Dalam pertemuan tersebut, AHY dan Jusuf Kalla membicarakan banyak hal.
Terutama tentang isu politik terkini hingga dualisme di tubuh Partai Demokrat.
Baca: SADIS! Pencurian Rumah Mewah di Kedoya, Maling Tega Bongkar Material di Dalamnya
Baca: Pendaftaran CPNS Dibuka April 2021, Pelamar Tak Perlu Unggah Ijazah hingga Surat Tanda Registrasi
"Kedatangan kami ke sini juga untuk memohon saran dan masukan terkait perkembangan dinamika ekonomi dan sosial-politik nasional saat ini," kata AHY dalam keterangan tertulis, Minggu malam.
AHY menuturkan, Partai Demokrat mempunyai hubungan sejarah yang erat dengan Kalla.
Pasalnya Kalla pernah mendampingi Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang waktu itu merupakan Presiden RI keenam.
Kalla pun menyinggung polemik dualisme yang terjadi di Partai Demokrat antara kepemimpinan AHY dengan kubu yang kontra dan telah menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum.
Baca: Modal Asal Pencet Nomor Brankas, Satpam Bawa Lari Rp 50 Juta, Habiskan Uang untuk Judi
Baca: Heboh Penemuan Bangkai yang Diduga Gajah Mina di Perairan Natuna Riau
Kalla meminta AHY dan seluruh kader Demokrat bersabar menghadapi permasalahan dualisme tersebut.
Kalla yang pernah menjadi Ketua Umum Golkar pun menceritakan partai berlambang beringin yang dipimpinnya dulu juga pernah mengalami dualisme.
Kalla pun mengapresiasi regenerasi politik yang telah dilakukan Partai Demokrat.
Menurut Kalla, Demokrat telah meregenerasi kader-kadernya yang kini menjabat sebagai pengurus partai dengan baik.
"Partai Demokrat sudah baik dalam memberi contoh tentang regenerasi di partai politik," tutur Kalla.
Simak berita lainnya tentang Yusuf Kalla dan AHY di sini
(TribunnewsWiki.com/SO/RAK, KompasTV/Kompas.com/Tatang Guritno)