Zelenskiy Sebut Sudah Ada Hampir 60.000 Tentara Rusia Tewas di Ukraina

Menurut Presiden Ukraina Zelenskiy, warga Rusia telah dibohongi tentang jumlah kematian tentara Rusia di Ukraina.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskiy-diwawancarai.jpg
STR / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengklaim sudah ada hampir 60.000 tentara Rusia yang tewas di Ukraina.

Hal ini dikatakan Zelenskiy melalui pesan video yang diunggah hari Kamis, (29/9/2022).

"Sudah ada 58.500 tentara Rusia yang tewas di Ukraina. Mereka datang untuk membunuh kami dan tewas," ujar Zelenskiy dikutip dari Sky News.

Menurut Zelenskiy, warga Rusia telah dibohongi tentang jumlah kematian tentara Rusia di Ukraina.

"Kalian (warga Rusia) tidak diberi tahu jumlahnya. Kalian dibohongi tentang perkiraan jumlah kematian yang mencapai sekitar 6.000. 58,5!"

Kata dia, Rusia masih bisa menghindari dampak mengerikan perang ini. Syaratnya ialah Presiden Rusia Vladimir Putin harus dihentikan.

"Inilah kenyataannya. Semua dari mereka tewas karena satu orang yang menginginkan perang ini. Hanya satu, yang dilayani banyak orang."

Baca: Cegah Warganya Kabur dari Mobilisasi, Rusia Buka Kantor di Perbatasan

Zelenskiy memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak warga Rusia yang dipanggil ke Ukraina.

"Apakah kalian percaya bahwa mereka hanya akan memanggil 300.000 orang?"

"Orang yang memulai perang ini tidak akan berhenti pada gelombang mobilisasi pertama, akan ada lebih banyak. Dia (Putin) juga akan berupaya mengambil hidup warga lainnya."

Baca: Sekutu Putin: NATO Bakal Ketakutan jika Rusia Lancarkan Serangan Nuklir

Zelenskiy berujar bahwa Putin tidak peduli kepada rakyatnya. "Dia tidak menghormati yang masih hidup maupun yang sudah mati."

"Ada ribuan jasad tentara Rusia dari berbagai daerah yang masih berada di Ukraina. Mereka membusuk di medan perang, mereka disimpan di kamar mayat."

Mengecam referendum

Belakangan ini Zelenskiy giat mencari dukungan internasional untuk melawan rencana aneksasi oleh Rusia.

Wacana aneksasi dipicu oleh referendum yang digelar di empat wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, yakni Donetsk, Luhkansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Baca: Hasil Referendum di Ukraina: Mayoritas Warga Ingin Bergabung dengan Rusia

Seorang wanita memasukkan surat suaranya ke dalam kotak, di Mariupol, Ukraina, (27/9/2022). Referendum digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Seorang wanita memasukkan surat suaranya ke dalam kotak, di Mariupol, Ukraina, (27/9/2022). Referendum digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. (STRINGER / AFP)

Hasil menunjukkan mayoritas warga di sana memilih bergabung dengan Rusia. Namun, Ukraina dan sekutunya meyakini referendum itu hanya "tipu-tipu".

Di sisi lain, Rusia mengatakan referendum itu sudah sesuai dengan hukum internasional. Sebelumnya, Rusia pernah mengadakan referendum untuk menganeksasi wilayah Krimea tahun 2014 silam. Namun, referendum itu tidak diakui dunia.

Untuk mencari dukungan melawan aneksasi, Zelenskiy bahkan menelepon beberapa pemimpin negara/pemerintahan, termasuk pemimpin Inggris, Kanada, Jerman, dan Turki.

"Terima kasih atas dukungan Anda yang nyata dan tegas. Terima kasih karena telah memahami posisi kami," kata Zelenskiy melalui pesan video.

Baca: Putin Bisa Umumkan Aneksasi Wilayah Ukraina Beberapa Hari ke Depan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved