RMS (Republik Maluku Selatan)

RMS atau Republik Maluku Selatan ialah suatu republik di Kepulauan Maluku yang diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950 dengan pulau-pulau terbesarnya yakni Seram, Ambon, dan Buru.


zoom-inlihat foto
Lambang-Republik-Maluku-Selatan-RMS.jpg
Tribunnews
RMS atau Republik Maluku Selatan ialah suatu republik di Kepulauan Maluku yang diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950 dengan pulau-pulau terbesarnya yakni Seram, Ambon, dan Buru.

RMS atau Republik Maluku Selatan ialah suatu republik di Kepulauan Maluku yang diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950 dengan pulau-pulau terbesarnya yakni Seram, Ambon, dan Buru.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  RMS atau Republik Maluku Selatan ialah suatu republik di Kepulauan Maluku yang diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950 dengan pulau-pulau terbesarnya yakni Seram, Ambon, dan Buru.

Pada November 1950, militer Indonesia berhasi mengalahkan RMS di Ambon, namun konflik di Seram masih berlanjut hingga Desember 1963.

Karena kekalahannya di Ambon, pemerintah RMS akhirnya mengungsi ke Seram, lalu mendirikan pemerintahan dalam pengasingan di Belanda pada tahun 1966.

Pada saat pemimpin pemberontak Dr. Chris Soumokil ditangkap oleh militer Indonesia dan dieksekusi pada tahun 1966, presiden dalam pengasingan dilantik di Belanda.

Pemerintahan terasing ini masih berdiri di bawah pimpinan John Wattilete, pengacara berusia 55 tahun, yang dilantik pada April 2010.

Ketika para pemimpin nasionalis di Pulau Jawa menyatakan kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945, tidak semua wilayah dan suku di Indonesia yang langsung bergabung dengan NKRI.

Tulisan ketik dari teks proklamasi Republik Maluku Selatan pada 25 April 1950
Tulisan ketik dari teks proklamasi Republik Maluku Selatan pada 25 April 1950 (Wikipedia)

Pemberontakan pribumi yang terorganisasi pertama kali muncul di Maluku Selatan dengan bantuan pemerintah dan militer Belanda.

Mulanya kontra-revolusioner Maluku Selatan ini bergantung pada perjanjian pascakolonial yang menjanjikan bentuk negara federal. (1)

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Republik Indonesia Serikat

Baca: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

  • Latar Belakang #


Maluku merupakan salah satu kota yang kala itu dikenal dengan kekayaan rempah-rempahnya, sehingga Maluku dijuluki sebagai Kepulauan Rempah.

Tidak hanya dengan pedagang Nusantara saja, Rakyat Maluku juga berdagang hingga mancanegara, seperti Tionghoa, Arab, dan Eropa.

Karena kekayaan rempah yang dimiliki, membuat Maluku menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa yang akhirnya menguasai Maluku.

Maluku sendiri dinyatakan sebagai salah satu provinsi Republik Indonesia dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan.

Bergabungnya Maluku dengan Indonesia ini untuk mencegah Belanda menguasai Maluku dan kekayaannya.

Namun, usai Maluku dinyatakan bersatu dengan NKRI, Manusama, salah seorang tokoh pejuang RMS menyatakan bahwa bergabungnya Maluku dengan Indonesia akan memicu masalah.

Ia kemudian menyelenggarakan rapat bersama para penguasa desa di Pulau Ambon.

Dalam rapat tersebut, Manusama mengobarkan semangat antipemerintah RIS dan mengatakan bahwa orang Maluku tidak mau dijajah oleh orang Jawa.

Kemudian, pemerintah Maluku mengikrarkan proklamasi RMS, yang berarti republik ini secara resmi telah terlepas dari NIT dan RIS. (2)

  • Konflik #


Pasca proklamasi RMS, muncul informasi mengenai KNIL dari Belanda yang dianggap melindungi para proklamator Maluku Selatan.

Terlibatnya KNIL ini kemudian memicu kecurigaan pihak Indonesia terhadap campur tangan Belanda dalam pendirian RMS.

Kementerian Pertahanan RIS pun menyatakan bahwa berdirinya RMS harus dituntaskan dengan Operasi Militer, dipimpin oleh Kolonel Kawilarang.

Kemudian dikerahkan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS/TNI) dengan sandi Operasi Malam untuk mendaratkan pasukan mereka sebanyak 850 orang untuk melawan RMS.

Dipimpin oleh Komandan Mayor Pellupessy, para pasukan APRIS mendarat di Pulau Buru, Kai, Aru, dan Seram di Maluku Selatan.

Titik pertahanan paling baik yang dimiliki RMS yaitu Pulau Ambon, sehingga pasukan APRIS juga mendarat di sana yang dibagi menjadi tiga kelompok.

Ketiga kelompok tersebut kemudian disebar menuju wilayah Maluku Selatan, terutama yang dikuasai oleh kelompok RMS.

Pasukan APRIS pun secara perlahan mulai dapat menguasai wilayah-wilayah tersebut, termasuk beberapa wilayah di Ambon berhasil direbut.

Terkuasainya wilayah RMS ini kemudian disusul dengan penangkapan Presiden pertama RMS, JH Manuhutu dan Perdana Menteri RMS Wairissal, bersama sembilan menteri lainnya, yang kemudian dijatuhi hukuman penjara selama tiga hingga lima setengah tahun.

Sebagai upaya menghindari kejadian pemberontakan RMS terulang kembali, pemerintah RI bertindak tegas dengan memberikan hukuman mati terhadap sisa-sisa gerombolan RMS. (2)

Baca: APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)

Baca: KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger)

aktivis Front Kedaulatan Maluku (FKM) membawa bendera benang raja di hari ulang tahun RMS
Tiga aktivis Front Kedaulatan Maluku (FKM) menerobos markas Polda Maluku sambil membawa bendera benang raja tepat di hari ulang tahun (HUT) RMS, Kamis (25/4/ 2020)

  • Simbol #


Bendera

Bendera RMS terdiri dari empat warna, yakni warna biru, putih, hijau, dan merah (1:1:1:6), serta memiliki proporsi 2:3.

Bendera ini pertama kali dikibarkan pada tanggal 2 Mei 1950 pukul 10.00, diikuti dengan penjelasan tentang arti bendera yang dirilis pemerintah dua hari setelahnya.

Warna biru melambangkan laut dan kesetiaan, putih kesucian, perdamaian, dan pantai putih, warna hijau melambangkan tumbuh-tumbuhan, sementara merah melambangkan nenek moyang dan darah rakyat.

Lambang

Lambang yang dimiliki RMS berupa burung merpati putih Maluku bernama 'Pombo' yang dianggap sebagai simbol positif dan harapan baik.

'Pombo' digambarkan seolah-olah bersiap-siap terbang, dengan sayap setengah terbuka dan di paruhnya terdapat cabang pohon damai, serta di dadanya bergambar 'parang', 'salawaku', dan bentuk tombak.

Bagian blazon dari lambang RMS bertuliskan 'Mena - Moeria', yaitu slogan yang berasal dari bahasa Maluku Melanesia asli.

Sejak dahulu, kata-kata ini diteriakkan oleh nakhoda dan pendayung perahu tradisional Maluku, Kora Kora, untuk menyelaraskan gerakan mereka ketika ekspedisi lepas pantai.

Slogan ini memiliki arti 'Depan - Belakang', namun bisa juga diterjemahkan menjadi 'Saya pergi- Kita mengikuti' atau 'Satu untuk semua- Semua untuk satu'. (1)

Baca: NICA (Netherlands Indies Civil Administration)

Baca: Pembela Tanah Air (PETA)

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Republik Maluku Selatan
Didirikan 25 April 1950
Dibubarkan Desember 1963
Ibu Kota Ambon
Presiden John Wattilete (2010-)




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved