Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Putu mayang termasuk jajanan khas Indonesia.
Kue basah tersebut merupakan jajanan tradisional Betawi yang memiliki bentuk khas seperti mi gulung.
Berbahan dasar tepung kanji atau tepung beras, putu mayangbercinta rasa manis dan gurih tentunya.
Penyajian putu mayang pun dilengkapi dengan kinca atau gula jawa cair. (1)
Sejarah #
Menurut sejarawan, Yahya Andi Saputra, kue ini diyakini punya keterkaitan erat dengan cerita-cerita rakyat Betawi.
Salah satunya cerita rakyat Jampang Mayangsari.
Baca: Kastengel
Baca: Dadar Gulung
“(Cerita rakyat) itu menggambarkan sosok seorang perempuan yang menjadi rebutan. Sehingga dengan tulang besi urat kawat itu si Bang Jampang merebut Mayangsari ini,” katanya.
Kata ‘mayang’ dalam kue putu mayang diyakini berkaitan dengan sosok Mayangsari dalam cerita rakyat tersebut.
Menurut Yahya, Mayang digambarkan sebagai sesuatu yang berombak, bergelung-gelung, dan indah, seperti bentuk kue putu mayang yang berombak dan bergelung-gelung seperti mi.
Konon katanya, putu mayang ini dipengaruhi oleh kue putu mayam yang berasal dari India Selatan.
Keduanya memang punya bentuk yang mirip, bergulung-gulung seperti mi.
Hanya saja kue asal India itu punya jalinan yang lebih tipis.
Baca: Lapis Legit
Baca: Semar Mendem
Menurut Yahya, hingga kini tak ada bukti pasti apakah keduanya saling memengaruhi.
Namun hal itu bisa saja terjadi.
Pasalnya di Batavia terkenal sebagai tempat pertukaran banyak budaya di zaman dahulu.
Begitu banyak budaya yang berkembang di Batavia, mungkin saja orang India di sana memengaruhi terciptanya kue putu mayang atau sebaliknya.
“Ketika orang yang datang ke sini sudah semakin akrab berada di sini dan jadi satu kesatuan yang utuh dengan perbaruan masyarakat di tengah-tengah itu ada Betawi, Tionghoa, dan lainnya yang akhirnya saling mempengaruhi,” papar Yahya.
Namun yang jelas, kue putu mayang telah berada dan identik dengan kebudayaan Betawi sejak lama sekali.
“Nenek saya waktu itu masih hidup, setiap kita mau buka puasa dia selalu usahakan bawa itu. Kue putu mayang itu memang sangat terkenal di Betawi. Tapi putu mayang yang ori ya, warnanya putih doang, kayak warna beras saja,” pungkasnya. (2)
Baca: Kerupuk Melarat
Baca: Bubur Candil
Bahan Baku #
Bahan I
- 150 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- ½ sendok teh garam
- 1/8 sendok teh vanili
Bahan II
- 300 ml santan dari ½ butir kelapa
- 100 gram gula merah, sisir
- 25 gram gula pasir
Pelengkap
- 100 gram kelapa agak muda, parut kasar
- 1 lembar daun pandan
- ¼ sendok teh garam
Cara Membuat #
1. Campur seluruh bahan II menjadi satu, kemudian masak hingga mendidih, saring.
2. Setelah hangat, tuangkan ke dalamnya tepung beras, garam, serta vanili. Aduk hingga adonan tercampur rata.
3. Kemudian masak dengan api kecil hingga adonan menggumpal. Tambahkan tepung tapioka, uleni adonan hingga rata.
4. Masukkan ke dalam cetakan putu mayang, tekan memanjang di atas daun, gulung.
5. Lalu kukus selama 10 menit hingga matang, dan hidangkan dengan pelengkap.
6. Kue putu mayang siap disajikan. Sebagai alternatif kamu juga bisa mencampurkan aneka pewarna makanan ke dalam adonan untuk membuat kue putu mayang semakin cantik. (3)
Baca lengkap soal resep kastengel di sini
(Tribunnewswiki.com/Puan)
| Nama makanan | Putu Mayang |
|---|
| Asal | Betawi |
|---|
| Jenis | Kue Basah |
|---|
| Bahan baku | Tepung Beras, Santan, dan Gula Merah |
|---|
| Cita rasa | Manis dan Gurih |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. travel.tribunnews.com
3. www.kompas.com