Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemberontakan Andi Azis merupakan pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Azis, seorang mantan perwira KNIL, pada 5 April 1950 di Makassar.
Tindakan itu dilakukan untuk mempertahankan posisi Negara Indonesia Timur yang enggan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Andi Azis beranggapan bahwa para perwira APRIS (ABRI) (dari kalangan mantan anggota KNIL) harus bertanggung jawab atas gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Negara Indonesia Timur yang dinilai didalangi oleh pemerintah.
Pemberontakan ini dilakukan di bawah pimpinan Kapten Andi Azis, seorang mantan perwira tentara Hindia Belanda, KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) yang baru saja bergabung di APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat).
Pemberontakan ini ia lakukan karena menolak masuknya pasukan APRIS dan ingin mempertahankan keutuhan Negara Indonesia Timur. (1) (2)
Baca: Dwifungsi ABRI
Baca: KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger)
Latar Belakang #
Andi Azis merupakan seorang mantan perwira KNIL yang bergabung menjadi perwira APRIS (ABRI), dan selanjutnya diterima sebagai perwira APRIS.
Pelantikannya disaksikan oleh Letkol Ahmad Yunus Mokoginta yang merupakan Panglima Tentara Teritorium Negara Indonesia Timur.
Namun, Andi Azis justru menggerakkan pasukannya yang terdiri atas mantan perwira KL/KNIL lainnya untuk menyerang markas APRIS dan menyandera sejumlah perwira APRIS, termasuk Letkol A. Y. Mokoginta sendiri.
Setelah berhasil menguasai Makassar, Andi Azis menyatakan bahwa Negara Indonesia Timur harus dipertahankan.
Ia menuntut agar para perwira APRIS (dari kalangan mantan anggota KNIL) harus bertanggung jawab terhadap gangguan keamanan di wilayah Indonesia Timur yang menurutnya didalangi oleh pemerintah. (1)
Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Republik Indonesia Serikat
Kronologi #
Pada 5 April 1950 pukul 05.00, Andi Azis bersama para perwira APRIS (mantan anggota KNIL) atau disebut Pasukan Bebas yang dibantu Koninklijke Leger (Pasukan Belanda) dan KNIL menyerang markas APRIS di Makassar.
Mereka juga menyandera sejumlah perwira APRIS, termasuk Letkol Ahmad Yunus Mokoginta.
Andi Azis dan pasukannya juga melakukan penyerangan serta menduduki tempat-tempat vital di Makassar.
Kota Makassar berada dalam kondisi yang begitu menegangkan akibat perang yang sedang terjadi antara APRIS yang dipimpin Andi Azis dengan KL-KNIL.
Pada tanggal 8 April 1950, pemerintah merancang ultimatum yang meminta Andi Azis untuk segera datang ke Jakarta.
Jika Andi Azis tidak mematuhi ultimatum tersebut, Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan mengebom Kota Makassar.
Dalam ultimatum pemerintah tersebut, Andi Azis juga diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam waktu 4 x 24 jam.
Namun, ia tetap tidak melaksanakan perintah tersebut.
Setelah batas waktu berakhir, pemerintah mengirimkan pasukan di bawah Kolonel Alex Kawilarang.
Kemudian pada 15 April 1950, Andi Azis berkenan datang ke Jakarta setelah menerima perjanjian dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX bahwa ia tidak akan ditangkap.
Namun, setibanya Andi Azis di Jakarta, pemerintah secara sigap langsung menagkap Andi Aziz.
Ia kemudian diadili pada tahun 1952 dan dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun. (1) (2)
Dampak #
Peristiwa pemberontakan oleh Andi Azis beserta pasukannya telah memberikan dampak yang cukup berpengaruh bagi Indonesia, antara lain
• penyerangan ke Markas Tentara Nasional Indonesia (TNI);
• bergabungnya NIT dengan NKRI;
• terbentuknya Pasukan Bebas;
• penyerangan Markas Panglima Teritorium. (2)
Baca: HUT TNI (Tentara Nasional Indonesia)
Baca: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Nama | Pemberontakan Andi Azis |
|---|
| Tanggal | 5 April 1950 dan 5 Agustus 1950 |
|---|
| Lokasi | Makassar dan Jakarta |
|---|
| Pelopor | Andi Azis |
|---|
| Pihak | APRIS dan KNIL (KL) |
|---|