Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

Gerwani merupakan akronim dari Gerakan Wanita Indonesia yang merupakan nama baru dari Gerakan Wanita Sedar (Gerwis). Ideologi utama Gerwani adalah feminisme dengan fokus utama memperjuangkan hak wanita dan anak. Gerwani dituduh terlibat langsung dalam peristiwa PKI dan G30S 1965.


zoom-inlihat foto
gerwani-master.jpg
grid.id, arahjuang.com
Ilustrasi dan logo Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

Gerwani merupakan akronim dari Gerakan Wanita Indonesia yang merupakan nama baru dari Gerakan Wanita Sedar (Gerwis). Ideologi utama Gerwani adalah feminisme dengan fokus utama memperjuangkan hak wanita dan anak. Gerwani dituduh terlibat langsung dalam peristiwa PKI dan G30S 1965.




  • Latar Belakang dan Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gerakan Wanita Indonesia atau lebih dikenal dengan Gerwani adalah organisasi wanita Indonesia yang didirikan pada tahun 1950.

Gerwani dilatarbelakangi oleh banyaknya gerakan wanita dalam masalah politik dan perlawanan terhadap penjajahan.

Pada 4 Juni 1950 enam wakil organisasi wanita di Indonesia berkumpul di Semarang bersepakat untuk melebur dan mendirikan Gerakan Wanita Sedar (Gerwis).

Nama Gerwis kemudian diubah menjadi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) dengan ketua terpilih Umi Sarjono, pada 1954 dalam kongres ke-3 di Jakarta.

Gerwani merupakan organisasi wanita terbesar pada masa tersebut dan memiliki ideologi, tujuan serta gerakan yang bersifat feminisme.

Misalnya mendorong perubahan Undang-Undang Perkawinan yang dianggap tidak adil terhadap wanita.

Gerwani secara aktif juga memberi kursus penyadaran tentang hak-hak perempuan dalam perkawinan.

Selain itu Gerwani juga dikenal memiliki keterlibatan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). (1)

Peresmian Gerwani pada 1954
Peresmian Gerwani pada 1954 (wikimedia.org)

  • Tujuan


Gerwani memiliki sistem perekrutan keanggotaan secara terbuka untuk semua kaum wanita dari golongan apapun.

Syarat utama menjadi anggota Gerwani adalah sudah berumur 16 tahun, atau sudah menikah untuk umur kurang dari 16 tahun.

Satu dari tujuan Gerwani adalah menjadikan kaum wanita yang mandiri dan dapat bekerja keras, daripada menjadi hedonis namun terkekang.

Gerwani menentang budaya patriarki sehingga sangat menentang jika wanita hanya menjadi pengikut suami dalam semua tindakannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut Gerwani melakukan pendidikan dan edukasi bagi wanita.

Selain itu Gerwani juga aktif melakukan pendidikan dan edukasi tentang hak-hak anak. (2)

Gerwani
Gerwani (rumahkitab.com)


Kehadiran sejumlah anggotanya di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965 membuat Gerwani sering dikaitkan dengan keterlibatannya dengan PKI dan peristiwa G30S.

Gerwani dituduh menyilet kemaluan dan mencukil mata para jenderal dan dikaitkan dengan pesta seks bebas dan tarian seksual Harum Bunga.

Tuduhan tersebut dituliskan dalam Koran Berita Yudha dari Angkatan Bersenjata yang juga mengabarkan pelaku tersebut telah ditangkap pada 1965.

Dalam Koran Angkatan Bersenjata juga disebutkan pelaku merupakan dua anggota Gerwani yaitu Jamilah dan Fainah.

Karena tuduhan tersebut, Gerwani dianggap sebagai gerakan yang mendukung PKI dan terlibat secara langsung dalam peristiwa G30S.

Menurut saksi sejarah, Deborah Sumini mengungkap bahwa dua nama tersebut merupakan pekerja seks komersial yang dipaksa mengaku sebagai anggota Gerwani.

Bahkan Fainah mengaku kepada Deborah Sumini jika dipaksa menari telanjang diiringi lagu 'Genjer-Genjer' di hadapan para jenderal sebelum pembunuhan terjadi. 

Selain itu dokter forensik juga mengungkap jika jenazah para jenderal ketika diangkat dari Sumur Lubang Buaya masih memiliki mata yang utuh.

Propaganda penjatuhan nama Gerwani kemudian dicantumkan dalam diorama di museum Lubang Buaya. (3)

Deborah Sumini, saksi sejarah tidak adanya keterlibatan Gerwani dengan G30S
Deborah Sumini, saksi sejarah tidak adanya keterlibatan Gerwani dengan G30S (grid.id)


Beikut beberapa peran dan capaian Gerwani :

  1. Gerwani aktif dalam kampanye dan aksi-aksi menuntut pembatalan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), menentang kembalinya modal asing, dan mengutuk peristiwa 17 Oktober 1952 dimana terdapat upaya sejumlah perwira angkatan darat mengkudeta Ir. Sukarno.
  2. Pada 1952 Gerwani aktif memperjuangkan hak-hak kaum tani misalnya di wilayah Semarang, Kendal, Tanjung Morawa dan Brastagi (Sumatra Utara).
  3. Pada 1955 Gerwani aktif memperjuangkan Undang-Undang Perkawinan dan menegaskan bahwa UU tersebut harus dipandang sebagai perjuangan revolusi nasional.
  4. Pada 1955 Gerwani melakukan pembelaan terhadap Maisuri yang dipenjara karena menolak kawin paksa dan memilih kabur dengan sang pacar.
    Gerwani juga mengecam dan mengusut tuntas kasus pembunuhan seorang wanita dari keluarga miskin di Malang bernama Attamini, oleh seorang pedagang kaya keturunan Arab.
  5. Gerwani menganggap kemerdekaan nasional belum sepenuhnya terjadi jika poligami, perkawinan anak-anak, dan pelecehan terhadap wanita serta belum dituntaskan dan dihapuskan.
  6. Pada 1957 Gerwani mendukung dan mengirim sukarelawan untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda.
  7. Gerwani memobilisasi 15.000 wanita ke Istana Negara ketika peringatan Hari Perempuan Sedunia pada 1 Maret 1961, dengan agenda menentang pembentukan negara boneka Papua oleh Belanda.
  8. Pada 1957, Gerwani aktif mendukung gerakan buruh untuk menasionalisasi perusahaan asing, terutama perusahaan milik Belanda.
    Dalam kampanye nasionalisasi terhadap perusahaan minyak Caltex, Gerwani dan SOBSI menggalang pembantu rumah tangga untuk memboikot majikan mereka dan menolak melayani orang asing.
  9. Pada 1960 Gerwani kerap melakukan kampanye serta demonstrasi menentang kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dan mendesak dipenuhinya ketersediaan pangan dan sandang bagi rakyat dan mendapat tanggapan dari ir. Sukarno yang akan segera menurunkan harga dalam tiga tahun.
  10. Gerwani giat bekerjasama dengan Barisan Tani Indonesia (BTI) untuk membela dan memperjuangkan hak-hak kaum tani seperti hak atas tanah, dan pembagian hasil panen yang adil.
    Gerwani juga menggelar kursus dan pelatihan bagi perempuan tani di desa-desa serta memperjuangkan UU Pokok Agraria (UUPA) 1960 dan UU Perjanjian Bagi Hasil (PBH).
  11. Pada 1950-an Gerwani berhasil mendesak Kongres Wanita Indonesia (Kowani) untuk mengadopsi piagam hak-hak perempuan tentang hak buruh perempuan, seperti hak yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam memasuki semua pekerjaan dan promosi jabatan, kesetaraan upah, dan penghapusan segala bentuk diskriminasi di tempat kerja.
    Gerwani dan SOBSI juga kerap menggelar aksi bersama menuntut upah yang sama, cuti menstruasi dan hamil, hak perempuan mendapat promosi dan perlakuan yang sama di tempat kerja.
  12. Pada tahun 1962 Gerwani mendukung politik Ir. Sukarno untuk mengganyang Federasi Malaysia. 
Ir. Sukarno bersama para aktivis wanita Indonesia
Ir. Sukarno bersama para aktivis wanita Indonesia (inspiratormedia.id)
  1. Gerwani aktif menentang pemberontakan PRRI/Permesta yang dianggap sebagai kepentingan imperialisme Amerika Serikat. 
  2. Pada 1960 Gerwani aktif mendukung kampanye Pemberantasan Buta Huruf (PBH) yang diserukan oleh Ir. Sukarno dan mendirikan tempat belajar dan kursus PBH.
  3. Gerwani aktif dalam memperjuangkan hak-hak anak-anak misalnya dengan mendirikan fasilitas pengasuhan dan penitipan anak.
    Pada pertengahan 1960 Gerwani memiliki 1.500 balai penitipan anak dan pada 1963 resmi mendirikan Yayasan Taman Kanak-Kanak (TK) Melati.
  4. Pada 1960 Gerwani merumuskan 'Panca Cinta' sebagai pedoman pendidikan anak-anak, yaitu cinta tanah air, cinta orangtua dan kemanusiaan, cinta kebenaran dan keadilan, cinta persahabatan dan perdamaian, dan cinta alam sekitar.
  5. Gerwani aktif berkampanye untuk pemberantasan korupsi dan kerap melakukan  aksi demonstrasi yang berisi tuntutan penghapusan korupsi dan retooling aparatur negara.
  6. Gerwani aktif menentang PSK dan menganggap para PSK bukan menjadi kesalahan perempuan melainkan karena kondisi sosial dan ekonomi.
    Gerwani meyakini jika PSK akan lenyap apabila sosialisme dipraktekkan di Indonesia.
  7. Gerwani aktif menentang pornografi dan memboikot film-film yang merendahkan martabat perempuan misalnya 'Rock ‘n Roll', 'Rock Around the Clock' (1956) dan 'Don’t Knock the Rock'.
    Oleh karena itu Gerwani mendukung berdirinya Lembaga Film Rakyat untuk melakukan pengawasan terhadap film yang terindikasi pornografi dan merusak pola pikir anak-anak.
  8. Gerwani memiliki majalah bulanan bernama Api Kartini, yang mengulas banyak persoalan seperti pergerakan dan masalah wanita, situasi ekonomi-politik, resep masakan, jahit-menjahit, dan lain sebagainya.
  9. Gerwani aktif berkampanye tentang perlunya gerakan politik wanita sehingga dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan dan jabatan politik di Indonesia. Pada pemilu 1955 sejumlah pimpinan Gerwani masuk daftar calon anggota DPR melalui PKI, seperti Salawati Daud, Suharti Suwarto, Ny. Mudigdo, Suwardiningsih, Maemunah, dan Umi Sardjono.
  10. Gerwani aktif dalam gerakan internasional melalui Gerakan Wanita Demokratis Sedunia (GWDS).
    Melalui GWDS Gerwani berkampanye dan mendukung perdamaian dunia, penghentian perlombaan persenjataan dan uji coba senjata atom, menentang perang, penghapuasan diskriminasi rasial dan fasisme, dan mengecam agresi imperialisme di berbagai negara seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja.
  11. Gerwani mendukung Ir. Sukarno mengenai Demokrasi Terpimpin, Manifesto Politik dan Dekrit Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 1945.
  12. Gerwani merupakan pendukung setia Ir. Sukarno dan pascaperistiwa G30S sejumlah aktivis Gerwani di persembunyian menerbitkan buletin bernama Pendukung Komando Presiden Soekarno (PKPS) dalam usaha menggalang massa mempertahankan Ir. Sukarno. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



   


Sumber :


1. news.detik.com
2. wawasansejarah.com
3. www.grid.id
4. www.berdikarionline.com


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini

    Berikut ramalan zodiak keuangan hari ini Minggu 13
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved