Intelijen Inggris: Belum Ada Tanda Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir

Berdasarkan pemantauan Inggris, sejauh ini tidak ada tanda-tanda Rusia sedang menyiapkan senjata pemusnah massal.


zoom-inlihat foto
Inggris-Jeremy-Fleming.jpg
ROSLAN RAHMAN / AFP
Kepala dinas intelijen Inggris, Jeremy Fleming, menyampaikan pidatonya pada 35th IISS Fullerton Lecture di Singapura, (25/2/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala intelijen Inggris, Jeremy Fleming, mengatakan belum ada tanda-tanda Rusia bakal menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina, (11/10/2022).

Fleming menyebut salah satu tugas badan intelijen Inggris atau GCHQ ialah memantau gerak-gerik Kremlin.

Berdasarkan pemantauan GCHQ, sejauh ini tidak ada tanda-tanda Rusia sedang menyiapkan senjata pemusnah massal.

"Mengenai cara mesin tempur Rusia dan Presiden Putin menjalankan perang ini, mereka tetap pada doktrin bahwa kami memahami penggunaannya, termasuk senjata nuklir," kata Fleming dikutip dari The Guardian.

"Saya berharap kita akan melihat tanda-tandanya apabila mereka mengambil jalan itu (senjata nuklir)," kata dia ketika diwawancarai BBC.

Senjata nuklir taktis merupakan senjata yang memiliki daya ledak yang luar biasa. Kekuatannya mencapai sekitar 6 kali lipat lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima.

Baca: Sekutu Putin: NATO Bakal Ketakutan jika Rusia Lancarkan Serangan Nuklir

Senjata itu dibuat dengan cara memasangkan hulu ledak nuklir pada rudal konvensional dengan daya jelajah yang lebih pendek.

Namun, senjata itu berbeda dengan rudal balistik antarbenua yang berdaya jelajah sangat jauh. Dengan rudal balistik ini, negara-negara nuklir seperti AS dan Rusia mampu melancarkan serangan dengan cepat dan menimbulkan perang mengerikan.

Baca: Sebut Putin Tak Hanya Menggertak, Biden Singgung Ancaman Armageddon

Pakar mengatakan proses memindahkan hulu ledak nuklir dari tempat penyimpanannya memerlukan cukup banyak waktu. Oleh karena itu, dinas intelijen Inggris atau AS bisa memantau pergerakan atau proses pemindahannya.

"Ini proses yang bisa dilihat," kata Pavel Podvig, pakar nuklir Rusia dan peneliti senior pada Institute Penelitian Pembatasan Senjata.

"Jika [pengerahannya] terburu-buru, Anda mengatakan [pengerahannya] dalam beberapa jam. Pengerahan itu akan terlihat dan dibuat bisa terlihat," kata di menjelaskan.

Bulan lalu Putin mengaku akan menggunakan "semua senjata yang tersedia" untuk mempertahankan wilayah Rusia dan sebagian wilayah Ukraina yang dianeksasi. Putin juga mengatakan bom atom yang dijatuhkan AS pada Perang Dunia II bisa "menjadi contoh".

Baca: Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Disebut Bakal Ditinggalkan Sekutunya

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014) (ALEXEY DRUZHININ / RIA-NOVOSTI / AFP)

Presiden AS Joe Biden kemudian memberikan peringatan. Pekan lalu dia mengatakan dunia saat ini mendekati "Armageddon" atau bencana dahsyat. Namun, peringatannya itu tidak didasarkan oleh data intelijen.

Sementara itu, Fleming meyakini Putin telah membuat kesalahan strategi dalam upayanya memerangi Ukraina. Pasukan Rusia kini mulai kehabisan amunisi dan kehilangan wilayah yang pernah didudukinya.

"Jauh dari kemenangan pasukan Rusia yang disuarakan oleh mesin propaganda mereka, sudah jelas bahwa aksi berani Ukraina di medan tempur dan dunia siber kini mengubah keadaan," kata Fleming.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved