Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hemodialisis juga dikenal dengan sebutan cuci darah.
Hemodialisis atau cuci darah adalah sebuah prosedur perawatan untuk menyaring limbah dan air dari darah, sama halnya seperti fungsi ginjal dalam tubuh.
Hemodialisis ini merupakan prosedur untuk membuang racun dari dalam tubuh akibat ginjal yang sudah rusak.
Jadi prosedur hemodialisis atau cuci darah ini bisa disebut sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak.
Hemodialisis membantu mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan mineral penting, seperti kalium, natrium, dan kalsium, dalam darah.
Perawatan Hemodialisis bisa membantu mengembalikan/meningkatkan kualitas hidup pengidap gagal ginjal, namun terapi ini bukan obat untuk menyembuhkan gagal ginjal.
Terapi ini umumnya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal yang ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.
National Kidney Foundation merekomendasikan untuk melakukan hemodialisis saat fungsi ginjal turun hingga 15 persen.
Atau juga jika pasien mempunyai gejala parah yang disebabkan oleh penyakit ginjal, seperti sesak napas, kelelahan, kram otot, mual atau muntah.
Dokter akan membantu memutuskan kapan harus memulai hemodialisis, berdasarkan hasil tes laboratorium yang mengukur berapa banyak fungsi ginjal yang tersisa dan gejala yang dialami oleh pasien.
Untuk pasien yang sudah terdiagnosa gagal ginjal stadium 5 idealnya menjalankan terapi HD 2 sampai 3x seminggu.
1 sesi hemodialisis berjalan 4 sampai 5 jam dan seumur hidup.
Namun bagi pasien baru pertama kali melakukan terapi hemodialisis berlangsung 2 samapai 3 jam.
Baca: 8 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Kerap Diabaikan, Kamu Harus Tahu!
Baca: Kawula Muda Wajib Tahu, Ini 5 Tips Ampuh Mencegah Penyakit Gagal Ginjal Sejak Dini
Bagi pasien dengan kondisi medis lainya hanya beberapa kali saja.
Selama fungsi ginjal menurun tetap menjalani terapi hemodialisis, sebaliknya bila fungsi ginjal membaik dan meningkat, frekuensi terapi hemodialisis bisa berkurang bahkan di hentikan.
Biaya terapi hemodialisis bervariasi tergantung dari kebijakan Rumah Sakit.
Apabila pasien memiliki BPJS Kesehatan maka semua tindakan terapi HD ditanggung oleh BPJS.
Namun BPJS hanya akan menanggung 2x seminggu saja. (1)(2)(3)(4)
Tujuan #
Bukan cuma bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal dalam membuang limbah beracun, hemodialisis ini juga bertujuan untuk (4) :
- Mempertahankan tekanan darah.
- Mengatur asam basanya tubuh.
- Mengurangi gejala yang timbul akibat penurunan fungsi ginjal seperti sesak, bengkak, mual muntah dan sebagainya.
- Mengeluarkan kelebihan cairan dan elektrolit.
- Mempertahankan kadar zat kimia yang ada dalam tubuh.
Prosedur #
Prosedur cuci darah dapat dilakukan di rumah sakit terdekat. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 3–4 jam dan dilakukan 2–3 kali dalam seminggu.
Inilah tahapan-tahapan prosedur cuci darah atau hemodialisis (3):
1. Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien, seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan.
2. Pasien akan diminta untuk berbaring atau duduk selama proses cuci darah berlangsung.
3. Dokter akan membersihkan akses pembuluh darah yang telah dibuat untuk pemasangan jarum.
4. Dokter akan memasang jarum yang telah terhubung dengan selang cuci darah di titik akses yang telah dibersihkan. Satu jarum berfungsi untuk mengalirkan darah dari dalam tubuh ke mesin, sedangkan satu jarum lain akan mengalirkan darah dari mesin ke dalam tubuh.
5. Setelah jarum terpasang, darah akan dialirkan melalui selang steril menuju alat filterisasi atau
6. Mesin akan membuang zat-zat sisa metabolisme dan cairan tubuh yang berlebihan, kemudian darah yang sudah melalui proses cuci darah akan dikembalikan ke dalam tubuh.
7. Setelah prosedur cuci darah selesai, dokter akan mencabut jarum dari lokasi akses pembuluh darah dan menutup bekas tusukan jarum dengan rapat agar pasien tidak mengalami perdarahan. Guna memastikan banyaknya cairan yang dibuang, dokter akan menimbang kembali berat badan pasien.
Pada prosedur cuci darah yang dilakukan di rongga perut, dokter akan menggunakan cairan icodextrin.
Selama prosedur cuci darah berlangsung, pasien diperbolehkan untuk melakukan kegiatan santai, seperti menonton televisi, membaca, atau tidur, tetapi harus tetap berada di tempat tidur.
Dokter akan memantau kondisi pasien secara berkala sehingga pasien dapat memberi tahu dokter jika muncul rasa tidak nyaman selama prosedur cuci darah, seperti mual atau kram perut.
Baca: Daftar 91 Obat yang Dikonsumsi Pasien Gangguan Ginjal Akut, Ada Caviplex hingga Hufagrip
Setelah Cuci Darah
Pasien dapat langsung pulang setelah prosedur cuci darah. Walaupun sudah menjalani cuci darah, pasien dianjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga keseimbangan asupan cairan, protein, dan garam.
Untuk memastikan bahwa zat sisa metabolisme dan cairan berlebih terbuang dengan baik, dokter akan memantau kondisi pasien sebelum, selama, dan sesudah cuci darah.
Dokter juga akan melakukan beberapa tes di bawah ini setidaknya 1 bulan sekali:
- Tes rasio reduksi urea (URR) dan total bersihan urea melalui pemeriksaan darah, untuk memantau efektivitas proses cuci darah yang dijalani
- Tes pengukuran aliran darah dari akses
- Tes hitung sel darah dan kimia dalam darah, termausk ureum dan kreatinin
Akut atau kronisnya gagal ginjal akan menentukan berapa lama pasien harus menjalani cuci darah.
Biasanya, pasien yang menderita gagal ginjal akut akan berhenti menjalani prosedur ini setelah ginjalnya dapat kembali berfungsi dengan baik.
Peringatan dan Larangan #
Cuci darah atau hemodialisis bisa dihentikan apabila ginjal tidak lagi rusak dan bisa berfungsi dengan normal.
Namun, kerusakan akibat gagal ginjal kronis jarang bisa disembuhkan sepenuhnya.
Sehingga pasien perlu menjalani cuci darah dalam jangka panjang, bahkan bisa emmakan waktu seumur hidupnya.
Selama menjalani cuci darah, pasien pun dianjurkan untuk banyak mengonsumsi protein, juga membatasi asupan kalium, fosfor, dan garam, termasuk garam yang ada pada makanan kemasan, jus, dan minuman energi.
Hal ini karena terlalu banyak mineral dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
Penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah rutin dianjurkan untuk membatasi asupan cairan juga.
Baca: 8 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Kerap Diabaikan, Kamu Harus Tahu!
Ini karena ginjal sudah tidak lagi mampu menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan baik sehingga cairan bisa menumpuk di jantung dan paru-paru.
Pasien juga harus menginformasikan kepada dokter mengenai penyakit lain yang mungkin diderita dan obat-obatan yang sedang digunakan, termasuk herbal dan suplemen.
Perlu diketahui bahwa cuci darah tidak disarankan pada pasien gagal jantung, gangguan pembekuan darah, atau pasien yang tanda-tanda vitalnya tidak stabil. (3)
Efek Samping #
Tidak dipungkiri selama hemodialisis dilaksanakan akan menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, kram, gatal, kulit kering, nyeri kepala, sesak, perubahan tekanan darah, dan nyeri dada.
Namun apabila hemodialisis tidak dilaksanakan dampak yang ditimbulkan lebih berbahaya bagi organ tubuh lainya sehingga timbul keluhan sesak, batuk berdarah, kejang, napsu makan menurun, mual muntah, bengkak, serangan jantung, penurunan kesadaran, koma bahkan kematian. (4)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)
Sumber :
1. www.siloamhospitals.com
2. www.halodoc.com
3. www.alodokter.com
4. rsud.mataramkota.go.id