Listyo Sigit Akui Soal Kepercayaan Publik ke Polisi Anjlok, Kapolri: Polisi Bukan Sekedar Profesi

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui adanya kemerosotan kepercayaan publik terhadap institusi yang ia pimpin


zoom-inlihat foto
Kabareskrim-Komjen-Listyo-Sigit-Prabowo-saat-konfis-1792020Dok-Divisi-Humas-Polri.jpg
Dok. Divisi Humas Polri
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui adanya kemerosotan kepercayaan publik ke polisi.

Listyo Sigit mengatakan akan melakukan pembenahan dalam institusi Polri.

Pembenahan ini adalah bagian dari reformasi struktural, instrumental, dan kultural institusi Bhayangkara yang sejalan dengan arahan presiden.

"Polisi bukan sekedar profesi, tapi juga sebuah jalan untuk mengabdi dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri," kata Listyo Sigit, saat memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Polri, lanjut sigit, siap mengarahkan segala upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi Polri.

Baca: Jokowi Sebut Sambo Bikin Runyam Institusi Polri hingga Buat Kepercayaan Publik Anjlok ke Polisi

Baca: Berkas Banding Ferdy Sambo Disahkan Kapolri Listyo Sigit, Sidang Dilakukan Pekan Depan

Guna melaksanakan tugas Polri seperti menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat juga menegakkan hukum.

"Menjaga marwah Polri melalui program transformasi menuju Polri yang presisi untuk melaksanakan tugas pokok Polri, menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum," tegas Sigit, dikutip dari Kompas.

Sigit menyatakan institusi Polri berusaha melakukan evaluasi.

Serta mengungkap rangkaian peristiwa ini sebagaimana arahan Jokowi.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, memberikan keterangan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Kapolri kembali lakukan mutasi besar-besaran di Polri.
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, memberikan keterangan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Kapolri kembali lakukan mutasi besar-besaran di Polri. (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Kapolri sadar soal penurunan kepercayaan publik lantaran adanya kejadian ramai yang menyorot institusi yang ia pimpin.

"Kami menyadari bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini Polri mengalami penurunan tingkat kepercayaan publik akibat kejadian-kejadian menonjol yang berdampak negatif dan menjadi perhatian publik," terang dia.

Seperti yang diketahui Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polri dipanggil untuk mengikuti pengarahan pada Jumat (14/10/2022).

Mereka hanya diperbolehkan membawa catatan dalam acara yang dilaksanakan di Istana Negara tersebut.

Jajaran Polri ini pun tidak diperbolehkan membawa ajudan dan ponsel.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo menyinggung soal Ferdy Sambo yang bikin runyam institusi Polri.

Jokowi juga mengatakan soal anjloknya angka kepuasan publik terhadap polisi lantaran kasus pembunhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca: Istri Ferdy Sambo Resmi Ditahan, Anak Paling Kecil Dijaga Nenek dan Pengasuh

Baca: Baru Gabung, Febri Diansyah dan Rasamala Diminta Mundur dari Tim Pembela Sambo dan Putri Candrawathi

Presiden asal Solo ini juga menyebut angka kepuasan publik pada Polri sempat tinggi, namun saat ini paling rendah di antara institusi penegak hukum lain.

Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika memberi arahan kepada jajaran Polri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Angka kepuasan publik anjlok di angka 54 persen pada Agustus 2022 usai kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.

Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.
Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. (Kolase Tribunnews/ istimewa)






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved