TRIBUNNEWSWIKI.COM - Elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto naik menjadi 34,3 persen menurut hasil survei terbaru yang diadakan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Sementara itu, elektabilitas Ganjar Pranowo yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) merosot menjadi 32,7 persen. Adapun elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan stagnan pada angka 22,1 persen.
Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, di dalam banyak hasil survei lembaga lainnya, elektabilitas Prabowo turut naik.
“Naiknya elektabilitas Prabowo saat ini membuktikan bahwa Prabowo menjadi capres yang betul-betul diinginkan dan dibutuhkan oleh publik,” kata Ujang, Selasa, (11/7/2023), dikutip dari Tribunnews.
Ujang berpendapat hal ini mungkin turut dipengaruhi oleh keributan di media sosial antara pendukung Ganjar dan pendukung Anies. Adapun pendukung Prabowo yang berada di poros tengah cenderung tenang.
“Masyarakat saat ini cerdas, bisa melihat Prabowo sebagai kekuatan di tengah-tengah publik yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bangsa ini,” kata dia menjelaskan.
Baca: Pakar Politik Percaya Jokowi Tak Ajari Prabowo Cara Menang Pilpres 2024
Baca: Pakar Sebut Pendukung Jokowi Kompak Dukung Prabowo, Singgung Faktor Ketidaknyamanan
Menurut Ujang, kepercayaan masyarakat kepada Ketua Umum Gerindra itu terpupuk dengan kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Presiden Jokowi dan pengalamannya dalam pilpres.
Dia berujar bahwa jabatan Prabowo dalam pemerintahan saat ini turut menyumbang kenaikan elektabilitasnya.
“Prabowo punya latar belakang di pilpres, saat ini kerja di Menteri Pertahanan dan sangat dekat dengan Jokowi dianggap sebagai figur yang tegas yang dibuktikan dengan tren naiknya elektabilitas di lembaga survei itu,” kata Ujang menjelaskan.
Ujang memprediksi bakal elektabilitas Prabowo bakal terus terkerek, bahkan mungkin mencapai di atas 60 persen sehingga dia menjadi kandidat terkuat dalam Pilpres 2024.
Sementara itu, pengamat politik Bawono Kumoro pada akhir Mei lalu turut menjelaskan sejumlah faktor yang menaikkan elektabilitas Prabowo.
Pertama, bertambahnya dukungan terhadap Prabowo dari basis-basis pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.
"Sangat mungkin peningkatan dukungan terhadap Prabowo dari basis pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebabkan endorsement, baik secara tersirat maupun tersurat dari Presiden terhadap Prabowo dalam sejumlah kesempatan," kata Bawono, (31/5/2023), dikutip dari Tribunnews.
Baca: Pengamat Sebut Prabowo & Ganjar Berebut Relawan Jokowi, Pilpres 2024 Bakal Panas
Kemudian, menurut Bawono, faktor kedua yang menaikkan elektabilitas Prabowo adalah campur tangan Jokowi. Akan tetapi, dia enggan menyebut langkah itu sebagai cawe-cawe.
"Bila Presiden sekadar menunjukkan kecenderungan kepada salah satu bakal capres, tidak bisa dikatakan cawe-cawe dalam pengertian negatif," kata dia.
Menurut Bawono, hal terpenting bagi Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan adalah tidak menggunakan aparat negara untuk menghambat siapa pun maju pada pemilu mendatang.
Prabowo & Ganjar berebut relawan Jokowi
Sementara itu, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, mengatakan Ganjar dan Prabowo sedang berebut dukungan dari Jokowi.
Apabila salah satunya berhasil mendapatkan dukungan Jokowi, dia secara otomatis juga akan mendulang suara dari relawan Jokowi.
"Jokowi ini didukung oleh banyak relawan yang mendukungnya sampai terpilih dua periode sebagai presiden. Bahkan, relawan itu sudah terbentuk sejak Pilkada DKI Jakarta tahun 2012," ujar Arifki, Sabtu, (8/7/2023), dikutip dari Tribunnews.