TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dirujak Iran pakai 200 drone, kini Israel kocar-kacir hingga keluarkan larangan untuk berkumpul.
Diberitakan, Iran serang Israel habis-habisan.
Iran melancarkan serangan besar-besaran terhadap sasaran-sasaran di Israel.
Bahkan, Iran juga sudah berulang kali mengancam akan menyerang Israel sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan pada 1 April terhadap gedung konsulatnya di Damaskus.
Mohammad Reza Zahedi, seorang komandan senior Pasukan Quds IRGC, terbunuh pada tanggal 1 April dalam serangan udara Israel itu.
Masalah itu mendorong Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah untuk membalas dendam.
IRGC mengungkapkan rudal balistiknya ditembakkan hampir satu jam usai drone bergerak lebih lambat.
Seorang pejabat militer Israel membeberkan bahwa Iran sudah meluncurkan lebih dari 200 drone penyerang dan rudal balistik ke Israel, dikutip dari The News Arab.
Sekutu Iran di wilayah tersebut bergabung dalam serangan tersebut.
Tak sampai di situ saja, kelompok Houthi di Yaman pun turut meluncurkan drone ke Israel, menurut badan keamanan Ambrey, dan gerakan Hizbullah Lebanon mengumumkan tembakan roket ke posisi Israel di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi.
Situasi Israel juga semakin ribut usai dihujani 200 drone dan rudal dari Iran.
Kementerian Pendidikan Israel mengambil keputusan menghentikan seluruh kegiatan pendidikan di negara tersebut imbas serangan Iran.
Tak sampai di situ saja, seluruh aliran listrik pun dipadamkan seusai serangan besar dari Iran.
Dilansir dari Tribunnews.com pada Minggu (14/4/2024), hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Juru bicara IDF mengumumkan adanya perubahan kebijakan pertahanan Komando Front Dalam Negeri sejak Sabtu (13/4/2024).
Baca: Usir Warga Gaza, Israel Minta Eropa Bikin Pulau untuk Dirikan Palestina Merdeka di Laut Mediterania
Salah satunya meniadakan seluruh kegiatan pendidikan bagi warga Israel.
Termasuk studi akademis maupun kegiatan perkemahan musim panas.
"Kami melarang kegiatan pendidikan di seluruh negeri, termasuk studi akademis dan perkemahan musim panas," kata juru bicara IDF.
Hal itu juga telah dibenarkan oleh Kementerian Pendidikan Israel.
Kementerian Pendidikan Israel menyatakan bahwa atas arahan Komando Front Dalam Negeri, semua kegiatan pendidikan dibatalkan.