Budi Arie Setiadi (Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi)

Pria yang akrab disapa Budi Arie ini, kini menjabat sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi).


zoom-inlihat foto
projo-budi-arie.jpg
kompas.com/ihsanuddin
Budi Arie Setiadi

Pria yang akrab disapa Budi Arie ini, kini menjabat sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi).




TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok Budi Arie Setiadi mungkin sudah tidak asing dikalangan aktivis sosial, relawan, pengusaha maupun masyarakat luas.

Pria yang akrab disapa Budi Arie ini, kini menjabat sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Budi Arie juga dikenal luas sebagai pendiri dan Ketua Umum Projo, organisasi relawan darat pendukung Jokowi. 

Baca: Dulu Kecewa dan Kritik soal Pemilihan Menhan, kini Pro Jokowi (Projo) Sebut Prabowo Patriot Sejati

  • Kehidupan Awal


Sejak dibangku kuliah, Budi Arie sudah menunjukan sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Pria kelahiran Jakarta, 20 April 1969 ini, terkenal aktif di gerakan mahasiswa.

Ia dipercaya memimpin gerakan mahasiswa sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM ) FISIP UI 1994 dan juga Presidium Senat Mahasiswa UI (1994/1995).

Tak hanya itu, pria yang kerab disapa oleh teman akrabnya dengan nama Muni ini juga mendirikan dan membina Forum Studi Mahasiswa (FSM) UI dan juga Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM ) UI.

Ia juga aktif di bidang pers kemahasiswaan dengan menjadi Redpel Majalah Suara Mahasiswa UI pada tahun 1993-1994.

Budi Arie juga menjadi Ketua ILUNI UI Jakarta (1998-2001) dan mendirikan Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ) dan Masyarakat Profesional Indonesia (MPI).

Semasa gerakan reformasi mahasiswa UI pada tahun 1998, bersama aktivis mahasiswa dan alumni UI juga membidani lahirnya Keluarga Besar (KB) UI.

Saat reformasi bergejolak tahun 1998, ia menginisiasi dan mendirikan surat kabar yang kritis, "BERGERAK" pada tahun 1998.

Bersama wartawan Tempo yang baru saja dibredel, ia aktif mengelola mingguan Media Indonesia pada tahun 1994-1996.

Selanjunya bersama beberapa seniornya ia ikut menjadi bagian awal dari berdirinya Mingguan Ekonomi Kontan. Budi menjadi jurnalis Kontan dari tahun 1996 hingga 2001.

Baca: Sempat Ucapkan Pamit, Projo Kembali Dukung Jokowi setelah Budi Arie Setiadi Jadi Wakil Menteri Desa

  • Karier Politik


Budi Arie pun mengawali dunia politik dengan bergabung dengan PDI Perjuangan DKI Jakarta pada tahun 2005-2010.

Di awal karier politiknya, ia bertugas menjadi Kepala Balitbang dan juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Pada Agustus 2013, Budi Arie mendirikan PROJO, kelompok relawan darat terbesar pendukung Joko Widodo.

PROJO kemudian berjuang mengumpulkan aspirasi pencapresan Jokowi sebelum dideklarasikan PDIP secara resmi.

Pada 2013, menjelang proses Pilpres 2014, PDIP masih memiliki wacana untuk kembali mencalonkan Megawati, dengan beberapa pilihan Cawapres, antara lain Joko Widodo.

Namun suara akar rumput lebih menginginkan adanya calon presiden baru dan dilakukannya proses penyegaran figur calon presiden.

Projo terlibat dalam mengumpulkan suara dari akar rumput untuk pencalonan Jokowi.

Peran ini terulangi kembali dalam Pemilu 2019. Projo mendukung pendaftaran kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019, tetapi beberapa kontroversi sempat merebak seputar pemilihan calon wakil presiden.

Setelah pertentangan mengenai siapa figur yang pantas, Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin.

Projo menyatakan mendukung siapapun calon pendamping yang dipilih Jokowi.

Hingga pada 25 Oktober 2019, Budi Arie diminta menghadap Presiden Jokowi untuk berdiskusi dan berbincang terkait tugas yang akan diberikan kepadanya.

Ketua Umum relawan Pro Jokowi Budi Arie Setiadi merapat ke Istana jelang pelantikan wakil menteri oleh Jokowi, Jumat (25/10/2019).
Ketua Umum relawan Pro Jokowi Budi Arie Setiadi merapat ke Istana jelang pelantikan wakil menteri oleh Jokowi, Jumat (25/10/2019). (Kompas.com)

Saat itu Budi menyebut bahwa Implisit bahwa diminta Jokowi untuk menjadi Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Lalu, pada 26 Oktober 2019, Budi Arie secara resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi periode 2019-2024.

(Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda)



Info Pribadi
Nama Budi Arie Setiadi
Lahir Jakarta, 20 April 1969
Pendidikan SD Marsudirini Koja Jakarta
SMP Marsudirini Koja Jakarta
SMA Kolose Kanisius Jakarta pada tahun 1988
Universitas Indonesia (U) Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI (S1)
Pasca Sajrana di UI Jurusan Managemen Pembangunan Sosial tahun 2006 (S2)
Pengalaman Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM ) FISIP UI 1994
Presidium Senat Mahasiswa UI (1994/1995)
Pendiri Forum Studi Mahasiswa (FSM) UI
Pendiri Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI
Ketua ILUNI UI Jakarta (1998-2001)
Pendiri Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ) dan Masyarakat Profesional Indonesia (MPI)
Dewan Penasihat ILUNI UI
Karier Politik Kepala Balitbang dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. (2005-2010)
Mendirikan Relawan PROJO, pendukung Joko Widodo (2013)
Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2019-sekarang)








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved