritakan kisah saya, sehingga mereka tak akan melakukan ini lagi."
Baca: Mia Khalifa Buka Fakta Honor Main Film Porno, Alasan Jadi Aktris hingga Pernah Diancam Dibunuh ISIS
Baca: Materi Kuliah Sebut Ada 300 Juta Muslim Radikal, Mahasiswa Ini Laporkan Kampusnya ke Komisi HAM
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)