Ditembak di Kepala, Penyanyi Afghanistan Fawad Andarabi Tewas di Tangan Taliban

Fawad Andarabi dibunuh beberapa hari setelah kelompok fundamentalis Islam menyatakan bahwa "musik dilarang dalam Islam,".


zoom-inlihat foto
Pejuang-Taliban-berjaga-di-luar-bandara-di-Kabul-pada-31-Agustus-2021.jpg
Wakil KOHSAR / AFP
Pejuang Taliban berjaga di luar bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun yang brutal -- perang yang dimulai dan diakhiri dengan kekuasaan kelompok Islam garis keras.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Penyanyi folk Afghanistan Fawad Andarabi diseret dari rumahnya dan dibunuh oleh Taliban di provinsi pegunungan yang berkelok di utara Kabul, Jumat (27/8/2021).

Fawad Andarabi dibunuh beberapa hari setelah kelompok fundamentalis Islam menyatakan bahwa "musik dilarang dalam Islam,".

Keluarga Fawad Andarabi mengatakan kepada Associated Press bahwa dia ditembak mati pada hari Jumat.

Saat itu ada petuga ke rumahnya setelah sebelumnya menggeledah bahkan minum teh bersamanya.

Putranya, Jawad mengatakan jika ayahnya itu dibunuh kelompok Taliban Lembah Andarab di provinsi Baghlan utara.

Baca: Bukan Taliban, Warga Afghanistan Lebih Takut Kesulitan Beri Makan dan Pendidikan Keluarga

Baca: Lama Bersembunyi, Pemimpin Tertinggi Taliban Bakal Segera Muncul ke Publik

Penyanyi folk Afganistan Fawad Andarabi dilaporkan diseret dari rumahnya dan dieksekusi oleh Taliban setelah mereka melarang musik.
Penyanyi folk Afganistan Fawad Andarabi dilaporkan diseret dari rumahnya dan dieksekusi oleh Taliban setelah mereka melarang musik. (Twitter)

“Mereka menembaknya di kepala di pertanian,” ujarnya.

“Dia tidak bersalah, seorang penyanyi yang hanya menghibur orang,” kata Jawad.

Fawad Andarabi sering memainkan kecapi yang disebut ghichak dan menyanyikan lagu-lagu tradisional tentang negaranya.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada AP bahwa gerilyawan akan menyelidiki insiden itu.

Tetapi tidak memiliki rincian lain tentang pembunuhan di daerah sekitar 60 mil utara Kabul tersebut.

Itu terjadi hanya beberapa hari setelah Mujahid mengatakan bahwa musik dilarang dalam sebuah wawancara dengan New York Times.

Baca: Taliban: Afganistan Sekarang Negara yang Bebas dan Berdaulat

Baca: Taliban Jaga Ketat Bandara setelah Pasukan NATO Tinggalkan Afganistan

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid (kiri) memberi isyarat saat dia berbicara selama konferensi pers pertama di Kabul pada 17 Agustus 2021 setelah pengambilalihan Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid (kiri) memberi isyarat saat dia berbicara selama konferensi pers pertama di Kabul pada 17 Agustus 2021 setelah pengambilalihan Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban. (Hoshang Hashimi / AFP)

Sama seperti selama pemerintahan brutal kelompok itu dari tahun 1996 hingga 2001.

Selama waktu itu, Taliban melarang sebagian besar bentuk musik karena dianggap tidak Islami.

“Musik dilarang dalam Islam,” kata Mujahid kepada surat kabar itu.

“Kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, daripada menekan mereka,” lanjutnya.

Mantan menteri dalam negeri Afghanistan, Masoud Andarabi membagikan rekaman penyanyi tersebut melalui Twitternya.

Ia mengatakan bahwa Fawad Andarabi "dibunuh secara brutal" hanya karena "membawa kegembiraan ke lembah ini dan orang-orangnya."

Baca: Taliban Rayakan Kemenangan Setelah Pasukan AS Meninggalkan Afghanistan, Sebut Kemerdekaan Penuh

Baca: Taliban Berkuasa, Semua Pekerja Wanita Afghanistan Dilarang Keluar Rumah

Pejuang Taliban berjalan di gerbang masuk utama bandara Kabul di Kabul pada 28 Agustus 2021, setelah pengambilalihan militer Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban.
Pejuang Taliban berjalan di gerbang masuk utama bandara Kabul di Kabul pada 28 Agustus 2021, setelah pengambilalihan militer Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban. (WAKIL KOHSAR / AFP)

"Saat dia bernyanyi di sini 'lembah kita yang indah .... tanah nenek moyang kita' tidak akan tunduk pada kebrutalan Taliban," tweetnya.

Karima Bennoune, pelapor khusus PBB untuk hak budaya, mengatakan dia "sangat prihatin" atas pembunuhan Andarabi.

"Kami menyerukan kepada pemerintah untuk menuntut Taliban menghormati #hak asasi #artis," tweetnya.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved