Sekutu Putin: NATO Bakal Ketakutan jika Rusia Lancarkan Serangan Nuklir

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan NATO akan ketakutan jika Rusia menggunakan senjata nuklir.


zoom-inlihat foto
Dmitry-Medvedev.jpg
ALEXEY NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP
Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, berpidato pada acara pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan, Moskwa, (21/2/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Moskwa bisa menggunakan senjata nuklirnya apabila diperlukan.

Menurut Medvedev, jika Rusia melancarkan serangan nuklir lebih dulu, NATO tidak akan membalas dengan serangan yang sama karena pasti sudah ketakutan.

Dalam tulisannya di Telegram, Medvedev menggambarkan Barat sebagai "musuh kami". Selain itu, dia mengatakan Barat ingin "menguasai dunia".

Medvedev yang menjadi sekutu Presiden Vladimir Putin itu turut mengolok-olok ancaman yang dilontarkan oleh Barat. Pekan lalu Barat memperingatkan konsekuensi besar yang bakal dihadapi Rusia jika nekat menggunakan senjata nuklir.

"Saya harus mengingatkan kalian lagi, untuk mereka yang tuli dan hanya mendengar diri mereka sdiri, Rusia berhak menggunakan senjata nuklir jika diperlukan," kata dia dikutip dari Newsweek, (28/9/2022).

Baca: Jika Gunakan Senjata Nuklir, Rusia Disebut Bakal Ditinggalkan Sekutunya

Dia juga menyinggung beberapa hal yang bisa digunakan untuk membenarkan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia. Salah satunya ialah jika Rusia dan sekutunya menghadapi serangan nuklir atau serangan dengan senjata konvensional.

Kendati demikian, Medvedev mengatakan Rusia akan "melakukan segalanya" untuk mencegah senjata nuklir digunakan di "negara-negara tetangga yang tidak bersahabat", misalnya di "Ukraina Nazi yang dikendalikan langsung oleh negara-negara NATO".

Baca: TV Rusia Sebut Pemakaman Ratu Jadi Waktu yang Tepat untuk Menuklir Inggris

Dia juga menanggapi ucapan Putin yang menyebutkan kemungkinan Rusia menggunakan senjata nuklir. Menurut Medvedev, ucapan itu bukan gertakan semata.

"Saya meyakini NATO tidak akan ikut campur secara langsung dalam konflik itu, bahkan dalam situasi saat ini," kata dia.

Dia menyebut keamanan negara-negara Barat jauh lebih penting daripada Ukraina yang "tidak dibutuhkan siapa pun".

Medvedev pernah menjadi Presiden Rusia tahun 2008 hingga 2012. Dia dikenal sebagai sekutu dekat Putin.

Beberapa waktu lalu Putin mengatakan akan menggunakan seluruh senjatanya jika Barat terus melakukan "pemerasan nuklir", 

"Jika integritas wilayah kita terancam, kita akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi rakyat kita, ini bukan gertak sambal," kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan melalui televisi, dikutip dari Reuters.

Baca: Rusia Sebut Tak Butuh Senjata Nuklir untuk Capai Tujuannya di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014) (ALEXEY DRUZHININ / RIA-NOVOSTI / AFP)

Putin juga berujar bahwa Rusia memiliki "banyak senjata untuk membalas".

Mantan agen intelijen itu juga menuding beberapa pejabat tinggi NATO telah membuat pernyataan tentang kemungkinan penggunaan senjata pemusnah massal, yakni nuklir, untuk melawan Rusia.

"Kepada mereka yang membuat pernyataan seperti itu tentang Rusia, saya ingin mengingatkan kalian bahwa negara kami juga memiliki berbagai senjata pemusnah massal, dan sebagian lebih modern daripada yang dimiliki negara-negara NATO," kata Putin menjelaskan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved