Mantan Panglima TNI itu pun memberikan sindiran tentang loyalitas anak buah dalam sebuah partai.
Apabila pemimpin ingin anak buah tidak pergi dari partai, dia menyarankan mereka agar dijaga agar tak bisa bergerak.
"Ya kalau anak buahnya tidak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali ya," katanya.
Ia memberikan tanggapan tentang masalah pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang disebut datang dari luar atas arahan dirinya.
Baca: AHY Kirim Surat ke Jokowi Soal Dugaan Makar di Partai Demokrat yang Melibatkan Petinggi Pemerintah
Menurut Moeldoko, istilah kudeta lebih tepat jika terjadi dari dalam partai itu sendiri.
"Kalau ada istilah kudeta itu adalah dari dalam. Masa kudeta dari luar," ungkap Moeldoko.
Isu makar dalam Partai Demokrat awalnya dibeberkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers Senin siang.
AHY menuturkan, dari beberapa kesaksian dugaan gerakan makar ini juga melibatkan orang-orang dalam pemerintahan Jokowi.
“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, Gerakan ini (makar) melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkar kekuasaan terdekat presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021).
(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Achmad Nasrudin Yahya)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud MD Bantah Restui Moeldoko Mengkudeta Kekuasaan AHY di Demokrat"