TRIBUNNEWSWIKI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan empat terduga terlibat dalam operasi tangkap tangan ( OTT) di Palembang dan Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (2/9/2019).
Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.
Berikut ini adalah 4 fakta terkait operasi tangkap tangan ( OTT):
1. Bupati Muara Enim ditangkap bersama 3 orang lainnya
Dikutip dari Kompas.com, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan dari empat orang yang ditangkap, satu diantaranya adalah Bupati Muara Enim Ahmad Yani.
Sedangkan tiga lainnya adalah pejabat pengadaan dan pihak swasta.
Menurut Basaria, empat orang tersebut telah dibawa secara bertahap ke Gedung Merah Putih KPK sejak Senin (2/9/2019) pukul 22.35 WIB hingga Selasa pagi tadi.
"Pihak yang diamankan dalam kegiatan ini dalam proses pemeriksaan intensif di Kantor KPK," ujar Basaria dalam keterangan tertulis, Selasa (3/9/2019).
Baca: OTT ASN di Batam, Polisi Tetapkan Satu Tersangka, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Baca: OTT di Yogyakarta, KPK Segel Ruangan di DPUPKP Kota Yogyakarta dan Amankan Uang Tunai Rp 100 Juta
2. Uang 35.000 dollar AS diamankan
Selain mengamankan empat orang tersebut, KPK juga mengamankan uang sekitar 35.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 498 juta.
Uang tersebut diduga terkait dengan proyek di dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat.
“Kami duga uang ini terkait proyek di dinas PU setempat. Kami duga terdapat transaksi antara pihak pejabat pemkab dan swasta terkait proyek pembangunan di sana," kata dia.
Basaria menyatakan, keempat orang ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di KPK.
KPK akan menentukan status hukum dari pihak yang diamankan dalam waktu 1X24 jam.
"Rencana hari ini akan disampaikan informasi lebih rinci melalui konferensi pers di KPK," ucap dia.
Baca: Fakta OTT Bupati Kudus, Ada Dugaan Suap Jabatan, Wabup Tahu Penyegelan KPK Usai Buka Ponsel
Baca: Profil 10 Calon Pimpinan KPK: Ada 2 PNS, 2 Dosen, 1 Jenderal Polisi, & 1 Hakim Koruptor Kelas Kakap
3. Terkait Proyek Pekerjaan Umum
KPK menduga, ada transaksi suap yang melibatkan Ahmad Yani.
Diduga, proyek yang menjadi permasalahan tersebut merupakan proyek dinas pekerjaan umum (PU) setempat.
Selain itu KPK juga menduga adanya transaksi antara pejabat pemkab dan pihak swasta terkait peroyek pembangunan di Muara Enim.
Baca: Ahli Sebut Human Error Penyebab Kecelakaan Tol Cipularang, Sopir Sering Netralkan Tuas Transmisi
Baca: KPK Amankan Uang Rp 130 Juta Saat Geledah Kediaman Kabid SDA Dinas PUPKP Yogyakarta
4. Tanggapan Gubernur Sumsel
Subernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku dirinya terkejut ketika mendapat kabar adanya OTT KPK terhadap Bupati Muara Enim Ahmad Yani.
“Saya sedih, kaget, terkejut, kehilangan teman, sampai sekarang sedih muka saya. Sampai saat ini saya belum mengetahui jelas keberadaan Bupati Muara Enim," kata Herman, Selasa (3/9/2019).
Informasi terakhir yang diterima Herman, ruangan kerja Bupati Muara Enim Ahmad Yani itu disegel oleh KPK.
Ia juga mengaku tidak tahu menahu mengenai kasus apa yang menjerat Ahmad Yani tersebut.
"Belum terinfo ke saya, baik surat, telegram, maupun lain-lain. Kenapa saya butuh itu, karena saya butuh langkah, tidak boleh terjadi kekosongan di situ," ujar dia.
Baca: 21.632 Lembar Uang Palsu Ditemukan dari Setoran Perbankan di Sumatera Utara, Ini Kata Perwakilan BI
Baca: Dua Jenderal TNI Asli Papua, Mayjen Wayangkau & Mayjen Asariba, Jadi Pangdam di 2 Kodam di Papua
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)