TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hayfa Adi menceritakan kesaksiannya saat diculik oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS)
Selama lebih dari dua tahun ia dipukuli, diperkosa, dan diperdagangkan di antara sesama militan ISIS.
Hayfa Adi dan keluarganya adalah bagian dari komunitas Yazidi di Australia yang berhasil kabur dari kamp ISIS di Suriah.
Laporannya kepada ABC News Australia, Selasa, (10/9/2019), Hayfa menceritakan pengalamannya saat ditangkap dan menjadi budak perdagangan manusia di Irak dan Suriah.
"Mereka membeli kami seolah-olah kami adalah domba. Persis seperti domba," ungkap Hayfa.
Hayfa menuturkan bahwa ia dan perempuan Yazidi lainnya ditangkap, sementara para suaminya dibawa ke suatu tempat.
Saat dibawa ke suatu bangunan kosong, mereka menyuruh Hayfa dan suaminya beserta para komunitas Yazidi untuk masuk Islam
"Mereka menyuruh kami untuk masuk Agama Islam. Tidak ada yang mau masuk Islam. Setelah itu mereka membawa para pria (termasuk suaminya). Kami tak tahu ke mana mereka membawanya", ungkap Hayfa
Lebih jauh lagi, Hayfa Adi menceritakan bagaimana ia berhasil selamat dan kemudian membangun kembali kehidupan keluarganya di daerah Queensland Tenggara, Australia.
Kendati demikian, ia masih mencari tahu keberadaan dan kabar suaminya, Ghazi Lalo.
Ketika suaminya diculik, anak mereka yang pertama masih balita.
"Dia ingat ayahnya dan terus bertanya, 'Bu, kapan ayah kembali?'," tutur Hayfa.
Sedangkan anaknya yang paling muda tidak pernah mengenal ayahnya, karena dilahirkan di kamp penangkapan dan markas ISIS.
"Tak mengetahui sesuatu adalah hal yang "sangat berat, sangat memberatkan bagi kami semua", kata Hayfa.
"Dia (anaknya) mirip seperti ayahnya, matanya, mulutnya. Saat aku liat dia (anaknya), aku merasa suamiku bersamaku kembali", kata Hayfa.
Kami hanya berusaha mencari jalan untuk bertahan hidup.
Sudah lima tahun lamanya sejak keluarga Hayfa hancur karena tindakan genosida ISIS terhadap orang-orang Yazidi di Irak utara dan Suriah.
Dilaporkan oleh ABC, sekitar 7.000 (tujuh ribu) anggota etnis dan agama yang minoritas di sana dibunuh, sementara 3.000 (tiga ribu) lainnya hilang.
Dituturkan olehnya saat penangkapan terjadi, ia sedang hamil tua dan berada di Desa Kocho, tempat di mana ia, suami, dan, putra pertamanya tinggal
Baca: Mia Khalifa Buka Fakta Honor Main Film Porno, Alasan Jadi Aktris hingga Pernah Diancam Dibunuh ISIS
Berawal dari makan siang