Heiho

Heiho (兵補) adalah pasukan tentara pembantu beranggotakan bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II.


zoom-inlihat foto
Pasukan-PETA.jpg
ist/wikipedia via Tribun-Bali
Pasukan PETA

Heiho (兵補) adalah pasukan tentara pembantu beranggotakan bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Heiho (兵補) adalah pasukan tentara pembantu beranggotakan bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II.

Heiho juga termasuk salah satu organisasi militer yang dibentuk jepang selain PETA dan Gyugun.

Namun, para pemuda Indonesia yang tergabung dengan Heiho tidak pernah mendapat pangkat atau jabatan yang tinggi.

Hal itu berbeda dengan pemuda yang tergabung dalam PETA atau Gyugun yang selalu diberi promosi kenaikan pangkat atau jabatan.

Diskriminasi ini berlanjut ketika seluruh Heiho angkatan darat atau angkatan laut harus memberi hormat kepada warga Jepang, baik itu sipil maupun militer.

Selain itu, kesenjangan juga terlihat dari perbedaan gaji, akomodasi, dan makanan dengan heitai yang disesuaikan dengan strata sosial anggota Heiho sendiri.

Baca: Pembela Tanah Air (PETA)

Seinendan (???) atau Korps Pemuda merupakan sebuah organisasi barisan pemuda yang dibentuk oleh tentara Jepang di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1943.
Seinendan (???) atau Korps Pemuda merupakan sebuah organisasi barisan pemuda yang dibentuk oleh tentara Jepang di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1943. (Wikimedia Commons via Kompas.com)

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 September 1939 Serangan Jerman ke Polandia Mengawali Perang Dunia II

Dalam satu bulan, gaji seorang Heiho hanya 30,00 rupiah untuk bujangan dan 35,00 rupiah untuk anggota yang telah berumah tangga.

Padahal harapan para pemuda atas perekrutan Heiho ini sebagai pijakan karier militer untuk meningkatkan strata sosial (digaji Jepang) serta supaya terhindar dari sistem Romusa (kerja paksa).

Baca: Seinendan

  • Pembentukan


Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang pada tanggal 2 September 1942 dan mulai merekrut anggota pada 22 April 1943.

Sendenbu mempropagandakan bahwa Heiho merupakan suatu kesempatan bagi para pemuda untuk berbakti kepada tanah air dan bangsa.

Syarat menjadi anggota Heiho yaitu seorang pemuda yang memiliki usia 18-25 tahun, memiliki tinggi minimal 110 cm dan berat badan 45 kg, sehat jasmani dan rohani, berperilaku baik, dan berpendidikan minimal tamatan sekolah dasar.

Para pemuda yang terpilih dijanjikan menjadi anggota Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Namun pada kenyataannya, Heiho malah membantu pekerjaan kasar militer pada satuan angkatan perang Jepang, misalnya membangun kubu, parit pertahanan, dan menjaga tahanan.

Maka dari itu, Heiho juga disebut sebagai barisan tenaga pekerja yang tidak dilengkapi senjata kemiliteran.

Senjata yang diberikan hanya satu taiken (sangkur) yang sudah menjadi bagian mutlak seragam yang dipakai.

Para anggota Heiho diberi senjata ketika Jepang sudah terdesak oleh pasukan Sekutu.

Mereka pun ikut berperang bersama para serdadu Jepang.

Selain itu, Heiho justru turut diikutsertakan dalam berbagai medan Perang Pasifik yang sesungguhnya, seperti di Filipina, Thailand, Morotai, Rabaul (kini bagian dari Papua Nugini), Balikpapan, dan Burma.

Lantaran masih kurangnya pelatihan, anggota Heiho lebih sering dijadikan tameng peluru atau martir bom bunuh diri ketika Jepang menyerah.

Baca: Keibodan

Baca: Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

  • Pelatihan


Setelah menerima pelatihan beberapa bulan, pasukan Heiho dianggap telah memiliki kemampuan militer yang lebih baik daripada pasukan PETA.

Karena hal itu, pasukan Heiho banyak ditugaskan di unit-unit penangkis serangan udara, artileri lapangan, tank, mortir, dan transportasi.

Perekrutan Heiho pada angkatan darat Jepang kemudian diikuti oleh perekrutan kempeiho bagi kempetai maupun keigun heiho bagi angkatan laut Jepang.

Heiho tidak memiliki komandan dari bangsa Indonesia, melainkan berada di bawah komando tentara Jepang.

Meski melihat potensi dan kemampuan para pemuda, Jepang masih meragukan kesetiaan rakyat Indonesia terhadap kepentingan Jepang.

Latihan yang diberikan tidak berkaitan dengan organisasi maupun latihan teori kemiliteran, melainkan berkaitan dengan stamina fisik, seishin (semangat), dan keberanian yang tak kenal rasa sakit dan tidak takut mati.

Di lingkungan Tentara ke-16 (Jawa-Madura), dibentuk seksi khusus (Tookubetsu Han) atau Bagian Intelijen yang disingkat Beppan.

Para pemudanya dilatih dengan kemampuan intelijen yang dipimpin oleh Letanan Yanagawa.

Pelatihan khusus ini akhirnya berkembang menjadi Seinen Dojo (Panti Pelatihan Pemuda) yang berpusat di Tangerang.

Kurikulum Seinen Dojo diantaranya semangat, situasi dunia, sejarah perang, spionase, senam, gulat, sumo, renang, menembak, hingga lagu-lagu perang.

Ada juga yang mendapat tugas memegang senjata antipesawat, tank, artileri, hingga mengemudi.

Beberapa tokoh yang merupakan lulusan pertama Seinen Dojo yaitu Umar Wirahadikusumah, A Kemal Idris, RA Kosasih, dan Daan Mogot.

Jelang akhir pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah pasukan Heiho diperkirakan mencapai 42.000 orang (Jawa 24.873, Timor 2.504, dan 15.000 daerah lain) dengan lebih dari setengahnya terkonsentrasi di pulau Jawa.

Heiho kemudian dibubarkan oleh PPKI, setelah Jepang menyerah pada Belanda, lalu sebagian anggotanya dipindahkan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Badan Keamanan Rakyat (BKR)

Baca: Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Heiho
Dibentuk 22 April 1943
Pendiri Tentara Jepang
Tujuan Tentara pembantu Jepang
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved