Irjen Ferdy Sambo Resmi Dipecat dari Polri, Diberhentikan Tidak Hormat dan Dapat Sanksi Etik

Akhirnya Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri) resmi memecat Irjen Ferdy Sambo yang menjadi tersangka pembunhan Brigadir J


zoom-inlihat foto
Irjen-Ferdy-Sambo-usai-dipeKOMPAScomADHYASTA-DIRGANTARA.jpg
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Irjen Ferdy Sambo usai dipecat Polri berdasarkan hasil sidang komisi kode etik Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo resmi dipecat dari Polri.

Pemecatan tersangka pembunuhan berencana Brigadir J ini diputuskan Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri) pada Kamis (25/8/2022).

Ferdy Sambo dijatuhi keputusan pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat ( PTDH).

Keputusan ini adalah hasil sidang komisi kode etik Polri (KKEP) yang digelar sejak pagi hingga Jumat (27/8/2022) dini hari tadi.

Selain itu, suami Putri Candrawathi ini juga dijatuhi sanksi etik dengan dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif penempatan khusus selama 40 hari.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Ahmad Dofiri yang memimpin sidang etik jenderal bintang dua ini di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/8/2022) kemarin.

Baca: Muncul Dugaan Adanya Master Mind Kerajaan Sambo di Polri, Kuasai Lahan Tambang & Judi

Baca: Anggota DPR Fraksi Demokrat Singgung Kerajaan Sambo, Sebut Kapolri Tak Cukup Kuat Tangani Kasusnya

"Pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH sebagai anggota Polri," ujar Ahmad Dofiri.

Sebagai informasi, sidang kode etik yang dilaksanakan kemarin tersebut juga menghadirkan saksi-saksi kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Mulai dari Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf asisten rumah tangga Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo Hadiri Sidang Kode Etik, Pakar Ekspresi: Kok Bisa Sesantai Itu

Pakar ekspresi Kirdi Putra menyoroti ekspresi Ferdy Sambo saat menjalani sidang kode etik di TNCC Divisi Propam Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2022).

“Samping bibir, di bagian bawah mata, itu terlihat loose. Jadi tidak tampak ada sesuatu tarikan tegang. Jadi bisa ditarik analisa bahwa dia (Ferdy Sambo) dalam kondisi jauh lebih santai dibanding sebelumnya (saat muncul pertama kali),” papar Kirdi.

Irjen Ferdy Sambo hadir di ruang sidang komisi kode etik Polri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/8/2022).
Irjen Ferdy Sambo hadir di ruang sidang komisi kode etik Polri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/8/2022). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA))

Tak hanya itu, Kirdi juga menyebut Sambo tenang dan santai terlihat dari posisi duduk mantan Kadiv Propam saat berada di ruang sidang.

“Tapi posisi duduknya terlalu santai buat saya untuk berhadapan dengan sidang dengan rekan-rekan yang pangkatnya lebih tinggi,” ujarnya.

Namun, di balik gestur tenang dan santai Ferdy Sambo, Kirdi justru mempertanyakan beberapa hal.

“Kasus ini sangat besar lho dan menyeret 80 lebih (personel). Dengan hal ini, kok bisa sesantai itu. Ada apakah? Ini masih punya kartu turf kah? atau memang ada sesuatu yang membuat dia santai dan tidak khawatir akan konsekuensi besar yang akan menimpa dia,” kata Kirdi.

Kirdi pun membandingkan dengan ekspresi Sambo kala pertama kali muncul pada 4 Agustus 2022 lalu.

Dia mengungkapkan kala itu Ferdy Sambo terlihat tegang saat mendengar dari intonasi suaranya saat berbicara di depan awak media.

“Dengan cara penekanan intonasi kata-kata yang disampaikan, itu juga salah satu pendukung dia saat itu dalam kondisi tidak santai,” papar Kirdi.

Dari perbandingan tersebut, Kirdi mengatakan adanya perbedaan signifikan pada Ferdy Sambo.

Baca: Ferdy Sambo Belum Ditunjukkan kepada Publik, Kapolri: Ini Bagian dari Strategi

Baca: Kapolri Beri Instruksi Keputusan Sidang Etik Ferdy Sambo Harus Langsung Ditentukan Hari Ini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved