Putin Bisa Umumkan Aneksasi Wilayah Ukraina Beberapa Hari ke Depan

Rusia siap menganeksasi empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.


zoom-inlihat foto
Sevastopol-di-Krimea.jpg
ALEXEY DRUZHININ / RIA-NOVOSTI / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) melihat kapal-kapal armada Rusia di Laut Hitam ketika berkunjung ke Sevastopol di Krimea, (9/5/2014)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia siap menganeksasi empat wilayah Ukraina setelah hasil referendum menunjukkan sebagian besar warga di sana ingin bergabung dengan Rusia.

Keempat wilayah tersebut adalah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan mengumumkan proses aneksasi itu beberapa hari ke depan.

Para pejabat Ukraina yang diangkat oleh Moskwa juga telah meminta wilayah yang mereka pimpin untuk dimasukkan ke dalam wilayah Rusia.

"Hasilnya sudah jelas. Selamat datang di rumah, di Rusia!" kata Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dinas Keamanan Rusia, dikutip dari Reuters.

Referendum di keempat wilayah itu telah digelar selama lima hari. Namun, referendum ini dikecam oleh Ukraina dan sekutunya karena hanya dianggap sebagai aksi "tipu-tipu".

Baca: Hasil Referendum di Ukraina: Mayoritas Warga Ingin Bergabung dengan Rusia

Beberapa orang yang lari ke wilayah yang dikuasai Kiev menyebut warga dipaksa memberikan suaranya di bawah todongan senjata. Selain itu, video rekaman memperlihatkan para pejabat membawa kotak suara dari rumah ke rumah dengan ditemani sejumlah orang yang membawa senjata.

Baca: Sekutu Putin: NATO Bakal Ketakutan jika Rusia Lancarkan Serangan Nuklir

"Mereka [pihak Rusia] bisa mengumumkan apa pun yang mereka inginkan. Tidak ada yang memberikan suara dalam referendum ini kecuali beberapa yang membelot. Mereka pergi dari rumah ke rumah, tetapi tidak ada yang keluar," Lyubomir Boyko, warga Golo Pristan, Kherson.

Rusia membantah tudingan Ukraina, dan mengatakan bahwa referendum itu sudah sesuai dengan hukum internasional. Sebelumnya, Rusia pernah mengadakan referendum untuk menganeksasi wilayah Krimea tahun 2014 silam. Namun, referendum itu tidak diakui dunia.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kini giat mencari dukungan internasional untuk melawan aneksasi yang dilakukan Rusia. Dia bahkan menelepon beberapa pemimpin negara/pemerintahan, termasuk pemimpin Inggris, Kanada, Jerman, dan Turki.

"Terima kasih atas dukungan Anda yang nyata dan tegas. Terima kasih karena telah memahami posisi kami," kata Zelenskiy melalui pesan video.

Baca: Banyak Warga Rusia Ingin Kabur, Terjadi Kemacetan hingga 16 Km di Perbatasan

Seorang wanita memasukkan surat suaranya ke dalam kotak, di Mariupol, Ukraina, (27/9/2022). Referendum digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Seorang wanita memasukkan surat suaranya ke dalam kotak, di Mariupol, Ukraina, (27/9/2022). Referendum digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. (STRINGER / AFP)

Amerika Serikat (AS) mengatakan akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada Moskwa sehubungan dengan referendum itu.

"Kami akan terus bekerja sama dengan sekutu dan rekan kami untuk lebih banyak menekan Rusia dan orang-orang serta entitas yang membantu upaya Rusia mencaplok wilayah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Prince.

Uni Eropa juga mempertimbangkan sanksi tambahan untuk Rusia. Namun, negara-negara anggota harus membahasnya terlebih dulu lantaran ada perbedaan pendapat di antara anggota.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved