TRIBUNNEWSWIKI.COM - Semua pekerja wanita Afghanistan kini diharuskan untuk tinggal di rumah sementara oleh Taliban.
Aturan tersebut diberlakukan hingga sistem yang tepat ditetapkan untuk memastikan keamanan mereka.
"Ini benar-benar prosedur sementara," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers di Kabul pada Selasa (24/8/2021), dikutip dari BBC pada Rabu (25/8/2021).
Kini, sudah sembilan hari Taliban mengambil penuh kekuasaan negara.
Taliban dicurigai akan kembali menerapkan aturan Islam versi keras yang pernah mereka lakukan sebelum digulingkan pada 2001.
Mengenai situasi tersebut, dia menegaskan bahwa pembatasan apa pun tak akan berlangsung lama.
"Pasukan keamanan kami tidak terlatih (dalam) bagaimana menangani wanita, bagaimana berbicara dengan wanita," kata Mujahid.
"Sampai kami memiliki keamanan penuh...kami meminta wanita untuk tinggal di rumah," lanjutnya.
Sejak Taliban menguasai Afghanistan, mereka menjanjikan hak-hak bagi wanita dan anak perempuan, serta kebebasan berbicara.
Namun PBB menyangsikan hal tersebut.
Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet pada Selasa (24/8/2021) mengatakan,hak-hak wanita Afghanistan berada di dalam kondisi mengkhawatirkan.
Bachelet mengaku telah menerima laporan perekrutan tentara anak dan eksekusi oleh Taliban.
Sementara itu, dalam konferensi pers di Kabul pada Selasa (24/8/2021), juru bicara Taliban membahas evakuasi yang dipimpin AS dari ibu kota Kabul.
Pasukan AS sejauh ini telah mengevakuasi 58.700 orang dari bandara Kabul yang dikendalikan AS.
Evakuasi tersebut harus berakhir pada 31 Agustus, seperti ditegaskan oleh Mujahid.
Nasib Fans K-Pop di Afghanistan Sejak Dikuasai Taliban
Kondisi yang tak menentu di Afghanistan berdampak ke sejumlah hal.
Sejak Taliban menguasai pemerintahan, penggemar K-Pop di Kota Kabul, Afghanistan, harus menyembunyikan album idol mereka.
Warga Afghanistan berada dalam kondisi tidak aman karena Taliban.
Hal tersebut diungkap oleh seorang penduduk Afghanistan yang masih berusia 18 tahun.