Dikabarkan Restui Upaya Moeldoko Mengkudeta AHY di Demokrat, Mahfud MD: Terpikir Saja Tidak

Mahfud MD menyangkal kabar dirinya merestui upaya pengambilalihan kekuasaan


zoom-inlihat foto
mahfud-md-meyebut-jika-benny-wenda-berusaha-membuat-negara-ilusi.jpg
Tangkap Layar YouTube Kompas TV
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam konderensi pers pada Kamis (3/12/2020). Pada Selasa, (2/2/2021), Mahfud menanggapi kabar dirinya merestui upaya pengambilalihan kekuasaan di Partrai Demokrat.


"Poinnya yang pertama, jangan dikit-dikit Istana. Dalam hal ini ya, saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini," tutur Moeldoko.

Pria kelahiran Kediri ini menegaskan bahwa Presiden Jokowi tak terlibat sama sekali dalam masalah ini.

“Sebab beliau dalam hal ini tak tahu sama sekali. Tak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam masalah ini. Itu urusan saya, Moeldoko ini bukan sebagai (Kepala) KSP," katanya.

2. Berawal dari foto bersama

Moeldoko menceritakan awal mula ia dituding sebagai salah satu yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.

Menurut dia tudingan itu mungkin berawal dari sejumlah foto dirinya bersama sejumlah orang.

Baca: Mengaku Cinta Partai Demokrat, Moeldoko: Jangan Kaitkan dengan Istana dan Presiden, Ini Urusan Saya

Tapi dia tidak menjelaskan secara rinci foto yang dimaksud begitu pula orang-orang dalam foto tersebut.

Namun dia menegaskan bahwa orang-orang tersebut datang kepadanya dan menceritakan persoalan di Partai Demokrat.

"Mungkin dasarnya foto-foto. Ya orang ada dari Indonesia timur, ada dari mana-mana kan datang ke sini mungkin pengen foto sama saya. Ya saya terima saja. Apa susahnya," ujar Moeldoko.

"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian. Beberapa kali banyak tamu berdatangan dan saya orang yang terbuka.

Saya mantan panglima TNI tapi saya tidak memiliki batas dengan siapa pun. Apalagi, di rumah ini mau datang terbuka 24 jam," papar dia.

Moeldoko mengatakan ada sejumlah orang datang secara bergelombang.

Ia menerima para tamu tersebut tetapi menyebut tidak tahu perihal maksud kedatangan mereka.

Baca: AHY Tuding Orang Istana Ingin Kudeta Partai Demokrat, Andi Arief Blak-blakan Sebut Nama Moeldoko

"Berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga enggak mengerti. Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena memang saya suka pertanian," tutur dia.

"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi. Ya saya dengarkan saja," ucap Moeldoko.

Ia mengaku banyak mendengarkan penuturan para tamu.

3. Sindiran kepada pemimpin

Mengakhiri keterangan pers, Moeldoko menyampaikan saran kepada petinggi Partai Demokrat.

Menurutnya, seorang pemimpin partai harus menjadi pribadi yang kuat.

“Saran saya, jadi seorang pemimpin harus pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan (terbawa perasaan). Jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya,” tegas Moeldoko.





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved