Hamas Tolak Lanjutkan Perundingan Selama Israel Terus Lakukan Operasi Brutal di Gaza

Hamas baru-baru ini menolak untuk melanjutkan perundingan selama Israel terus melanjutkan operasi brutal di Rafah, Gaza Selatan.


zoom-inlihat foto
anak-gaza-006.jpg
SAID KHATIB / AFP
Sebuah bangunan yang ditargetkan dihantam selama serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan, Palestina, pada 20 Mei 2021. Serangan brutal Israel selama 11 hari ke Jalur Gaza telah menewaskan


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Perang antara Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas masih terus berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan berhenti.

Akibat perang tersebut, ribuan warga Palestina harus mengungsi hingga terjadi krisis di berbagai bidang, termasukan pasokan makanan.

Baru-baru ini, seorang perwakilan Hamas mengatakan pihaknya telah mengatakan kepada mediator bahwa mereka tidak akan mengambil bagian dalam perundingan tidak langsung selama agresi yang sedang berlangsung.

Meski begitu, mereka siap untuk menerima segala usulan, termasuk pertukaran sandera dan tahanan jika Israel menghentikan perangnya di Gaza.

“Hamas dan faksi-faksi Palestina tidak akan menerima bagian dari kebijakan ini dengan melanjutkan perundingan [gencatan senjata] mengingat agresi, pengepungan, kelaparan dan genosida terhadap rakyat kami,” bunyi pernyataan Hamas, dikutip dari Aljazeera.

“Hari ini, kami memberi tahu para mediator mengenai posisi kami yang jelas bahwa jika pendudukan menghentikan perang dan agresi terhadap rakyat kami di Gaza, maka kesiapan kami adalah mencapai kesepakatan lengkap yang mencakup kesepakatan pertukaran komprehensif,” tambahnya.

Terdapat poin-poin penting dalam perundingan sebelumnya. Hamas berulang kali mengatakan pihaknya tidak akan menerima kesepakatan yang tidak menjamin gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, dan pemulangan keluarga pengungsi ke rumah mereka tanpa hambatan.

Warga Palestina memeriksa kerusakan di kamp pengungsi Al-Maghazi setelah serangan Israel pada 25 Desember 2023. 21 tentara Israel terbunuh saat menanam ranjau di dua bangunan di Gaza. Hamas menyerang di saat yang bersamaan, mengenai ranjau dan meruntuhkan gedung
Warga Palestina memeriksa kerusakan di kamp pengungsi Al-Maghazi setelah serangan Israel pada 25 Desember 2023. 21 tentara Israel terbunuh saat menanam ranjau di dua bangunan di Gaza. Hamas menyerang di saat yang bersamaan, mengenai ranjau dan meruntuhkan gedung (Mahmud HAMS/AFP)

Baca: 21 Tentara Israel Mati Sia-sia saat Sedang Pasang Bom untuk Ledakkan Gedung di Gaza

Sementara Israel telah menolak tuntutan Hamas sebelumnya dan mengatakan pihaknya bertekad untuk menggulingkan kelompok tersebut di Gaza. Mereka mengklaim serangan mereka di Rafah terfokus pada penyelamatan sandera dan membasmi pejuang Hamas di kota tersebut.

Israel Terus Gempur Rafah

Pada Kamis (30/5/2024), Israel melanjutkan serangannya di Rafah sehari setelah mengatakan pasukannya telah menguasai zona penyangga di sepanjang perbatasan antara wilayah Palestina dan Mesir, sehingga memberikan otoritas efektif atas seluruh perbatasan darat Gaza.

Mereka mengklaim bahwa penguasaan zona penyangga telah memutus rute yang digunakan Hamas untuk menyelundupkan senjata ke Gaza.

Sumber medis Gaza mengatakan 12 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel ketika mereka mencoba mengambil jenazah warga sipil di pusat Rafah.

Di tempat lain di kawasan pesisir, pertempuran berkecamuk di beberapa daerah, kata para pejabat. Seorang warga Palestina tewas dalam serangan udara di kamp pengungsi Shati di sebelah barat Kota Gaza di utara daerah kantong padat penduduk.

Meskipun ada kemarahan global dan banyak peringatan dari kelompok bantuan dan PBB mengenai konsekuensi kemanusiaan dari serangan Rafah, Israel berjanji untuk terus melanjutkan serangan tersebut.

Menipisnya Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan jumlah bantuan kemanusiaan yang telah memasuki Gaza telah menurun.

“Jumlah makanan dan bantuan lain yang masuk ke Gaza, yang sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang melonjak, semakin menyusut sejak 7 Mei,” kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB.

PBB memperkirakan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza semakin menurun.
PBB memperkirakan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza semakin menurun. (United Nations)

Baca: RENCANA Besar Hamas, Tentara Israel Hadapi Kesulitan di Jalur Gaza

OCHA menambahkan, saat ini hanya sekitar 58 truk yang membawa bantuan makanan yang dapat memasuki Gaza, dibandingkan dengan rata-rata harian 176 truk bantuan dari 1 April hingga 6 Mei 2024.

PBB pun sempat mengutuk langkah Israel yang terus melanjutkan serangan ke Rafah, Gaza Selatan pada awal bulan ini sehingga membuat bantuan kemanusiaan tidak dapat masuk ke kamp pengungsian.

Sejak perang Israel-Hamas dimulai hampir delapan bulan lalu, bantuan untuk 2,3 juta warga Palestina masuk melalui dua penyeberangan ke Gaza Selatan yakni penyeberangan Rafah dari Mesir dan penyeberangan Kerem Shalom dari Israel.

Namun pengirimannya terganggu ketika Israel meningkatkan operasi militernya di Rafah dengan tujuan mengusir unit-unit pejuang Hamas yang tersisa.

Mesir kemudian menutup penyeberangan Rafah karena ancaman terhadap pekerjaan kemanusiaan tetapi pada hari Jumat setuju untuk sementara waktu mengirimkan bantuan dan bahan bakar melalui Kerem Shalom.

“Pengiriman bantuan telah berkurang karena penutupan penyeberangan Rafah, ketidakmampuan untuk mengambil komoditas secara aman dan konsisten dari penyeberangan Kerem Shalom dan terbatasnya pengiriman melalui titik masuk lainnya,” kata OCHA.

 

(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved