Gedung Mohammad Hoesni Thamrin

Gedung Mohammad Hoesni Thamrin mempunyai peranan yang sangat besar dalam menegakkan semangat perjuangan melawan penjajah.


zoom-inlihat foto
Gedung-MH-Thamrin.jpg
(Kompas.com/ gabriella wijaya)
Foto: Museum Gedung Mohammad Hoesni Thamrin. Museum ini terletak di Jalan Kenari 2 No.15, RW.4, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat.

Gedung Mohammad Hoesni Thamrin mempunyai peranan yang sangat besar dalam menegakkan semangat perjuangan melawan penjajah.




  • Sekilas Mohammad Hoesni Thamrin #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama besar Mohammad Hoesni Thamrin sudah tentu bukan nama asing di Indonesia.

Ia merupakan pahlawan revolusi yang namanya dijadikan nama jalan di seantero nusantara.

Jalan M.H. Thamrin bahkan menjadi salah satu jalan protokol megah ibu kota dengan deretan gedung pencakar langit yang sesak di sepanjang jalan.

Mohammad Hoesni Thamrin lahir di Sawah Besar, Jakarta, 16 Februari 1894, dan merupakan putra Wedana Tabri Thamrin dan Nurhana.

Sejak kecil dikenal cerdas dan suka bergaul dengan masyarakat dari segenap lapisan, mengenyam pendidikan kolonial sambil belajar mengaji sehingga membuat dia berpikir maju sekaligus mempertahankan identitas kebetawiannya.

Sempat bekerja di Kantor Kepatihan Batavia dan KPM, ia lalu menjadi anggota Gemeenteraad (Dewan Kota), kemudian menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat).

Kiprahnya dalam pergerakan nasional, berjuang untuk rakyat, kemajuan masyarakat pribumi, dan puncaknya menuntut Indonesia berparlemen dan merdeka membuat pemerintah kolonial mencari alasan untuk menangkapnya.

Menjelang akhir hayatnya ia menjadi tahanan rumah, dituduh telah melawan Belanda. Ia wafat pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di pekuburan Karet.

Baca: Museum Perangko Indonesia

Baca: Museum Asmat

  • Sejarah #


Memasuki awal abad ke-20, pemerintah kolonial mengembangkan prasarana Kota Batavia dengan membangun gedung-gedung untuk rumah tinggal, kantor, dan pelayanan masyarakat, termasuk bangunan yang kemudian dibeli oleh Mohammad Husni Thamrin dan dihibahkan untuk kegiatan pergerakan nasional Indonesia menuju kemerdekaan, lepas dari belenggu penjajahan Belanda.

Gedung ini menjadi Sekretariat Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) sehingga dikenal dengan Gedung Permufakatan.

Gedung ini tempat disemaikan semangat kebangsaan, perlawanan terhadap penjajahan. Di sini dilakukan rapat-rapat pergerakan nasional, kongres rakyat Indonesia, pertunjukan sandiwara, kursus-kursus, kegiatan bazar, dan lainnya.

Gedung ini diamanatkan untuk perjuangan menuju kemerdekaan.

Para tokoh pemimpin bangsa periode pergerakan nasional selalu memanfaatkan gedung ini.

Gedung ini mempunyai peranan yang sangat besar dalam menegakkan semangat perjuangan melawan penjajah terutama setelah tokoh-tokoh pergerakan nasional nonkooperatif ditangkap di seluruh Indonesia. (2)

 

  • Koleksi #


Museum Gedung M.H.Thamrin ini memiliki banyak koleksi foto dari mulai kiprah perjuangannya hingga beberapa foto suasana dari kota Jakata tempo dulu.

Terdapat juga koleksi radio yang mana dulunya digunakan oleh M.H.Thamrin, kemudian piring hias, blangkon, meja, dan kursi.

Selain itu juga terdapat perpustakaan yang memiliki koleksi buku–buku naskah mengenai M.H.Thamrin serta beberapa pidatonya di Volksraad.

Begitu masuk melewati gerbang museum, pengunjung akan disambut oleh patung M.H. Thamrin besar berwarna emas.

Tingginya sekitar dua meter, berdiri kokoh di tengah halaman museum. Patung emas tersebut menghadap ke gerbang masuk, layaknya seorang pemilik rumah saat menyambut tamu yang hendak berkunjung atau menyambangi rumahnya.

Setelah melewati patung M.H. Thamrin akan terlihat sebuah bangunan rumah bergaya adat Betawi bercat kuning langsat. Ini adalah bangunan utama.

Tiang bendera tepat di depan rumah ini tak pernah absen mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia.

Masuk ke dalam rumah, pengunjung akan menjumpai sebuah patung kepala berwarna hitam dari M.H. Thamrin.

Baca: Universitas MH Thamrin

Baca: RSUP Dr. Mohammad Hoesin

Kemudian, terdapat diorama suasana sebelum Kongres Rakyat I pada tahun 1935, di halaman gedung Permufakatan Indonesia yang sekarang menjadi Gedung Muhammad Husni Thamrin.

Kongres tersebut dihadiri Partai Islam Indonesia, Partai Serikat Islam, Paguyuban Pasundan Rakyat, Persatuan Minahasa, dan Persatuan Katolik Indonesia.

Berjalan ke sebelah kiri aula utama, pengunjung disuguhkan dengan foto-foto M.H. Thamrin.

Di sana banyak terdapat barang-barang asli almarhum yang dihibahkan oleh pihak keluarga. Hal ini menjadi koleksi utama Museum M.H. Thamrin. Salah satunya adalah meja tamu.

Ada juga blangkon asli milik M.H. Thamrin yang dipajang di dalam sebuah kotak kaca.

Yang cukup menarik dari sebelah kiri aula utama adalah dua radio dengan merk Philips buatan tahun 1928.

Almarhum kerap mendengarkan siaran radio, baik dalam negeri maupun siaran radio luar negeri.

Ada juga foto serta lukisan Jalan Kenari yang dahulu masih dikenal dengan nama Gang Kenari.

Dulu masih terdapat pohon-pohon besar layaknya hutan di daerah tersebut.

Masih di sebelah kiri, terdapat juga sebuah sepeda onthel yang merupakan replika dari sepeda milik M.H. Thamrin dengan tahun dan merek yang sama dengan sepeda asli sang pemilik.

Ada juga beberapa bingkai berisikan penjelasan singkat mengenai sejarah hidup sang pahlawan nasional.

Banyak juga foto para tokoh lain seperti presiden Indonesia yang pertama, Ir. Sukarno, Muhammad Hatta, dan Ismail Marzuki.

Di sebelah kanan aula utama terdapat replika kereta kencana yang dipergunakan untuk mengangkut jenazah M.H. Thamrin. Ada juga dipan yang digunakan almarhum untuk tidur.

Di sana juga terakhir kalinya almarhum terbaring yang kemudian dikuburkan.

Ada juga replika biola milik W.R. Soepratman. Dia dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Republik Indonesia, "Indonesia Raya".

Foto-fotonya ikut terpajang di museum tersebut. Museum ini menyimpan banyak kenangan tentang pendirian negara Indonesia.

Maklum saja, M.H. Thamrin dikenal sering sejalan dengan proklamator Indonesia itu.

Masih di sebelah kanan aula utama, terdapat juga replika delman dan meja makan semasa hidup M.H. Thamrin.

Ada juga bingkai-bingkai berisikan surat keputusan yang ditandatangani Ir. Sukarno tentang penetapan M.H. Thamrin sebagai pahlawan nasional.

Kalimat mutiara dari M.H. Thamrin ikut menghiasi museum ini, juga menggambarkan suasana perjuangan dulu.

 

Berjalan ke bagian belakang aula utama, terdapat dua patung ondel-ondel untuk memperkuat ornamen Betawi dalam museum tersebut.

Ada juga dua diorama besar tentang beberapa kejadian penting. Satu diorama di sebelah kanan bercerita tentang penggeledahan yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda di rumah M.H. Thamrin saat sang pahlawan sedang berbaring di tempat tidur karena sedang sakit.

Sementara itu, satu diorama lain yang berada di sebelah kiri bagian belakang aula utama menggambarkan suasana rapat Gementee Raad atau rapat Dewan Kotapraja. Pengunjung juga disuguhkan dengan foto-foto suasana Kongres PPPKI.

Selain itu, terdapat juga foto-foto para tokoh lain khususnya tokoh-tokoh Jakarta atau tepatnya Betawi.

Tokoh-tokoh Jakarta atau Batavia tersebut di antaranya adalah Abdulrahman Saleh, Haji Darip, Ismail Marzuki, KH Noer Ali, dan Mahbuh Djunaidi.

Ada juga foto Entong Gendut dan Imam Syafe'i atau yang oleh masyarakat Jakarta lebih dikenal dengan panggilan Bang Pi'ie.

Foto-foto mereka berjajar rapi dalam bingkai-bingkai besar di sebelah kiri bagian belakang aula utama.

Di bagian belakang aula utama juga terdapat beberapa ruangan, di antaranya adalah ruang audiovisual dan ruang perlengkapan pameran.

Ruang audiovisual sendiri disediakan untuk memutarkan film-film mengenai perjuangan M.H. Thamrin yang memperjuangkan hak-hak rakyat jelata bagi para pengunjung yang datang ke Museum M.H. Thamrin.

Dalam ruang audiovisual juga terdapat alat musik tanjidor yang merupakan alat musik asli dari Betawi.

Ketika hendak keluar melalui lorong di samping aula utama, para pengunjung masih bisa menikmati beberapa koleksi museum seperti replika uang-uang kertas pada zaman dahulu.

Ada juga patung-patung yang memakai baju adat dari Jakarta atau Betawi.

Di lorong tersebut juga terdapat beberapa ruangan lain dari museum, seperti ruang perlengkapan kantor, ruang koleksi, ruang rapat, perpustakaan, dan juga mushala bagi pengunjung muslim.

Untuk koleksi buku di perpustakaan sendiri lebih banyak berisikan buku-buku tentang sejarah ibu kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta.

Selain itu, banyak juga buku tentang perjuangan M.H. Thamrin yang lebih merujuk pada hal-hal mikro di masyarakat.

Salah satunya seperti memperjuangkan jalan yang layak untuk masyarakat, khususnya masyarakat Jakarta.

Museum MH Thamrin
Salah satu diorama yang menjadi koleksi di Museum atau Gedung MH Thamrin, Jakarta Pusat.

 

Benda koleksi

- Foto-foto reproduksi tentang kiprah perjuangan Mohammad Husni Thamrin dan pergerakan nasional Indonesia.

- Foto-foto reproduksi suasana kota Jakarta pada zaman Mohammad Husni Thamrin.

- Lukisan tentang Mohammad Husni Thamrin

- Radio yang digunakan Mohammad Husni Thamrin untuk mendengarkan siaran dari NIROM maupun dari luar negeri

- Bale-bale tempat pembaringan terakhir jenazah Mohammad Husni Thamrin

- Lemari pakaian peninggalan Mohammad Husni Thamrin

- Kursi

- Piring hias

- Blangkon

- Kepustakaan meliputi buku-buku naskah tentang Mohammad Husni Thamrin dan pidata-pidatonya di Volksraad

Dalam pengembangan museum ke depan dimana ada penambahan koleksi, direncanakan akan diperkaya dengan koleksi-koleksi pergerakan nasional lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan koleksi yang relevan dengan kiprah Mohammad Husni Thamrin dalam pergerakan nasional, Museum M.H. Thamrin sangat menyambut gembira dan menghargai dengan tulus. (2)

Baca: Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Baca: Museum R.A. Kartini

  • Lokasi #


Gedung M.H. Thamrin terletak di  Jl. Kenari II no.15,  Jakarta

Telp. 021-3909 148
Fax. 021-3923 185

Jam Kunjungan

Selasa-Minggu 09.00-15.00 WIB
Hari Senin/Besar Tutup

Tiket

Dewasa Rp2.000 (rombongan dewasa Rp 1.500)
Mahasiswa Rp1.000 (rombongan mahasiswa Rp750)
Pelajar/Anak Rp600 (rombongan pelajar/anak Rp500) (1)

 

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)



Alamat Jl. Kenari 2 No.15, RW.4, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Lokasi Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Google Map https://goo.gl/maps/hqv6LjoHjGFEax4x8
   


Sumber :


1. www.museumindonesia.com
2. encyclopedia.jakarta-tourism.go.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved