Gandum (Triticum)

Gandum (Triticum) adalah salah satu tanaman serealia paling tua dan terdiri dari berbagai jenis yang sering dijadikan sebagai bahan makanan.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-Gandum.jpg
MDVIP.com
Ilustrasi Gandum

Gandum (Triticum) adalah salah satu tanaman serealia paling tua dan terdiri dari berbagai jenis yang sering dijadikan sebagai bahan makanan.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gandum (Triticum) adalah salah satu tanaman serealia paling tua dan terdiri dari berbagai jenis yang sering dijadikan sebagai bahan makanan.

Dari ribuan macam gandum, yang paling populer adalah gandum biasa, gandum durum, dan club wheat.

Ketiga jenis gandum ini sering dipakai dalam pembuatan roti, spaghetti, hingga kue dan produksi tepung.

Gandum sering dijadikan sebagai bahan makanan pokok karena nutrisi karbohidrat dan seratnya yang tinggi.

Gandum yang kerap menjadi bahan untuk kue, roti, dan bagel ini tidak hanya menjadi sumber energi, melainkan juga menawarkan segudang khasiat bagi tubuh. (1)

Gandum1
Ilustrasi Gandum

Baca: Sereal

  • Kandungan Gizi #


Normalnya, gandum mentah memiliki kandungan berbagai zat gizi yang diperlukan oleh tubuh di bawah ini:

Karbohidrat: 42,53 g

Protein: 7,49 g

Serat: 1,1 g

Lemak: 1,27 g

Fosfor: 200 mg

Kalsium: 28 mg

Kalium: 169 mg

Magnesium: 82 mg

Zat besi: 2,14 mg

Zinc: 1,65 mg

Mangan: 1,858 mg

Selenium: 42,5 µg

Thiamin (vitamin B1): 0,255 mg

Riboflavin (vitamin B2): 0,155 mg

Niasin (vitamin. B3): 3,087 mg

Vitamin C: 2,6 mg (1)

Baca: Beras Kencur

  • Manfaat #


Melancarkan buang air besar

Kandungan serat yang tinggi dalam gandum ternyata diyakini dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit dan perut kembung.

Menurut penelitian dari Journal of Food Science and Technology, serat seperti gandum dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Begini, serat dalam gandum bisa membantu memadatkan feses dan melancarkan buang air besar.

Bahkan, serat juga berperan penting dalam melawan bakteri usus jahat yang dapat menyebabkan divertikulitis.

Itu sebabnya, beberapa pasien dengan masalah pencernaan mungkin disarankan menjalani diet tinggi serat. Namun, pilihan diet ini akan bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Membantu mengendalikan obesitas

Bagi para penyandang obesitas, gandum mungkin termasuk bahan makanan yang disarankan dokter guna mengatasi masalah kegemukan.

Pasalnya, biji-bijian ini ternyata memiliki kemampuan untuk mengontrol berat badan.

Hal ini mungkin dikarenakan gandum, terutama gandum utuh, mengandung serat yang tinggi.

Itu sebabnya, konsumsi makanan dengan gandum utuh membantu para penyandang obesitas untuk tetap merasa kenyang dan menurunkan berat badannya.

Meski begitu, manfaat gandum ini ternyata lebih terlihat pada wanita, terutama mereka yang sudah memasuki masa post menopause.

Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of nutrition.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi produk biji-bijian dalam waktu lama mengalami penurunan berat badan.

Produk biji-bijian yang digunakan adalah gandum utuh, bukan yang sudah diolah.

Mengurangi risiko penyakit kanker

Gandum dapat berperan sebagai senyawa anti-karsinogenik.

Biji-bijian utuh seperti gandum kaya akan fitokimia bioaktif. Senyawa ini telah terbukti efektif dalam mengurangi risiko kanker, terutama kanker payudara.

Tidak hanya itu, fitokimia juga dipercaya dapat dimanfaatkan sebagai terapi dalam pengobatan kanker payudara.

Walaupun demikian, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut.

Hal ini bertujuan kembali meneliti apa saja khasiat fitokimia biji-bijian gandum dalam terapi kanker payudara.

Mencegah pembentukan batu empedu

Gandum adalah salah satu sumber serat yang tidak larut.

Jenis serat yang satu ini ternyata berguna dalam menurunkan sekresi asam empedu dan melancarkan pengolahan makanan.

Bila asam empedu terlalu banyak, batu empedu lebih mudah terbentuk.

Oleh sebab itu, konsumsi makanan berserat, seperti gandum, bisa mengurangi risiko pembentukan batu empedu.

Dilansir dari Canadian Society of Intestinal Research, konsumsi serat tidak larut juga bisa menurunkan risiko operasi kantong empedu pada wanita.

Penelitian tersebut melaporkan wanita yang banyak mengonsumsi serat lebih kecil kemungkinannya untuk menjalani operasi tersebut.

Meski belum diketahui bagaimana cara kerjanya, para ahli berpendapat bahwa serat mungkin memiliki efek positif terhadap metabolisme asam empedu.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jawaban pastinya.

Membantu mencegah diabetes

Gandum mengandung magnesium yang diperlukan tubuh untuk mencerna asupan karbohidrat.

Bahkan, kandungan dari gandum ini juga baik untuk para penyandang diabetes.

Hal ini dikarenakan konsumsi makanan dengan kandungan magnesium yang tinggi dapat meningkatkan fungsi hormon insulin.

Alhasil, banyak ahli yang percaya bahwa magnesium dapat menurunkan risiko penyakit diabetes.

Namun, mereka masih membutuhkan studi lebih lanjut sebelum merekomendasikan suplemen magnesium sebagai cara mencegah diabetes. (1)

Baca: Beras Shirataki

  • Bahaya Gandum yang Perlu Diwaspadai #


Meski manfaat gandum ada banyak, nyatanya mengonsumsi gandum dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan pada orang- orang tertentu, seperti:

Memperburuk kondisi penyakit celiac

Gluten merupakan protein utama yang terkandung dalam gandum dan beberapa biji-bijian lainnya.

Bagi penderita penyakit celiac, mengonsumsi makanan tinggi gluten justru bisa membahayakan kesehatan.

Pasalnya, ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh mereka akan merespons dengan merusak usus kecil.

Gejala yang sering kali terjadi adalah penurunan berat badan, perut kembung, dan kelelahan.

Tak hanya itu, gluten juga diketahui dapat meningkatkan risiko penderita penyakit celiac terkena gangguan otak, seperti skizofrenia dan epilepsi.

Menimbulkan gejala intoleransi gandum

Beberapa orang bisa sensitif terhadap gandum atau intoleransi gandum.

Kondisi ini bisa disebut juga dengan sensitivitas gandum non-celiac.

Gejala yang sering dialami berupa sakit perut, sakit kepala, kelelahan, diare, nyeri sendi, perut kembung, dan eksim.

Selain itu, intoleransi gandum juga biasanya terjadi pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) dan bisa memperparah gejalanya.

Mengganggu penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh

Gandum utuh mengandung asam fitat yang dapat mengikat dan mengganggu penyerapan mineral, seperti kalsium, zinc, zat besi, dan magnesium.

Hal ini tentu berbahaya bagi orang yang kondisi tubuhnya sedang kekurangan mineral tersebut.

Namun, kandungan asam fitat pada gandum utuh diketahui bisa dikurangi secara signifikan dengan cara merendam dan memfermentasinya.

Namun, jika tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, pastikan produk yang dipilih mengandung gandum utuh dan konsumsilah dalam porsi yang cukup agar mendapatkan manfaat gandum dengan optimal. (2)

Baca: Bagelen

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Gandum
Genus Triticum
Kegunaan Sebagai Bahan Pokok, Sebagai Bahan Membuat Roti, Sereal, Bagel, dll
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved