Anoreksia Nervosa

Penderita Anorexia akan selalu berusaha menurunkan berat badannya, meskipun berat badannya sudah di bawah normal.


zoom-inlihat foto
Anoreksia-Nervosa.jpg
Hello Sehat
Anoreksia Nervosa

Penderita Anorexia akan selalu berusaha menurunkan berat badannya, meskipun berat badannya sudah di bawah normal.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penderita Anorexia akan selalu berusaha menurunkan berat badannya, meskipun berat badannya sudah di bawah normal.

Gangguan ini membuat penderita memaksakan diri untuk menggunakan cara yang ekstrem. Misalnya, tidak makan seperti seharusnya, atau malah berolahraga terlalu intens.

Penderita memiliki persepsi yang salah mengenai berat badanya dan selalu berpikir bahwa dirinya gemuk, padahal kenyataannya kekurangan berat badan.

Penderita yang mengalami penyakit Anorexia memiliki ketakutan yang intens akan kenaikan berat badannya. 

Baca: Insomnia

Baca: Dehidrasi

Anggota keluarga mampu berperan penting mengatasi penyakit Anorexia
Anggota keluarga mampu berperan penting mengatasi penyakit Anorexia, dengan cara memperbaiki cara pandang penderita mengenai tubuh.

  • Gejala & Penyebab


Gejala

Penderita Anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala, anatar lain:

• Perubahan warna jari-jari menjadi kebiruan

• Penurunan berat badan yang ekstrem dan tidak sesuai dengan perkembangan

• Rambut yang menipis, patah, atau rontok

• Menstruasi terganggu (bagi wanita)

• Penampilan kurus berlebihan, hingga tulang terlihat menonjol

• Adanya rambut-rambut halus yang menutupi tubuh (lanugo)

• Dehidrasi

• Membatasi asupan makanan secara berlebihan

• Olahraga secara berlebihan

• Menyangkal rasa lapar dan menghindari makanan

• Makan dalam jumlah yang sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali

• Berbohong tentang apa yang dimakan, berapa jumlah makanan yang dimakan, kapan mulai makan, ataupun angka berat badan

• Selalu melihat diri di cermin untuk melihat kekurangan yang dirasakan

• Berkurangnya minat terhadap seks

• Adanya rasa sakit di perut dan konstipasi

• Menarik diri dari kehidupan sosial

• Mengecek berat badan berulang-ulang

• Insomnia

• Mudah marah

• Mudah lelah

Baca: Delusi (Gangguan Mental)

Baca: Halusinasi

Penyebab 

Tidak ada penyebab pasti dari penyakit Anoreksia, tapi ada beberapa pemicu yang mengakibatkan Anorexia.

Misalnya seperti perilaku yang selalu ingin terlihat sempurna, tuntutan dari lingkungan, maupun tren yang mempersepsikan bahwa tubuh kurus lebih baik.

Ilustrasi turun berat badan - berikut 10 cara turunkan berat badan tanpa olahraga.
Ilustrasi turun berat badan - berikut 10 cara turunkan berat badan tanpa olahraga. (RyanKing999)

  • Pengobatan


Penderita anorexia, sangat diajurkan untuk berkonsultasi ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya.

Penanganan penyakit anorexia biasanya dikombinasikan antara terapi, pengawasan untuk menaikkan berat badan, serta saran-saran diet yang benar.

Penyakit Anorexia dapat diatasi melalui terapi berbasis keluarga dan terapi individual.

Terapi berbasis keluarga cukup efektif untuk anak-anak dan remaja. Namun, jika penderita sudah dewasa, maka terapi individu akan lebih sesuai.

Terapi individu dapat membantu untuk menormalkan pola makan, meningkatkan perilaku menaikkan berat badan, serta memperbaiki cara pandang penderita mengenai tubuhnya.

Secara khusus cognitive behavioral therapy (CBT) pada terapi individu dapat membantu individu dewasa.

Namun, obat-obatan tidak dianjurkan untuk mengatasi penyakit Anoreksia. Berikut beberapa hal yang dapat membantu penderit Anoreksiaa:

• Jangan mengisolasi diri dan beritahukan kondisi kesehatan kepada orang-orang terdekat.

• Tetap mengikuti perawatan yang telah dilakukan.

• Tahan diri untuk tidak terus-menerus menimbang berat badan ataupun mengecek bentuk badan di depan cermin.

• Berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi mengenai diet serta suplemen yang dibutuhkan.

Keluarga, teman, dan lingkungan sekitar dapat membantu penderita dengan:

• Memberitahukan bahwa menjadi terlalu kurus bukan berarti menjadi lebih baik.

• Mendukung penderita untuk jujur mengenai perasaannya.

• Memberitahukan penderita bahwa kita tidak ingin dia menjadi sempurna karena kesempurnaan itu tidak ada.

• Menekankan pentingnya karakter penderita dan bukan fisiknya.

• Membantu membangun harga diri penderita.

• Mengajari penderita mengenai bahaya diet yang ekstrem.

  • Pencegahan


Anggota keluarga bisa berperan penting dengan membantu penderita menghargai tubuhnya dan tidak memiliki persepsi yang salah mengenai tubuhnya.

Anggota keluarga bisa mencegah penderita mengalami anorexia yang semakin parah dengan menghubungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya secepatnya jika sudah ada beberapa gejala yang tampak.

Namun, yang paling terpenting adalah kepekaan lingkungan di sekitar penderita untuk dapat mendeteksi kemungkinan individu mengalami anoreksia.

Baca: Gangguan Kecemasan Sosial

Baca: Depresi Postpartum

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Nama Penyakit Anorexia Nervosa
Pengobatan Terapi
Dokter Spesialis Gizi, Psikolog, Jiwa
   


Sumber :


1. www.sehatq.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved