Mengemis di TikTok & Eksploitasi Anak, Pengelola Panti Asuhan di Medan Terancam Dibui 20 Tahun

Pengelola Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Ray terancam dipenjara 20 tahun karena mengeksploitasi anak.


zoom-inlihat foto
Zamanueli-Zebua-pengelola-Panti-Asuhan.jpg
Tribun Medan
Zamanueli Zebua, pengelola Panti Asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya di Medan, Sumatra Utara. Zamanueli ditetapkan sebagai tersangka kasus eksploitasi anak.


"Sementara ini anak-anak tersebut dibawa ke Rumah Central. Di sana mereka akan mendapatkan pelayanan yang baik, rerutama anak bayi yang baru empat bulan tersebut sudah diperiksa terkait kesehatannya hari ini," kata dia.

Baca: Bertato dan Garang, Pria Pensiunan Preman Ini Dirikan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren

Mariance juga berujar bahwa pihaknya akan mendata dan mencari keluarga anak-anak panti asuhan. Anak akan diserahkan kepada keluarganya apabila keluarganya ditemukan.

"Karena anak-anak ini butuh pengasuhan. Di mana pengasuhan terbaik ini ialah dari orang tua masing-masing," kata dia.

Sempat membantah

Zamanueli sempat meminta maaf, tetapi tidak mengaku telah mengeksploitasi anak.

Ketika diwawancarai, dia mengkiam tidak mempunyai niat untuk memanfaatkan para anak yatim.

"Saya minta maaf. Saya bukan ngemis gift," kata Zamanueli, Selasa, (19/9/2023).

Zamanueli berujar bahwa dia mengadakan live streaming TikTok pada malam hari hanya karena ingin menyapa para pengikutnya di media sosial itu.

Dia mengaku pasrah jika anak asuhnya akan diambil alih oleh Dinas Sosial. Akan tetapi, dia ingin anak-anak tetap berada di bawah asuhannya karena menyayangi mereka.

"Pasrah saja. Karena saya juga setelah diteror langsung memberitahu dan menghadap ke Dinsos. Apapun keputusannya, jika anak-anak itu tidak bisa kembali, saya pasrah. Tapi kalau bisa anak-anak itu kembali dan kami diberi sosialisasi dan pelatihan tentang mengurus bayi dari Pemko Medan," kata dia.

Baca: Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus dengan Surat Wasiat: Ingin Anaknya Dititipkan di Panti Asuhan

Mengaku diteror

Zamanueli mengaku diteror oleh pengguna media sosial sejak mengadakan live streaming di TikTok.

Di samping itu, dia dihujat banyak orang lantaran memberikan bubur kepada bayi yang masih di bawah enam bulan.

Sejak diteror, Zamanueli memilih mematikan ponselnya karena menerima pesan di aplikasi media sosialnya itu.

“Usai saya live itu, saya bertubi-tubi mendapat teror ancaman malam itu. Dari DM, dari pesan singkat ke kontak panti. Dibilang saya nama hewan, dibilang mampus bakal dimasukkan ke penjara. Berkarat di penjara,” kata Zamanueli. 

(Tribunnewswiki)

 

 

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved