Mengenal Anas Urbaningrum, Koruptor Proyek Hambalang dan E-KTP yang Akan Segera Bebas April 2023

Inilah profil Anas Urbaningrum, politikus yang terjerat kasus korupsi Hambalang dan E-KTP


zoom-inlihat foto
STR-AsFPSTR-AFP.jpg
STR / AFP
Mantan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum (Tengah) dipeluk oleh para pendukungnya setelah persidangan di Jakarta pada 24 September 2014. Mantan ketua partai yang berkuasa di Indonesia itu dipenjara selama delapan tahun karena korupsi pada 24 September, yang terbaru dari serangkaian kasus korupsi yang membayangi tahun-tahun terakhir dekade kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. STR FOTO AFP


Anas Urbaningrum terjun ke dunia politik melalui Partai Demokrat.

Baca: Jaksa Agung Sebut Koruptor di Bawah Rp50 Juta Tak Perlu Dipenjara, Berikut Syaratnya

Baca: Dijuluki Algojo Para Koruptor, Artidjo Alkostar Beri Vonis Berat 4 Orang Ini, Ada Anas Urbaningrum

Ia menjadi anggota tim Revisi Undang-Undang Politik atau Tim Tujuh yang menjadi salah satu tuntutan dalam reformasi 1998.

Dipimpin Ryaas Rasyid mereka melahirkan UU No, 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No. 3/1999 tentang Pemilhan Umum, dan UU No. 4/1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Itulah produk baru untuk menggelar Pemilu dengan sistem baru.

Dia juga bergabung salam Tim Sebelas atau Tim Seleksi Partai Politik yang bertugas memverifikasi kelayakan data administrasi partai politik yang dapat ikut dalam pesta demokrasi.

Pada 1999 itu terdapat 48 partai politik yang lolos seleksi.

Dua tahun kemudian ia dipercaya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyiapkan Pemilu 2004.

Anas dilantik oleh Presiden Abdurrahman Wahid dengan Ketua KPU Nazaruddin.

Pada 8 Juni 2005 Anas mengundurkan diri dan bergabung dengan Partai Demokrat, bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dimana kala itu SBY terpilih sebagai Presiden RI ke-6 dalam Pilpres 2004.

Kala itu ia menjabat sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah.

Pada Pemilu 2009 Anas Urbaningrum terpilih menjadi anggota DPR RI dari dapil Jawa Timur VII.

Pria kelahiran Blitar ini didapuk menjadi Ketua Umum Fraksi Partai Deokrat di DPR RI.

Ia berhasil menjaga kesolidan seluruh anggota fraksi Partai Demokrat dalam voting Kasus Bank Century.

Menyusul pemilihannya sebagai ketua umum partai, pada 23 Juli 2010 Anas mengundurkan diri dari DPR.

Anas lalu menjadi ketua umum Partai Demokrat dari 23 Mei 2010 hingga menyatakan berhenti pada 23 Februari 2013.

Anas Urbaningrum Akan Segera Bebas

Ketua Partai Demokrat yang berkuasa di Indonesia Anas Urbaningrum menyampaikan pidatonya di kantor pusat partai di Jakarta pada tanggal 23 Februari 2013. Urbaningrum, 43, mengundurkan diri setelah badan anti-korupsi negara menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi jutaan dolar. FOTO AFP / ROMEO GACAD
Mantan Ketua Partai Demokrat yang berkuasa di Indonesia Anas Urbaningrum menyampaikan pidatonya di kantor pusat partai di Jakarta pada tanggal 23 Februari 2013. Urbaningrum, 43, mengundurkan diri setelah badan anti-korupsi negara menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi jutaan dolar. FOTO AFP / ROMEO GACAD (ROMEO GACAD / AFP)

Terpidana kasus korupsi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum diketahui akan segera bebas pada pertengahan April 2023.

Anas Urbaningrum akan menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung

Rencana bebasnya Anas Urbaningrum diungkapkan oleh rekannya, I Gede Pasek Suardika.

I Gede Pasek Suardika mengatakan, Anas Urbaningrum akan bebas antara 9-14 April 2023.

"Perkiraan kita ya antara tanggal 9, 10, 11, 12 atau mungkin 13 atau 14. Pihak Dirjen Pas atau Kalapas yang paling tahu perhitungannya," kata Gede Pasek, Rabu (29/3/2023).  





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved