Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah museum di kota Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia.
Museum ini didirikan di bekas bangunan rumah residen kolonial Sumatra Selatan abad ke-19.
Bangunan ini juga menjadi gedung dinas pariwisata Palembang.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang berada di seberang Sungai Musi ini memiliki bentuk asli bangunan tidak berubah dari masa awal pendiriannya.
Di museum ini pengunjung dapat menikmati sekitar 556 koleksi benda bersejarah, mulai dari bekas peninggalan kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.
Nama Sultan Mahmud Badaruddin II dijadikan nama museum ini untuk menghormati jasanya bagi kota Palembang. (1)
Sejarah #
Sebelum bangunan yang sekarang menjadi museum ini didirikan sebuah keraton yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Sultan Mahmud Badauddin I sekitar tahun 1737 M.
Setelah kekalahan Kesultanan Palembang Darussalam dalam peperangan melawan Belanda pada tahun 1821 yang ditandaidengan disingkirkannya Sultan Mahmud Badaruddin II, selanjutnya keraton dihancurkan.
Penghancuran ini tentunya tidak semata-mata dilatari oleh kepentingan untuk mendirikan bangunan bergaya Eropa tetapi lebih dari itu dengan dihancurkannya bangunan keraton diharapkan kesan monumental dari ikatan emosional antar pemimpin yang diasingkan dan rakyatnya segera terputus.
Seiring dengn berjalan waktu dan dinamika sejarah yang terjadi di Kota Palembang, fungsi bangunan ini sudah silih berganti, mulai dari markas tentara jepang pada masa pendudukan, Teritorial Kodam II Sriwijaya diawal kemerdekaan, beralih pengelolaan ke Pemerintah Kota Palembang sampai akhirnya menjadi museum.
Nama museum diambil dari nama Pahlawan asal Palembang, yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II karena semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan dan berjasa sangat luar biasa dalam melawan penjajah. (2)
Museum ini berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu) dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah.
Berdasarkan penyelidikan oleh tim arkeologis tahun 1988, diketahui bahwa pondasi Kuto Lama ditemukan di bawah balok kayu.
Benteng ini pernah habis dibakar oleh Belanda pada 17 Oktober 1823 atas perintah I.L. Van Seven House sebagai balas dendam kepada Sultan yang telah membakar Loji Aur Rive.
Kemudian di atasnya dibangun gedung tempat tinggal Residen Belanda.
Pada masa Pendudukan Jepang, gedung ini dipakai sebagai markas Jepang dan dikembalikan ke penduduk Palembang ketika proklamasi tahun 1945.
Museum ini direnovasi dan difungsikan sebagai markas Kodam II/Sriwijaya hingga akhirnya menjadi museum.
Koleksi #
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menampilkan koleksi tekstil, senjata, pakaian tradisional, kerajinan, dan koin Sumatra Selatan.
Kebun-kebun museum dipenuhi dengan artefak dari zaman Sriwijaya, misalnya patung Ganesha dan Buddha.
Lokasi #
Museum ini terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Palembang.
Museum ini buka setiap hari, tapi khusus Senin hanya buka setengah hari.
Tiket masuknya dikenakan harga Rp1.000 untuk anak-anak dan pelajar, Rp2.000 untuk mahasiswa, Rp5.000 untuk umum, dan Rp20.000 untuk turis mancanegara. (3)
| Alamat | alan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Palembang, Sumatera Selatan |
|---|
| Lokasi | Palembang, Sumatera Selatan |
|---|
| Google Map | https://goo.gl/maps/2yHeQknsMKsW1nq47 |
|---|
Sumber :
1. www.sumselprov.go.id
2. sda.pu.go.id
3. www.innagroup.co.id