Peristiwa Merah Putih

Peristiwa Merah Putih merupakan sebuah peristiwa penyerbuan markas militer Belanda yang berada di Teling, Manado pada tanggal 14 Februari 1946.


zoom-inlihat foto
Monumen-Perjuangan-Merah-Putih-Sanga-Sanga.jpg
commons.wikimedia.org
Peristiwa Merah Putih merupakan sebuah peristiwa penyerbuan markas militer Belanda yang berada di Teling, Manado pada tanggal 14 Februari 1946.

Peristiwa Merah Putih merupakan sebuah peristiwa penyerbuan markas militer Belanda yang berada di Teling, Manado pada tanggal 14 Februari 1946.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peristiwa Merah Putih merupakan sebuah peristiwa penyerbuan markas militer Belanda yang berada di Teling, Manado pada tanggal 14 Februari 1946.

Berbagai himpunan rakyat di Sulawesi Utara, seperti pasukan KNIL dari kalangan pribumi, barisan pejuang, dan laskar rakyat berusaha merebut kembali kekuasaan atas Manado, Tomohon, dan Minahasa.

Perebutan kembali kekuasaan tersebut ditandai dengan pengibaran bendera merah putih di atas gedung tangsi militer Belanda.

Kejadian tersebut merupakan wujud dari perlawanan rakyat Sulawesi Utara dalam mempertahankan kemerdekaannya.

Selain itu, upaya ini dilakukan untuk menolak adanya provokasi tentara Belanda yang menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hanya untuk Pulau Sumatera dan Jawa saja. (1)

Baca: KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger)

Peristiwa Merah Putih
Peristiwa Merah Putih (kemdikbud.go.id)

  • Latar Belakang


Kabar mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia baru terdengar oleh rakyat di Sulawesi Utara pada tanggal 21 Agustus 1945.

Setelah mendengar berita tersebut, mereka segera mengibarkan bendera merah putih pada setiap area dan menduduki kantor-kantor yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Jepang.

Akan tetapi, pada awal Oktober 1945, tentara Sekutu bersama dengan NICA datang ke Sulawesi Utara.

Hadirnya para pasukan Belanda ini telah mengubah suasana di Sulawesi Utara menjadi ricuh kembali.

Meski demikian, rakyat Manado tidak menanggapinya dan tak ada perlawanan dari mereka, sehingga Manado berhasil dikuasai kembali oleh tentara Sekutu dan NICA.

Mengetahui situasi tersebut, Letnan Kolonel Charles Choesj Taulu, pemimpin militer, bersama Sersan SD Wuisan menegrahkan pasukannya untuk mengambil alih markas pusat militer Belanda.

Aksi perebutan kekuasaan itu telah direncanakan dan disusun sejak 7 Februari 1946, dibantu oleh seorang politisi kalangan sipil, Bernar Wilhelm Lapian. (2)

Baca: Bernard Wilhelm Lapian

Baca: NICA (Netherlands Indies Civil Administration)

Bernard Wilhelm Lapian
Bernard Wilhelm Lapian (net)

  • Pengibaran Merah Putih


Peristiwa penyerbuan tersebut menemukan puncaknya pada tanggal 14 Februari.

Namun, sebelum itu, para pemimpin pasukan telah lebih dulu tertangkap oleh tentara Belanda, termasuk C Taulu dan Wuisan.

Akibatnya, pimpinan dalam perencanaan pemberontakan ke tangsi militer Belanda digantikan oleh Komando Mambi Runtukahu, pemimpin anggota KNIL dari orang Minahasa.

Akhirnya, pasukan Indonesia yang dibantu oleh rakyat Manado lainnya berhasil membebaskan C Taulu dan Wuisan serta beberapa pemimpin lain yang sedang ditawan.

Setelah semua bebas, pertempuran kembali berlanjut, dimana puncak penyerbuannya ditandai dengan perobekan bendera Belanda yang awalnya berwarna merah, putih, dan biru menjadi merah dan putih.

Kemudian, bendera merah putih segera dikibarkan di atas gedung markas Belanda.

Sementara para pimpinan pasukan Belanda pun berhasil ditangkap, yaitu Letnan Verwaayen, pimpinan tangsi militer dan Kapten Blom, pemimpin garnisun Manado.

Keberhasilan tersebut akhirnya mengantarkan rakyat Manado dalam pendudukan kekuasaannya kembali. (2)

Baca: Pertempuran Padang Area

  • Akhir Pertempuran


Pada awal Maret 1946, kapal perang Belanda Piet Hein dengan membawa pasukan sekitar satu batalyon mendatangi Manado.

Kedatangan tersebut kemudian disambut baik oleh pasukan KNIL yang memihak pada Belanda.

Lalu pada tanggal 11 Maret, para pimpinan gerakan merah putih diundang ke kapal Belanda untuk melakukan perundingan.

Namun, rupanya undangan tersebut bertujuan untuk menahan para pimpinan rakyat Sulawesi Utara.

Hal itu merupakan siasat tentara Belanda untuk bisa melemahkan pergerakan pejuang rakyat sehingga dapat mengambil alih kembali wilayah Sulawesi Utara. (1)

Baca: Pertempuran Laut Aru

Baca: Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Peristiwa Merah Putih
Tanggal 14 Februari 1946
Lokasi Teling, Manado, Sulawesi Utara
Pihak Pejuang Merah Putih, tentara KNIL dan NICA (Belanda)
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved