Kehidupan Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Teungku Hasan Muhammad di Tiro merupakan deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau yang akrab dipanggil Hasan Tiro lahir di Pidei, Nanggroe Aceh Darussalam pada 25 September 1925.
Hasan Tiro merupakan anan kedua dari pasangan Tengku Pocut Fatimah dan tengku Muhammad Hasan.
Hasan Tiro juga merupakan cicit dari Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro atau Tengku Chik di Tiro seorang pahlawan nasional dari Pedir.
Hasan Tiro menempuh pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.
Hasan Tiro juga memperoleh gelar doctor di bidang hukum internasional dari Columbia University.
Hasan Tiro pernah terlibat aktif dalam berbagai organisasi ke-Indonesiaan sebelum berangkat ke Amerika pada 1950.
Bersama dengan abangnya, Zainal Abidin, hasa tiro terlibat aktif dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI).
Hasan Tiro bahkan pernah menjabat Ketua Muda PRI di Pidie pada 1945.
Hasan tiro menikah dengan wnita bernama Dora, seorang warga Amerika Serikat keturunan Yahudi yang kemudian memeluk Islam.
Dari perkawinannya tersebut, Hasan Tiro memiliki seorang anak laki-laki bernama Karim di Tiro. (3)
Hasan Tiro meninggal pada 3 Juni 2010 di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh. (4)
Rekam jejak #
Semasa hidupnya, Hasan Tiro pernah menjadi orang kpercayaan Waperdam Sjafruddin Prawiranegara, lalu dikirim pemerintah Indonesia menjadi staf Atase Penerangan di kantor Peroetoesan tetap Pemerintah Republik Indonesia (PTRI) di New York, AS.
Sikap Hasan Tiro terhadap Indonesia berubah ketika terjadi kemelut politik yang disebabkan oleh Teungkeu Daud Beureh, salah seorang ilama Aceh yang memproklamirkan pemberontakan DI/TII di bawah pimpinan SM Kartosoewiryo.
Saat itu, Hasan Tiro meminta Ali Sastroamidjojo untuk menghentikan serangan bersenjata di Aceh.
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Teungku Cik Di Tiro
Baca: 17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Ali Sastroamidjojo
Hasan Tiro juga turut mengultimatum pemerintahan Soekarno agar tidak memerangi DI/TII pimpinan Daud Beureueuh.
Selain itu, Hasan Tiro juga mengancam akan membahas hal ini dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. (2)
Hasan Tiro kemudian menerima penunjukkan dirinya oleh Tengku Daud beureuh, tokoh penggerak DI/TII, sebagai Duta Besar Darul Islam Aceh yang berkuasa penuh untuk PBB.
Namun, Sekjen PBB menolak penyerahan mandat itu.
Hasan Tiro berkenan menerima mandat tersebut setelah ultimatumnya kepada petinggi Indonesia, Ali Sastroamidjojo, pada 1 September 1950 tidk mendapatkan respon.
Hasan Tiro meminta Ali Sastroamidjojo agar menindak serdadu yang menembaki 192 penduduk sipil di kawasan Pulot Cot Jeumpa, Aceh Besar, dan mengakui tindakan itu sebagai genosida. (1)
Ada empat poin tuntutan yang diajukan oleh Hasan Tiro yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia saat itu, diantaranya adalah perwakilan diplomatik bagi Republik Islam Indonesia di seluruh dunia, termasuk di PBB, benua Amerika, Asia dan seluruh negara-negara Islam. (2)
peringatan-peringatan yang diberikan oleh Hasan Tiro tersebut membuat paspor diplomatiknya dicabut oleh Ali Sastroamidjojo.
Hal tersebut menyebabkan Hasan Tiro sempat menjadi seseorang tanpa kewarganegaraan, sampai akhirnya ada dua senator AS yang menjamin dan membayar denda untuk menebusnya.
Hasan Tiro kemudian memperoleh status permanent resident di New York dan tinggal di sana sebelum akhirnya menetap di Swedia.
Hasan Tiro kembali ke Aceh pada 1975 dan setahun kemudian ia mendeklarasikan Aceh Merdeka di Gunung Halimon, Pidie pada 4 Desember 1976. (1)
Mendapatkan kembali status sebagai WNI #
Sehari sebelum Hasan Tiro meninggal, pemerintah Indonesia resmi memulihkan status WNI Hasan Tiro.
Surat itu disampaikan Menkopolhukkam Djoko Suyanto kepada perwakilan mantan petinggi GAM, Malik Mahmud dan kerabat dekat Tiro, di Banda Aceh.
Dalam surat itu disebutkan salah satu pertimbangannya, yaitu alasan kemanusiaan, khusus dan politik.
Pertimbangan lainnya adalah nota kesepahaman damai antara Indonesia dan GAM.
Sebelumnya, Hasan Tiro memegang kewarganegaraan Swedia sejak 1979. (1)
(Tribunnewswiki.com/ Ami heppy)
| Nama | Teungku Hasan Muhammad di Tiro |
|---|
| Lahir | Pidei, Nanggroe Aceh Darussalam pada 25 September 1925 |
|---|
| Profesi | Diplomat, politisi, sejarawan, ideolog |
|---|
| Istri | Dora |
|---|
| Anak | Karim di Tiro |
|---|
| Meninggal | 3 Juni 2010 |
|---|
Sumber :
1. www.tribunnews.com
2. portalsatu.com
3. aceh.tribunnews.com
4. www.bbc.com