Cegah Warganya Kabur dari Mobilisasi, Rusia Buka Kantor di Perbatasan

Rusia akan memberikan pemberitahuan panggilan wajib militer kepada semua yang memenuhi syarat, tetapi berusaha kabur ke luar negeri.


zoom-inlihat foto
perbatasan-Georgia-Rusia.jpg
Twitter/TpyxaNews
Foto dari satelit Maxar menunjukkan adanya kemacetan hingga 16 km di perbatasan Georgia-Rusia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia kini membuka lebih banyak kantor pendaftaran wajib militer di dekat perbatasan guna mencegah warganya kabur.

Mereka melarikan diri ke luar negeri setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kebijakan mobilisasi sebagian.

Pejabat Rusia mengatakan akan memberikan pemberitahuan panggilan wajib militer kepada semua orang yang memenuhi syarat, tetapi berusaha kabur ke luar negeri.

Dikutip dari News Sky, satu kantor pendaftaran wajib militer telah dibuka di titik pemeriksaan di Ozinki, Saragon, yang menjadi perbatasan antara Rusia dan Kazakhstan.

Selain itu, akan ada pusat pendaftaran yang dibuka di wilayah Astrakhan, juga di perbatasan dengan Kazakhstan.

Baca: Hampir 100.000 Warga Rusia Kabur ke Kazakhstan untuk Hindari Mobilisasi

Awal pekan ini kantor sementara untuk urusan wajib militer telah dibuka di Verkhny, dekat perbatasan Georgia, dan di dekat titik pemeriksaan di Torfyanka, perbatasan antara Rusia dan Finlandia.

Diperkirakan sudah ada lebih dari 194.000 warga Rusia yang melarikan diri ke Georgia, Kazakhstan, dan Finlandia. Sebagian besar kabur dengan mobil, sepeda, dan bahkan dengan berjalan kaki. Adapun Finlandia dilaporkan akan menutup perbatasan tempat masuknya turis Rusia.

Baca: Banyak Warganya Kabur dari Mobilisasi, Rusia Belum Menutup Perbatasan

Kabur ke Kazakhstan

Dilaporkan ada 98.000 warga Rusia telah telah melarikan diri ke Kazakhstan pekan ini. Kemacetan panjang terlihat di Vishnevka yang berada di perbatasan antara Rusia dan Kazakhstan.

Seorang warga Rusia yang kabur ke Georgia mengungkapkan alasannya kabur.

"Yang diumumkan adalah mobilisasi parsial. Namun, berdasarkan dokumen, sepertinya itu mobilisasi penuh," kata seorang warga Rusia yang ingin pergi ke Kazakhstan, dikutip dari Euronews, (29/9/2022).

"Dan pernyataan Presiden [Putin] tidak sesuai dengan apa yang ditulis di surat kabar. Orang-orang berdiri di sini takut bahwa cepat atau lambat mobilisasi penuh akan diumumkan dan tidak akan da yang bisa melewati perbatasan."

Baca: Protes Antimobilisasi di Rusia Berlanjut, Ratusan Orang Ditangkap

Kemacetan di perbatasan Georgia

Selain Kazakhstan, Georgia juga menjadi tujuan warga Rusia yang ingin kabur dari mobilisasi. Lalu lintas di perbatasan antara Rusia dan Georgia bahkan dilaporkan macet parah.

Foto satelit dari Maxar, sebuah perusahaan bermarkas di Amerika Serikat (AS), memperlihatkan adanya kemacetan hingga 16 km. Foto itu turut dibagikan oleh akun Twitter @TpyxaNews pada Selasa pagi, (27/9/2022).

"Dari atas, perbatasan dengan Georgia pada hari ini terlihat seperti ini," demikian takarir pada foto yang diunggah oleh TpyxaNews, dikutip dari Newsweek.

"Foto dari satelit Maxar menunjukkan antrean warga Rusia hingga 16 km. Mobilisasi membuat lebih dari 115.000 orang pergi ke luar negeri."

Pada hari Putin mengumumkan kebijakan mobilisasi, tiket pesawat ke Armenia, Turki, dan Georgia ludes terjual. "Semua tiket penerbangan langsung ke Istanbul dan Yerevan habis terjual dalam beberapa menit setelah Putin berpidato," kata surat kabar Rusia, Lenka, melalui Twitter.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved