Bulimia Nervosa

Penyakit Bulimia Nervosa termasuk dalam kategori gangguan mental yang berkaitan dengan rasa rendah diri tingkat ekstrem, kecanduan minuman keras, depresi, serta kecenderungan menyakiti diri sendiri.


zoom-inlihat foto
Bulimia-atau-bulimia-nervosa-adalah-gangguan-makan.jpg
Alodokter
Bulimia atau bulimia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk memuntahkan kembali makanan yang telah dimakannya.

Penyakit Bulimia Nervosa termasuk dalam kategori gangguan mental yang berkaitan dengan rasa rendah diri tingkat ekstrem, kecanduan minuman keras, depresi, serta kecenderungan menyakiti diri sendiri.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Penyakit ini termasuk dalam kategori gangguan mental yang berkaitan dengan rasa rendah diri tingkat ekstrem, kecanduan minuman keras, depresi, serta kecenderungan menyakiti diri sendiri.

Pengidap bulimia akan melahap makanan dalam jumlah berlebihan, kemudian mengeluarkannya dari tubuh secara paksa dengan muntah atau menggunakan obat pencahar.

Cara ini dilakukan oleh pengidapnya guna menghilangkan kalori berlebih yang telah dikonsumsi agar berat badannya tetap terjaga.

Bulimia nyatanya lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan oleh pria, sama halnya dengan gangguan makan pada umumnya.

Penelitian memperkirakan terdapat sekitar 8 dari 100 wanita yang mengidap kelainan ini. Sebagian besar dialami oleh wanita pada usia 16-40 tahun.

Bulimia Nervosa Diagnosis
Bulimia Nervosa Diagnosis

Baca: Depresi

Baca: Anoreksia Nervosa

  • Faktor Resiko


Faktor yang bisa membuat seseorang mengalami bulimia, meliputi:

• Berjenis kelamin perempuan. Menurut penelitian, kondisi bulimia lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria.

• Masalah terkait kejiwaan, misalnya merasa rendah diri, depresi, stres, ingin selalu tampil sempurna (perfeksionisme), alami gangguan stres pascatrauma (PTSD), serta gangguan obsesif komplusif (OCD).

• Usia, bulimia lebih sering diidap oleh remaja hingga dewasa.

• Faktor keturunan, jika salah satu anggota keluarga inti mengidap bulimia, maka seseorang berisiko lebih tinggi untuk mengalami kelainan yang sama.

• Tuntutan sosial, misalnya remaja yang merasa harus menurunkan berat badan karena terpengaruh teman-temannya.

• Tuntutan profesi, contohnya model yang harus langsing atau atlet yang harus menjaga berat badan dengan ketat.

Baca: Obsessive compulsive disorder (OCD)

Baca: Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)

  • Gejala


Indikasi utama bahwa seseorang mengidap bulimia adalah mengonsumsi makanan secara berlebihan, meski pengidap tidak merasa lapar.

Proses ini dapat terpicu oleh masalah emosional, seperti stres atau depresi. Pengidap kemudian merasa bersalah, menyesal, dan membenci diri sendiri, sehingga akan memaksa tubuh untuk mengeluarkan semua asupan kalori yang telah masuk.

Cara ini umumnya dilakukan dengan memaksa diri agar bisa muntah atau menggunakan obat pencahar untuk memicu proses buang air besar.

Pengidap bulimia biasanya akan mengalami siklus ini lebih dari dua kali dalam seminggu selama setidaknya tiga bulan.

penyakit Bulimia Nervosa
penyakit Bulimia Nervosa

Selain cara tidak sehat tersebut, beberapa gejala lain yang menandakan seseorang alami bulimia, antara lain:

• Sangat terpaku pada berat badan serta bentuk tubuh, terkadang hingga terasa tidak masuk akal.

• Selalu beranggapan negatif terhadap bentuk tubuhnya sendiri.

• Takut gemuk atau merasa kegemukan.

• Sering lepas kendali saat makan, misalnya terus makan sampai sakit perut atau makan dengan porsi berlebihan.

• Enggan makan di tempat-tempat umum atau di depan orang lain.

• Sering bergegas ke kamar mandi setelah makan.

• Memaksakan diri untuk muntah, terutama dengan memasukkan jari ke kerongkongan.

• Memiliki gigi dan gusi yang rusak.

• Berolahraga berlebihan.

• Menggunakan obat pencahar, diuretik, atau enema setelah makan.

• Menggunakan suplemen atau produk herba untuk menurunkan berat badan.

Baca: Halusinasi

Baca: Delusi (Gangguan Mental)

  • Pengobatan & Pencegahan


Pengobatan

Cara mengatasi bulimia adalah dengan terapi psikologi. Ada dua jenis terapi yang dapat dijalani, yaitu terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal.

Melalui CBT, pengidap bulimia akan dibantu untuk mengenali pemicu bulimia, misalnya pendapat dan perilaku negatif, lalu belajar untuk menggantikannya dengan pemikiran yang positif dan sehat.

Sedangkan terapi interpersonal akan membantu untuk mendeteksi masalah dalam berhubungan dengan orang lain, sekaligus meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Untuk mengurangi gejala, bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghambat pelepasan selektif serotonin dan terkadang dikombinasikan dengan terapi.

Pencegahan

Gaya hidup sehat dan selalu berpikiran positif untuk menerima diri sendiri adalah upaya pencegahan bulimia yang harus dilakukan.

Tidak hanya itu, penting untuk selalu menjaga lingkungan pertemanan agar selalu sehat. Pasalnya, faktor lingkungan adalah salah satu penyebab banyak orang mengalami bulimia.

Baca: Gangguan Kecemasan Sosial

Baca: Gangguan Kecemasan Umum

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Nama Penyakit Bulimia Nervosa
Penderita Sebagian besar wanita usia 16-40 tahun
Pengobatan Terapi perilaku kognitif (CBT), terapi interpersonal
   


Sumber :


1. www.halodoc.com


Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved