Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Disebut Bakal Ditinggalkan Sekutunya

Rusia disebut bakal ditinggalkan oleh sekutunya jika nekat menggunakan senjata nuklir di Ukraina.


zoom-inlihat foto
Sevastopol-di-Krimea.jpg
ALEXEY DRUZHININ / RIA-NOVOSTI / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Komandan Gabungan Tertinggi NATO, James Stavridis, mengatakan Rusia bakal ditinggalkan oleh sekutunya jika nekat menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Komentar ini disampaikan Stavridis setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menggunakan senjata pemusnah massal pekan lalu.

"Jika Rusia merasa integritas wilayahnya terancam, kami akan menggunakan seluruh alat pertahanan yang kami miliki, dan ini bukan gertakan," kata Putin dikutip dari Newsweek.

"Mereka yang memeras kami dengan senjata nuklir harus paham bahwa angin juga bisa berbalik ke arah mereka."

Namun, Stavridis tidak yakin Putin bakal menggunakan senjata nuklir.

"Dia tahu bahwa jika dia melakukannya, itu akan membuat seluruh dunia berbalik melawannya. Dia bahkan akan kehilangan dukungan dari Tiongkok, Iran. Tak ada yang akan mendukung Rusia jika Rusia menggunakan senjata nuklir. Jadi, saya tidak menganggapnya serius," kata Stavridis, (26/9/2022), ketika diwawancarai oleh WABC 770.

Baca: Protes Antimobilisasi di Rusia Berlanjut, Ratusan Orang Ditangkap

Segera setelah melancarkan invasi ke Ukraina bulan Februari lalu, Putin menempatkan pasukan nuklirnya dalam keadaan siaga. Rusia kini diperkirakan memiliki sekitar 6.000 hulu ledak nuklir.

Baca: Di Bar Ini, Warga Rusia yang Lari dari Mobilisasi Harus Tanda Tangani Formulir Anti-Putin

Sama seperti Stavridis, mantan Perdana Menteri Rusia Mikhail Kasyanov berujar bahwa ucapan Putin hanya gertakan semata.

"Dia mencoba membuat orang takut akan penggunaan senjata nuklir. Namun, saya kira ini termasuk gertakan," kata Kasyanov menjelaskan.

Sementara itu, penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan para pejabat AS telah berkomunikasi dengan pejabat Rusia mengenai penggunaan nuklir.

Pejata AS menyebut Rusia bakal terkena "dampak mengerikan" apabila menggunakan senjata nuklir.

"Kami telah berkomunikasi secara langsung dan secara pribadi kepada para pejabat Rusia bahwa akan ada dampak mengerikan bagi Rusia apabila Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina," kata Sullivan.

"Kami sudah menjelaskan kepada mereka dan berempati kepada mereka bahwa AS akan merespons dengan tegas bersama para sukutunya."

Baca: Hindari Mobilisasi, Beberapa Warga Rusia Pilih Kabur ke Luar Negeri

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama pada pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, (15/9/2022).
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama pada pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, (15/9/2022). (CreditALEXANDR DEMYANCHUK / SPUTNIK / AFP)

Mobilisasi

Putin juga sudah mengumumkan adanya "mobilisasi sebagian". Dengan mobilisasi ini Rusia bisa mengerahkan sekitar 300.000 tentara cadangan. Namun, banyak yang menentang mobilisasi ini dan memutuskan kabur ke luar negeri.

"Masalah terbesar Putin adalah para tentaranya kini dibunuh. Dia kehilangan sekitar 80.000 tentara. Kini dia harus mengganti mereka.

"Masalahnya, bagi dia, tidak ada [warga Rusia] yang ingin menjalani wajib militer. Ada banyak protes besar di berbagai kota di Rusia."

Pada wawancara bulan Agustus lalu, Stavridis juga meyakin Putin sudah tahu bahwa dia membuat kesalahan karena menyerbu Ukraina.

Baca: Lebih dari 1.200 Warga Rusia Ditangkap karena Memprotes Mobilisasi

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved