Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)

Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) adalah suatu organisasi pergerakan nasional yang berdiri pada tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta pada masa kolonial Belanda.


zoom-inlihat foto
muhammad-yamin.jpg
Istimewa/DOKUMENTASI HARIAN KOMPAS
Muhammad Yamin, salah satu tokoh pemuda Perumus Pancasila

Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) adalah suatu organisasi pergerakan nasional yang berdiri pada tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta pada masa kolonial Belanda.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) adalah sebuah organisasi pergerakan nasional yang berdiri pada tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta pada masa kolonial Belanda.

Gerindo berusaha memperjuangkan hak-hak masyarakat pribumi Indonesia secara kooperatif melalui program politik, sosial, dan ekonomi.

Para tokoh yang terlibat dalam organisasi ini antara lain Adnan Kapau Gani, Muhammad Yamin, Amir Sjarifuddin, Ki Sarmidi Mangunsarkoro, Nyonoprawoto, Sartono, dan Wilopo.

Karena terbuka untuk masyarakat umum, Partai Gerindo menerima anggota dari berbagai masyarakat, seperti peranakan Arab, peranakan Tionghoa, hingga peranakan Eropa.

Pembentukan Gerindo bertujuan untuk mencapai Indonesia Merdeka, memperkokoh ekonomi Indonesia, mengangkat kesejahteraan kaum buruh, serta memberi bantuan bagi kaum pengangguran. (1)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Muhammad Yamin

Baca: Amir Syarifuddin

Kolase foto Amir Syarifuddin Harahap
Kolase foto Amir Syarifuddin Harahap (Kolase Tribunnewswiki.com, foto dari Koleksi KITLV (CC By))

  • Sejarah


Dalam era pergerakan nasional tahun 1930, banyak bermunculan organisasi pergerakan yang dibentuk.

Misalnya, Partai Nasional Indonesia (PNI) yang berdiri pada tahun 1927, yang kemudian pada tahun 1931 terpecah menjadi Partindo yang dipimpin oleh Soekarno dan PNI Baru yang dipimpin oleh Mohammad Hatta.

Kedua partai ini dianggap membahayakan pemerintah Belanda sehingga ditekan melalui berbagai cara, seperti pembatasan kebebasan berbicara dalam rapat-rapat, dilaksanakannya hak luar biasa Gubernur Jenderal (exorbitantrechten) dan adanya larangan untuk mengadakan rapat dan berkumpul yang berlaku di seluruh Hindia Belanda.

Kebijakan tersebut menjadikan gerakan nonkoperatif (Partindo dan PNI Baru) menjadi tidak berdaya dan berujung pada pembubaran Partindo pada bulan November 1936.

Selain itu, partai PNI-Baru mengalami kelumpuhan sehingga gerakan nonkooperatif tak bisa bergerak.

Kandasnya gerakan nonkoperatif memunculkan pemikiran baru, yaitu agar azas perjuangan nonkooperasi diganti dengan asas kooperasi.

Setelah pembubaran Partindo, banyak anggotanya yang kehilangan sarana perjuangan.

Namun, di sisi lain Partai Indonesia Raya (Parindra) yang cenderung kooperatif dianggap kurang sesuai.

Kemudian pada tahun 1937, sejumlah tokoh Partindo mendirikan organisasi baru bernama Gerindo, dengan tokoh-tokoh yang tergabung, di antaranya Sartono, Sanusi Pane, dan Muhammad Yamin.

Organisasi ini merupakan kelanjutan dari Partindo yang bersifat revolusioner, tetapi tetap sesuai dengan situasi politik dan berdasarkan pada asas kooperasi.

Bercorak internasional dan sosialis, serta menentang faham fasisme, Gerindo dinilai memiliki pendirian yang lebih tegas, sekalipun bersifat kerja sama.

Organisasi pergerakan ini juga berupaya mewujudkan suatu pemerintahan negara yang memberikan kemerdekaan politik, sosial, dan ekonomi bagi rakyat. (1)

Baca: Partai Nasional Indonesia (PNI)

Baca: Suishintai (Barisan Pelopor)

  • Perjuangan


Aktivitas Gerindo berfokus pada keberhasilan dalam bidang politik, sosial dan ekonomi yang dinilai sebagai kunci utama untuk memperoleh kesejahteraan dan kemerdekaan.

Dalam bidang politik, Gerindo aktif melakukan tuntutan-tuntutan demokratisasi pemerintahan Indonesia dalam forum Volksraad, serta mendukung pembuatan petisi Soetardjo yang akan diajukan kepada Kerajaan Belanda.

Pada tahun 1939, Gerindo bergabung bersama Gabungan Politik Indonesia (GAPI) guna menyatukan pandangan dan gerakan bersama partai-partai politik lain di Indonesia. 

Di bidang sosial, Gerindo aktif membantu sekolah-sekolah nasional untuk memberantas buta huruf di kalangan masyarakat pribumi Indonesia, serta mendirikan perkumpulan pemuda bernama Barisan Pemuda Gerindo.

Sementara dalam bidang ekonomi, Gerindo membentuk perkumpulan yang bernama Penuntun Ekonomi Rakyat Indonesia (PERI).

Tujuan pembentukan perkumpulan ini adalah memajukan ekonomi masyarakat pribumi Indonesia melalui program pendidikan dan pelatihan ekonomi. (2)

Baca: Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda)

Baca: Gabungan Politik Indonesia (GAPI)


(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Dibentuk 24 Mei 1937
Pendiri Sartono, Sanusi Pane, Muhammad Yamin
Ketua Umum Adnan Kapau Gani
Ideologi Nasionalisme


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved