TRIBUNNEWSWIKI.COM - FF (14), siswa SMP di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi korban bully atau perundungan oleh kakak kelasnya, dilaporkan kerap menangis.
Sehubungan dengan hal itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
Penjabat (Pj.) Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar, mengatakan pendampingan itu sangat diperlukan agar tidak mengalami trauma.
"Maka yang utama bagi kami semua di Kabupaten Cilacap adalah bagaimana korban bullying itu ditangani terlebih dahulu," kata Yunita dalam konferensi pers baru-baru ini, dikutip dari Tribun Banyumas.
"Jadi yang pertama tentu secara medis, harus dilakukan visum. Kemudian secara psikis kami dan Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan anak (KBPP & PA) akan terus dampingi supaya tidak terjadi trauma," katanya.
Kini korban dirawat Rumah Sakit Margono Soekarjo di Purwokerto, Kabupatena Banyumas. Dia sudah divisum guna pemeriksaan luka.
Yunita mengatakan pihaknya prihatis atas kasus perundungan yang menggemparkan masyarakat itu. Menurutnya, kasus itu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupatan Cilacap dalam pendampingan terhadap anak-anak.
Baca: Kondisi Terkini Siswa SMP Cilacap Korban Bully Ketua Geng Barisan Siswa: Alami Sesak & Harus Dirujuk
Tulang rusuk korban patah
Kapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto mengatakan tulang rusuk korban patah.
Korban awalnya dilarikan ke RSUD Majenang, Cilacap, karena mengalami luka lebam dan sesak napas.
Namun, setelah korban diperiksa lebih lanjut, diketahui bahwa rusuknya patah. Polisi kemudian membawa korban ke rumah sakit di Purwokerto.
"Korban kemarin kami rujuk ke RS di Purwokerto untuk menjalani operasi dan perawatan intensif," ujar Fanny kepada wartawan, Jumat, (29/9/2023), dikutip dari Kompas.com.
"Untuk meringankan beban keluarga korban, Polri memberikan bantuan pembiayaan pengobatan dan perawatan," kata Fannky.
Baca: Siswa SMP di Cilacap Di-bully Kakak Kelas, Tulang Rusuknya Patah & Alami Sesak Napas
Motif perundungan
Fannky menyebut motif perundungan itu ialah pelaku kesal karena korban mengaku sebagai anggota kelompok Barisan Siswa yang dipimpin oleh pelaku.
"Motifnya karena korban mengaku menjadi anggota Barisan Siswa, padahal dia bukan sebagai anggota," kata Fannky, Rabu, (27/9/2023), dikutip dari Kompas.com.
Di samping itu, korban diduga mencatut nama Barisan Siswa saat menantang kelompok lain.
"Dia sempat menantang ke luar. Akhirnya ketemulah sama ketuanya Barisan Siswa (seperti) yang viral di video itu," kata Fannky.
Massa serbu rumah pelaku
Fannky mengatakan ratusan orang menyerbu rumah pelaku untuk melancarkan aksi balasan atas tindakan pelaku.