TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di tengah kekalahan pasukannya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya bisa saja menggunakan senjata nuklir.
Saat ini gerak maju pasukan Rusia di Ukraina terhenti, bahkan mereka harus menarik diri dari sejumlah wilayah yang sebelumnya diduduki.
Hasil buruk yang didapatkan Rusia memunculkan kekhawatiran bahwa Putin akan menggunakan senjata nuklir taktis.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah memperingatkan ancaman perang nuklir. Biden menyebut dunia saat ini mendekati "Armageddon" atau malapetaka yang sangat besar.
Sementara itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyebut penggunaan senjata nuklir bisa memunculkan "respons fisik" dari Ukraina, sekutunya, dan bahkan NATO sendiri.
Menurut NATO, penggunaan senjata pemusnah massal itu akan menimbulkan "dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya".
Baca: Intelijen Inggris: Belum Ada Tanda Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir
Lalu apa yang akan dilakukan Barat jika Putin benar-benar menggunakan senjata nuklir?
Dikutip dari News Sky, (14/10/2022), mantan Menteri Pertahanan Ukraina Andriy Zagorodnyuk mengatakan NATO punya beberapa opsi apabila Rusia nekat menggunakan senjata tersebut.
"Mungkin tidak butuh operasi militer di darat, koalisi Barat bisa berkata kepada Kremlin bahwa mereka akan menyerang kekuatan Rusia dengan serang rudal dan serangan udara secara langsung, menghancurkan fasilitas militernya, dan melumpuhkan armada Laut Hitam," tulis dia di majalah Foreign Affair.
Baca: Sekutu Putin: NATO Bakal Ketakutan jika Rusia Lancarkan Serangan Nuklir
Menurut Zagorodnyuk, penggunaan senjata nuklir oleh Rusia juga akan membuat dua sekutu Rusia, yakni Tiongkok dan India, tidak senang.
Sementara itu, Prof. Michael Clarke, mantan Direktur Jenderal Royal United Services Insitut, mengatakan Rusia telah diperingatkan mengenai dampak eskalasi perang.
"Ketika ancaman senjata nuklir taktis dikeluarkan beberapa pekan lalu, AS dan tiga atau empat anggota NATO menghubungi rekan mereka di Rusia dan di staf umum Rusia untuk berkata, 'Jangan sekali-kali berpikir tentang senjata nuklir.'"
"Mereka tidak akan menginformasikan kita tentang apa yang mereka katakan atau harus mereka katakan karena pastinya ada sejumlah ketidakpastian mengenai ini, dalam hal pencegahan, tetapi apa yang mungkin mereka katakan pertama kali adalah, 'Kami tidak akan diam saja.'"
Baca: Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Disebut Bakal Ditinggalkan Sekutunya
"Kedua, kami tidak akan mengerahkan senjata nuklir, tetapi kami menggunakan senjata konvensional, dan kami punya kekuatan senjata konvensional untuk menyerang seluruh infrastruktur dan fasilitas nuklir kalian. Bahkan, jika kami berpikir kalian akan menggunakan senjata nuklir, jika kami melihat ada persiapan untuk memulainya, kami mungkin menyerang kalian."
Sementara itu, seorang anggota dewan di Ukraina mengatakan serangan nuklir, jika benar-benar terjadi, tidak akan mengubah tekad rakyat Ukraina untuk terus berjuang.
"Kami paham bahwa dia (Putin) kini berada dalam pertempuran terakhir dalam hidupnya, yang di dalamnya dia ingin membuktikan kepada dunia bahwa dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan, termasuk merampas wilayah, membantai ribuan orang, menghancurkan infrastruktur, dan kami paham bahwa ancaman dan serangan nuklir itu sangat mungkin terjadi, tetapi itu tdak akan mengubah banyak hal di Ukraina," kata Yelyzaveta Yasko, anggota dewan itu.
Baca: TV Rusia Sebut Pemakaman Ratu Jadi Waktu yang Tepat untuk Menuklir Inggris
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini