Pembela Tanah Air (PETA)

Pembela Tanah Air (PETA) merupakan tentara bentukan Jepang pada tahun 1942-1945.


zoom-inlihat foto
tni.jpg
tniad.mil.id
ILUSTRASI. Foto TNI AD

Pembela Tanah Air (PETA) merupakan tentara bentukan Jepang pada tahun 1942-1945.




  • Tentang PETA


TRIBUNNEWSWIKI.COM - PETA atau Pembela Tanah Air merupakan tentara bentukan pendudukan Jepang yang sebenarnya disiapkan untuk keperluan Jepang.

PETA aktif di Indonesia selama tahun 1942 hingga tahun 1945.

Meski hanya tiga tahun, PETA memberikan andil yang besar dalam kemerdekaan Indonesia.

  • Sejarah


Terbentuknya PETA berkaitan erat dengan keinginan Indonesia untuk merdeka.

PETA merupakan satu di antara beberapa organisasi yang didirikan pemerintah kependudukan Jepang.

Berdalih sebagai saudara tua, organisasi-organisasi ini disiapkan untuk menggalang dukungan dari masyaraakat Indonesia.

Meski demikian, sebenarnya organisasi ini dibentuk sebagai persiapan untuk mendukung kepentingan Jepang.

Secara resmi, Jepang mendirikan PETA pada tanggal 3 Oktober 1942.

Jepang mengaku bahwa PETA merupakan bentuk tindak lanjut dari permohonan pendirian organisasi yang diajukan oleh Gatot Mangkupradja. (1)

Dasar pendirian PETA adalah Osamu Seirei Nomor 44, undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah kependudukan Jepang.

Undang-undang tersebut berisi tentang pembentukan pasukan sukarela untuk membela pulau Jawa dengan status sebagai berikut:

Tentara Pembela Tanah Air (PETA) terdiri dari warga negara yang asli.

Tentara Pembela Tanah Air (PETA) dilatih oleh tentara Jepang.

Tentara Pembela Tanah Air (PETA) bukan milik organisasi manapun, langsung di bawah Panglima Tentara Jepang.

Tentara Pembela Tanah Air (PETA) sebagai tentara teritorial yang berkewajiban mempertahankan wilayahnya (syuu).

Kelima, Tentara Pembela Tanah Air (PETA) siap melawan sekutu. (2)

  • Tujuan


Tentara PETA sebenarnya dibentuk untuk mempersiapkan prajurit perang di Asia Pasifik.

Oleh karena itu, para tentara PETA dilatih agar memiliki kemampuan yang setara dengan tentara Jepang.

Jepang mengatakan bahwa pelatihan fisik yang diberikan akan bermanfaat untuk melindungi Indonesia.

Di lain sisi, anggota PETA banyak diisi oleh pemuda terpelajar yang ingin merdeka.

Dari sinilah pendidikan militer Jepang untuk PETA dimanfaatkan untuk merencanakan persiapan kemerdekaan. (2)

  • Keanggotaan


Keanggotaan PETA diisi oleh para pemuda dari berbagai tingkatan.

Rata-rata dari mereka adalah pemuda terpelajar yang berkeinginan untuk merdeka.

Mereka tetap rajin berlatih, sembari mempersiapkan rencana kemerdekaan.

Berikut adalah struktur keanggotaan PETA:

1. Daidanco

Daidanco merupakan tingkatan tertinggi pasukan PETA, yaitu komandan batalion.

Batalion adalah kesatuan tentara yang merupakan bagian dari resimen.

Jumlahnya bisa mencapai ribuan orang.

Anggota Daidanco terdiri dari orang-orang yang sebelumnya memiliki pangkat, seperti pemuka agama, penegak hukum, tokoh masyarakat dan abdi negara.

2. Cudanco

Cudanco adalah pemimpin kompi.

Kompi merupakan bagian dari batalion, di dalamnya termasuk guru dan juru tulis.

3. Shodanco

Prajurit yang masuk ke dalam Shodanco adalah prajurit yang pernah sekolah pada tingkat menengah pertama.

Mereka diperbolehkan memimpin pleton yang terdiri dari 20-40 orang.

4. Budanco

Prajurit yang masuk ke dalam Budanco adalah prajurit yang pernah sekolah pada tingkat dasar.

Mereka diperbolehkan memimpin regu. (2)

5. Giyuhei

Anggota PETA yang belum pernah sekolah diperbolehkan bergabung.

Namun, mereka harus rela diberi tugas apa saja karena bergabungnya hanya diakui sebagai prajurit sukarela yang berada di hirarki paling bawah struktur organisasi PETA. (1)

  • Pembubaran PETA


Pembubaran PETA dilaksanakan sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Presiden Soekarno menyetujui dibubarkannya PETA karena ingin membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia benar-benar merdeka, tidak bergantung pada Jepang atau pihak manapun.

Pembubaran PETA secara resmi dilakukan secara baik-baik, tanpa adanya kerusuhan.

Para bekas tentara PETA banyak yang kemudian terjun di dunia militer Indonesia.

Di kemudian hari, PETA memberikan sumbangsih lahirnya Badan Keamanan Rakyat, yang hari ini dikenal dengan Tentara Naisonal Indonesia. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Rosikin)



   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved