TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dilantiknya Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut menjadi kode dari Presiden.
Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, pelantikan itu menegaskan sinyal bahwa Jokowi mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai penerusnya.
Hal ini, menurut Ahmad, karena Projo belakangan makin dekat dengan Prabowo dan mendukung dia dalam Pemilihan Presiden 2024
Dalam Musra, Projo juga menempatkan Prabowo sebagai bakal elektabilitas terkuat (20 persen),
"Artinya, konsolidasi mesin politik relawan di sekitar Jokowi yang kini merapat ke Prabowo Subianto, justru diberikan kekuasaan besar dalam pemerintahan Jokowi," kata Ahmad dikutip dari Tribunnews.com yang mengutip Kompas.com.
"Hal ini seolah semakin menegaskan bahwa preferensi politik Jokowi memang lebih mengarah kepada Prabowo Subianto, ketimbang rekan separtainya Ganjar Pranowo."
Baca: Profil dan Harta Kekayaan Budi Arie Setiadi, Ketua Pro Jokowi yang Jadi Menkominfo
Baca: Budi Arie Setiadi (Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi)
Tanggapan PDIP
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menanggapi dugaan bahwa Jokowi mendukung Prabowo setelah penunjukan Budi Arie sebagai Menkominfo.
Hasto percaya bahwa penunjukkan Budi Arie bukan disebabkan oleh dukungan Jokowi kepada Prabowo. Kata dia, dukungan itu sejatinya diperlihatkan lewat tindakan, bukan dengan menempatkan orang sebagai menteri.
"Dukungan ini kan belum final, apalagi nanti ujung-ujungnya kan pada siapa yang dicoblos. Itukan masih 14 Februari 2024," kata Hasto di sela acara pelatihan Juru Kampanye Ganjar di INews Tower, Gondangdia, Jakarta, Senin.
Hasto juga menyebut ada relawan Projo di Jawa Barat yang menyatakan tetap mendukung Ganjar. Oleh karena itu, PDIP tidak melihat pelantikan Budi Arie sebagai Menkominfo itu semata karena persoalan dukungan politik.
"Jadi PDIP melihat bahwa kekosongan dari Menkominfo dengan adanya menteri yang definitif diharapkan dapat mempercepat suatu pembangunan infrastruktur berkaitan dengan sistem telekomunikasi nasional kita agar berdaya saing dengan negara lain," kata dia.
Baca: Prabowo Ungkap Alasan Pilih Gabung dengan Jokowi setelah 2 Kali Dikalahkan
Baca: Pakar Politik Percaya Jokowi Tak Ajari Prabowo Cara Menang Pilpres 2024
Relawan Jokowi kompak dukung Prabowo
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, mengatakan para relawan dan pendukung Jokowi kini kompak mendukung Prabowo oada Pilpres 2024.
Menurut Ujang, banyaknya pendukung Jokowi yang mengarahkan dukungan kepada Prabowo itu disebabkan oleh faktor ketidaknyamanan.
Ujang mengatakan banyaknya para pendukung serta relawan Jokowi yang mendukung Prabowo Subianto saat ini karena adanya faktor ketidaknyamanan.
“Saya melihatnya tanda-tanda relawan Jokowi mungkin kurang nyaman dengan PDIP karena mungkin relawan-relawan itu tidak diurus oleh PDIP,” ujar Ujang, Senin, (10/7/2023), dikutip dari Tribunnews.
Banyaknya relawan dan pendukung Jokowi yang mendukung capres dari Gerindra itu berkebalikan dengan apa yang terjadi saat Pilpres 2014 dan 2019. Kala itu para relawan Jokowi beramai-ramai mendukung PDIP.
“Saat ini ketika PDIP mengusung Ganjar, relawan Jokowi enggak ada gemuruhnya. Memang banyak relawan Jokowi yang mendukung Prabowo sekarang,” kata Ujang yang juga menjadi pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia.
Baca: Elektabilitas Prabowo Naik, Pengamat: Jadi Bukti Prabowo Capres yang Diinginkan Publik
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Barisan Rakyat Jokowi Presiden (Bara JP), Utje Gustaaf Patty, mengungkapkan alasan mendukung Prabowo.