Israel Izinkan Jemaah Muslim Masuk Masjid Al-Aqsa Saat Ramadhan, Tapi Hanya Pekan Pertama

Israel memutuskan akan memberi izin sebanyak mungkin jemaah Muslim untuk mengakses Masjid Al-Aqsa di Yerusalem saat Ramadhan


zoom-inlihat foto
Gadis-gadis-Palestina-mengenakan.jpg
AHMAD GHARABLI / AFP
Gadis-gadis Palestina, mengenakan bendera nasional dan hiasan kepala 'kafiyeh' kotak-kotak di depan masjid Dome of Rock di kompleks masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, pada 15 April 2022. Lebih dari 100 orang terluka dalam kekerasan baru. yang terjadi setelah tiga minggu penuh kekerasan mematikan di Israel dan Tepi Barat yang diduduki, dan ketika perayaan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Israel memutuskan akan memberi izin sebanyak mungkin jemaah Muslim untuk mengakses Masjid Al-Aqsa di Yerusalem saat Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, hal itu berlaku untuk pekan pertama Ramadhan saja.

Selanjutnya, Israel bisa mengubah kebijakan.

Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa (5/3/2024) menyebutkan, Israel akan mengizinkan jemaah Muslim mengakses Masjid Al-Aqsa selama minggu pertama Ramadhan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

"Pada minggu pertama Ramadhan, jemaah akan diizinkan untuk memasuki Temple Mount, dalam jumlah yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemudian setiap minggu akan ada penilaian situasi dalam hal keamanan dan keselamatan, lalu keputusan akan diambil sesuai dengan itu," kata mereka menggunakan istilah Yahudi untuk situs tersebut, sebagaimana dikutip dari AFP dan Kompas.com.

Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017.
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)

Setiap tahun, puluhan ribu jemaah Muslim menyambut Ramadhan dengan menggelar shalat berjamaah di masjid Al-Aqsa.

Ramadhan tahun ini tiba ketika Israel melakukan kampanye militer tanpa henti di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan oleh Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober.

Israel mengkaji bagaimana menangani ibadah di Yerusalem selama Ramadhan, bulan puasa Islam yang akan dimulai pada tanggal 10 atau 11 Maret, tergantung pada kalender lunar.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, baru-baru ini menyebutkan warga Palestina di Tepi Barat "tidak boleh diizinkan" masuk ke Yerusalem untuk beribadah selama bulan Ramadhan.

"Kami tidak bisa mengambil risiko. Kami tidak bisa membiarkan perempuan dan anak-anak disandera di Gaza dan membiarkan perayaan untuk Hamas di Temple Mount," ungkapnya.

Baca: Usir Warga Gaza, Israel Minta Eropa Bikin Pulau untuk Dirikan Palestina Merdeka di Laut Mediterania

Ben Gvir memimpin partai sayap kanan yang mendukung kontrol Yahudi atas kompleks tersebut.

Beberapa hari selanjutnya, Amerika Serikat menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.

"Ini bukan hanya masalah memberikan kebebasan beragama yang layak mereka dapatkan. Ini juga merupakan masalah yang secara langsung penting bagi keamanan Israel," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller.

"Bukanlah kepentingan keamanan Israel untuk mengobarkan ketegangan di Tepi Barat atau di wilayah yang lebih luas," tambahnya.

Hamas sudah menyerukan gerakan massa di Masjid Al-Aqsa untuk menyambut dimulainya bulan Ramadhan.

"Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam, kesuciannya akan dijunjung tinggi tahun ini, seperti yang dilakukan setiap tahun," ungkap Pemerintah Israel setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan dengan semua badan keamanan pada Selasa.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved