Beredar Isu Polisi Bantu Polisi dalam Kasus Brigadir J, Irjen Aryanto Sutadi Beri Bantahan Begini

Isu tak sedap terkait kasus baku tembak antar polisi hingga menewaskan Brigadir J disebut polisi bantu polisi, irjen Aryanto berikan jawaban ini


zoom-inlihat foto
Mantan-Irjen-Pol-Aryanto-S.jpg
Kolase Tribunnews Dan Youtube Polisi Oh Polisi
Mantan Irjen Pol Aryanto Sutadi memberikan pandangan publik soal kinerja polisi di kasus Brigadir J yang disebut polisi pasti lindungi polisi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus baku tembak antar polisi yang melibatkan Brigadir J dan Bharada E kian membuat publik penasaran.

Lantaran kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J ini menampilkan banyak kejanggalan.

Mulai dari bekas luka pada tubuh Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat hingga pencopotan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Oleh sebab itulah masyarakat meminta agar pihak kepolisian transparan dan adil dalam kasus ini.

Dalam Youtube Polisi Oh Polisi, Rabu (20/7/2022), Mantan Irjen Pol Aryanto Sutadi, menebak kalau publik menilai sesama polisi saling melindungi.

"Yang jelas selama ini yah sudah umum lah publik itu, karena ini kejadian diluar polisi sendiri," kata Aryanto.

"Publik selalu berpendapat wah ini kalau kejadian, di lingkungan polisi itu dari pengalaman dulu pasti polisi melindungi teman temannya itu," lanjutnya.

Sementara itu, Irjen Edward Aritonang menilai kalau kredibilitas polisi diuji.

"Disinilah kredibilitas polisi diuji, kita tunjukan," jawabnya.

Baca: Pihak Keluarga Brigadir J Minta 2 Polisi Ini Ikut Dinonaktifkan Seperti Ferdy Sambo, Siapa ?

Baca: Keluarga Brigadir J Minta 2 Perwira Dinonaktifkan, Tak Hanya Ferdy Sambo

Edward Aritonang juga mempersilahkan masyarakat untuk beranggapan miring pada polisi.

"Masyarakat boleh beranggapan tetapi kami tetap profesional, profesionalitas polisi didukung pemeriksaan tkp, yang menggunakan kaidah saintifik," jelas Edward.

Diyakinkan Aryanto Sutadi kalau publik berpikir negatif.

"Ini kejaran publik pasti ke situ, yang terjadi gitu, walaupun itu tidak boleh terjadi," imbuh dia.

Aryanto juga mengungkapkan, lapor melapor adalah hal biasa.

"Otomatis pasti akan melapor balik,dalam lapor melapor itu saya kira dari pengalaman penyidik,sudah hal biasa," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebut adanya sejumlah kejanggalan pada kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).

Hal tersebut diungkap langsung oleh Wakil Koordinator Kontras Rivanlee Anandar dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2022).

"(Pertama) terdapat disparitas waktu yang cukup lama," kata Rivanlee.

Terlebih, pengungkapan insiden tersebut ke publik baru dilakukan dua hari usai kejadian terjadi.

Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J.(TRIBUN/ISTIMEWA)
Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J.(TRIBUN/ISTIMEWA) (Istimewa)

Kedua, kronologi yang dijelaskan pihak kepolisian dinilai berubah-ubah.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved