Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

Gerakan Aceh Merdeka atau GAM (Geurakan Acèh Meurdèka) merupakan suatu gerakan separatisme bersenjata yang berujuan agar Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.


zoom-inlihat foto
Bendera-Aceh-Merdeka.jpg
Wikipedia
Gerakan Aceh Merdeka atau GAM (Geurakan Acèh Meurdèka) merupakan suatu gerakan separatisme bersenjata yang berujuan agar Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerakan Aceh Merdeka atau GAM (Geurakan Acèh Meurdèka) merupakan suatu gerakan separatisme bersenjata yang berujuan agar Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gerakan Aceh Merdeka atau GAM (Geurakan Acèh Meurdèka) merupakan suatu gerakan separatisme bersenjata yang berujuan agar Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerakan ini juga dikenal dengan sebutan Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF).

Konflik antara pemerintah RI dan GAM ini dilatarbelakangi karena adanya perbedaan keinginan yang telah berlangsung dari tahun 1976 dan menimbulkan korban hampir sekitar 15.000 jiwa.

Gerakan Aceh Merdeka dipimpin oleh Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade dimana ia bermukim di Swedia dan juga berkewarganegaraan Swedia.

Pada tanggal 2 Juni 2010, ia mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, tepat sehari sebelum ia meninggal dunia di Banda Aceh. (1)

Baca: Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)

Baca: Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

Seratusan mantan kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh menggelar upacara pengibaran bendera bulan bintang dalam rangka memperingati hari milad ke 40 di kawasan pegunungan Aceh Jaya, Minggu (04/12/16).
Seratusan mantan kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh menggelar upacara pengibaran bendera bulan bintang dalam rangka memperingati hari milad ke 40 di kawasan pegunungan Aceh Jaya, Minggu (04/12/16). (Kompas.com)

  • Latar Belakang


Konflik yang berlangsung di Aceh ini diakibatkan karena beberapa hal, yang meliputi perbedaan pendapat mengenai hukum Islam, ketidakpuasan atas distribusi sumber daya alam Aceh, serta peningkatan jumlah orang Jawa di Aceh.

Konflik GAM ini terjadi dalam tiga tahapan, yaitu pada tahun 1977, 1989, dan 1998.

Namun sebelumnya, pada 4 Desember 1976, pemimpin GAM, Hasan di Tiro bersama beberapa pengikutnya melayangkan perlawanan terhadap pemerintah RI.

Awal perlawanan itu mereka lakukan di perbukitan Halimon di kawasan Kabupaten Pidie, hingga akhirnya konflik antara pemerintah RI dengan GAM terus berlanjut. (2)

Baca: Teungku Hasan Muhammad di Tiro

  • Sejarah


1977

GAM pertama kali mengibarkan bendera perang dengan melakukan gerilya, yang pada akhirnya mengalami kegagalan karena berhasil dinetralisir oleh pemerintah pusat.

1989

Pada tahun tersebut, GAM nlai memperbarui aktivitasnya dengan mengerahkan sekitar 1.000 tentara yang didukung oleh Libya dan Iran.

Pelatihan yang didapatkan dari luar negeri ini menandakan bahwa tentara GAM sudah jauh lebih tertata dan terlatih dengan baik.

Karena adanya ancaman terbaru tersebut, Aceh dinyatakan sebagai Daerah Operasi Militer Khusus (DOM).

Desa-desa yang diduga menampung para anggota GAM dibakar serta anggota keluarga tersangka diculik dan disiksa.

Dipercaya, terdapat sektar 7.000 pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama DOM berlangsung.

1998

Di tahun ini, Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, yang kemudian digantikan oleh Presiden Jusuf Habibie.

Ketika Habibie memimpin, ia menarik pasukan dari Aceh untuk memberi ruang bagi GAM dalam membangun kembali organisasinya.

Namun, pada tahun 1999, kekerasan malah semakin meningkat dengan adanya pemberontakan terhadap pejabat pemerintah dan penduduk Jawa yang didukung oleh penyelundupan senjata besar-besaran dari Thailand oleh GAM.

Memasuki tahun 2002, kekuatan militer dan polisi di Aceh semakin berkembang menjadi sekitar 30.000 pasukan.

Setahun setelahnya, jumlah pasukan semakin melonjak mencapai 50.000 orang.

Atas peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh GAM tersebut, mengakibatkan sebanyak ribuan warga sipil yang menjadi korban.

Demi mengatasi kekacauan tersebut, pemerintah melancarkan serangan besar-besaran pada tahun 2003 di Aceh, di mana keberhasilan semakin nampak. (2)

  • Penyelesaian


Pada tanggal 26 Desember 2004, bencana gempa bumi dan tsunami besar menimpa Aceh, sehingga memaksa para pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan sesuai inisiasi dan mediasi dari pihak internasional.

Kemudian, pada 27 Februari 2005, pihak GAM dan pemerintah RI memulai langkah perundingan di Vantaa, Finlandia.

Setelah berunding selama 25 hari, kemudian pada 17 Juli 2005, tim perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM.

Pada 15 Agustus 2005, kesepakatan damai ditandantangani dan proses perdamaian selanjutnya dipantau oleh tim Aceh Monitoring Mission (AMM) yang beranggotakan lima negara ASEAN.

Sebanyak 840 senjata GAM secara keseluruhan diserahkan kepada AMM pada 19 Desember 2005.

Selanjutnya, pada 27 Desember, GAM melalui juru bicara militernya, Sofyan Dawood, menyatakan bahwa sayap militer Tentara Neugara Aceh (TNA) secara resmi telah dibubarkan. (2)

Baca: Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Baca: Pemberontakan Andi Azis

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Gerakan Aceh Merdeka
Awal Gerakan 4 Desember 1976
Ketua Umum Hasan di Tiro
Kantor Pusat Eisenach, Germany
Ideologi Nasionalisme Aceh


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved