TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko memperingatkan konsekuensi besar yang muncul apabila perang nuklir terjadi.
Menurut Lukashenko, dunia bisa tamat jika senjata nuklir digunakan. Penggunaan senjata pemusnah massal itu akan memicu "reaksi berantai".
Hal itu disampaikan Lukashenko untuk menanggapi ancaman yang dikeluarkan oleh sekutunya, Presiden Rusia Vladimir Putin.
Putin mengancam akan menggunakan semua senjata yang dimiliki Rusia, termasuk senjata nuklir. Namun, Lukashenko menegaskan bahwa Putin tidak pernah berencana menggunakan senjata itu.
Ancaman itu dikeluarkan Putin setelah pasukan Rusia mendapatkan hasil buruk di Ukraina. Tentara Rusia terpaksa mundur dari sejumlah wilayah karena terdesak oleh serangan balik Ukraina.
Baca: Ancaman Perang Nuklir Kembali Hantui Dunia, Pertama sejak Krisis Kuba
Kata Lukashenko, Rusia memiliki "senjata paling modern". Oleh karena itu, Rusia tidak memerlukan senjata nuklir untuk memenangkan perang.
Baca: Apa yang Akan Dilakukan Barat jika Rusia Kerahkan Senjata Nuklir?
Dia meyakini bahwa ancaman perang nuklir hanya "motivator politik". Namun, jika perang nuklir benar-benar terjadi, kehancuran tidak hanya terjadi di Ukraina.
"Ini akan menjadi akhir planet kita," kata Lukashenko dikutip dari Newsweek, (15/10/2022).
"Jika senjata nuklir digunakan, bahkan oleh satu negara saja, itu akan memicu reaksi berantai. Rusia sangat memahaminya. Dan tidak ada satu pun, saya ingin menegaskan ini, saya tahu dengan pasti dari Presiden Putin, tidak ada yang punya tujuan menggunakan senjata nuklir."
Namun, Michael Kimmage, seorang profesor pada Jurusan Sejarah di Universitas Katolik Amerika, mengatakan pernyataan Lukashenko bisa jadi hanya ditujukan untuk mengintimidasi. Kimmage kembali menegaskan bahwa Lukashenko adalah sekutu Putin.
Baca: Intelijen Inggris: Belum Ada Tanda Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir
Menurut Kimmage, pernyataan Lukashenko itu juga bisa menjadi tanggapan atas pernyataan Biden yang menyebutkan bahwa AS akan campur tangan jika senjata nuklir digunakan.
"Ini bukan kebetulan," kata Kimmage.
Kimmage mengatakan pesan itu punya dua tujuan. Pertama, untuk memicu reaksi emosional karena "tidak ada lagi yang berjalan sesuai dengan rencana" dalam perang Rusia melawan Ukraina. Kedua, pesan itu untuk konsumsi domestik di Rusia.
"'Kami kuat, kami tidak akan mundur, kami punya senjata,' demikian pesan mereka untuk diri mereka sendiri," kata Kimmage.
Baca: Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Disebut Bakal Ditinggalkan Sekutunya
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini