PBB Sebut Bantuan Kemanusiaan yang Masuk ke Gaza Turun, Kecam Israel Atas Serangan Brutal di Rafah

PBB menyebut jumlah bantuan yang dapat memasuki wilayah Gaza menurun jumlahnya. PBB menyalahkan langkah Israel yang terus melanjutkan perang di Rafah.


zoom-inlihat foto
Bantuan-PBB-untuk-Pengungsi-di-Rafah.jpg
United Nations
PBB memperkirakan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza semakin menurun.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) semakin cemas atas perang yang terjadi antara Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas.

Hal itu bukanlah tanpa alasan, sebab bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Palestina jumlahnya semakin menurun.

PBB khawatir, hal tersebut nantinya akan membuat bencana kelaparan semakin meluas dan pengungsi akan semakin menderita.

PBB pun sempat mengutuk langkah Israel yang terus melanjutkan invasi ke Rafah, Gaza Selatan pada awal bulan ini.

“Jumlah makanan dan bantuan lain yang masuk ke Gaza, yang sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang melonjak, semakin menyusut sejak 7 Mei 2024,” kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB, dikutip dari Reuters.

Israel Bakar Hidup-hidup 50 Warga Palestina hingga Menggema Slogan 'All Eyes on Rafah'
Israel Bakar Hidup-hidup 50 Warga Palestina hingga Menggema Slogan 'All Eyes on Rafah' (Tribun Network)

Baca: Israel Bakar Hidup-hidup 50 Warga Palestina hingga Menggema Slogan All Eyes on Rafah

OCHA menambahkan, saat ini hanya sekitar 58 truk yang membawa bantuan makanan yang dapat memasuki Gaza, dibandingkan dengan rata-rata harian 176 truk bantuan dari 1 April hingga 6 Mei 2024.

Sejak perang Israel-Hamas dimulai hampir delapan bulan lalu, bantuan untuk 2,3 juta warga Palestina terutama masuk melalui dua penyeberangan ke Gaza Selatan yakni penyeberangan Rafah dari Mesir dan penyeberangan Kerem Shalom dari Israel.

Namun pengirimannya terganggu ketika Israel meningkatkan operasi militernya di Rafah dengan tujuan mengusir unit-unit pejuang Hamas yang tersisa.

Mesir kemudian menutup penyeberangan Rafah karena ancaman terhadap pekerjaan kemanusiaan tetapi pada hari Jumat setuju untuk sementara waktu mengirimkan bantuan dan bahan bakar melalui Kerem Shalom.

“Pengiriman bantuan telah berkurang karena penutupan penyeberangan Rafah, ketidakmampuan untuk mengambil komoditas secara aman dan konsisten dari penyeberangan Kerem Shalom dan terbatasnya pengiriman melalui titik masuk lainnya,” kata OCHA.

Israel Bersikeras Berperang Melawan Hamas

Sementara itu, Wakil Duta Besar Israel untuk PBB Jonathan Miller mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Israel berperang melawan Hamas, bukan warga sipil di Gaza.

Tentara israel di Jalur Gaza.
21 Tentara Israel Mati Sia-sia saat Sedang Pasang Bom untuk Ledakkan Gedung di Gaza
Tentara israel di Jalur Gaza. 21 Tentara Israel Mati Sia-sia saat Sedang Pasang Bom untuk Ledakkan Gedung di Gaza (Serambinews)

Baca: Hamas Tolak Negosiasi Baru Terkait Gencatan Senjata Sementara, Desak Israel Hentikan Agresi di Gaza

“Inilah sebabnya Israel berkomitmen untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza dari setiap titik masuk yang memungkinkan.”

“Meskipun Hamas menembakkan roket ke penyeberangan Kerem Shalom, penyeberangan itu berfungsi penuh dan truk bantuan terus masuk,” katanya.

Pengiriman bantuan dengan kapal dari Siprus ke dermaga terapung buatan Amerika Serikat (AS) di Gaza dimulai pada 17 Mei 2024. Meski begitu, AS mengatakan pada Selasa (28/5/2024) bahwa dermaga tersebut untuk sementara dipindahkan setelah ada bagian yang putus.

 

(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved