Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito selaku Komdan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone (NWB) mengungkapkan pelaku yang belum tertangkap akan diberi kesempatan untuk melaporkan diri ke polisi.
“Tadi kami sudah bersepakat memberikan kesempatan kepada mereka untuk segera melaporkan sajalah daripada dicari juga enggak enak di sana, enggak enak di sini. Supaya juga masalahnya bisa selesai,” kata Bagus.
Sontak kasus ini langsung ditangani oleh Polda Gorontalo.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Akhmad Wiyagus dan Danrem 133/NW Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, MA langsung melakukan pertemuan membahas kasus ini.
Para pelaku pengeroyokan ini langsung diburu dan satu persatu mulai diringkus.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus Selasa (2/2/2021) mengatakan sudah lima pelaku diringkus.
Irjen Akhmad sudah menangkap 5 dari 12 pelaku.
Ada yang ditangkap saat lari ke gunung dan hutan.
"Pelaku harap menyerahkan diri karena kasus ini kita usut sampai tuntas," kata Akhmad.
Selain Polres Gorontalo Kota, penangkapan juga melibatkan Tim Intelrem 133/NW, dan Intel Yonif 715 R/MTL.
Salah satu pelaku bernama Rinto diringkus tim gabungan TNI-Polri saat melarikan diri diseputaran pegunungan Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo pada Selasa (2/2/2021).
Baca: Kaya Mendadak, Sopir Truk Temukan Mutiara Melo Langka Seharga Rp5 Miliar saat Makan Siput Laut
Sementara empat pelaku lainnya ditangkap di sejumlah lokasi berbeda.
Salah satu pelaku bernama Rinto diringkus tim gabungan TNI-Polri saat melarikan diri diseputaran pegunungan Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo pada Selasa (2/2/2021).
Dalam sebuah video penangkapan Rinto Sabua ini memperlihatkan anggota TNI-Polri berpakaian bebas menyusuri semak-semak yang cukup lebat.
Bos preman penguasa kawasan THM Tiara Queen Gorontaloini ini ditangkap saat korban pengeroyokannya masih kritis di RS.
Ternyata Rinto adalah otak pelaku pengeroyok anggota TNI Pratu MIR di Gorontalo,.
Saat ditangkap oleh petugas Rinto menangis meminta ampun dan tobat.
Pria gempal ini ditangkap petugas saat bersembunyi di semak-semak.
Rinto Sabua menangis dan ketakutan serta meminta agar dirinya tak dipukuli.
“Hei, Rinto!” hardik aparat dalam video tersebut.