AHY Kirim Surat ke Jokowi Soal Dugaan Makar di Partai Demokrat yang Melibatkan Petinggi Pemerintah

"Gerakan ini (makar) melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkar kekuasaan terdekat presiden Joko Widodo"


zoom-inlihat foto
ketua-umum-partai-demokrat-agus-harimurti-yudhoyono-ahy.jpg
instagram.com/agusyudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait dugaan makar di tubuh Partai Demokrat yang melibatkan pejabat tinggi pemerintahan saat ini.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

Bukan tanpa alasan, surat ini dikirimkan setelah adanya kabar dugaan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat secara paksa atau makar.

AHY menyebut surat ini dikirimkan untuk meminta klarifikasi dari Jokowi.

Sebab dari beberapa kesaksian dugaan gerakan makar ini juga melibatkan orang-orang dalam pemerintahan Jokowi.

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, Gerakan ini (makar) melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkar kekuasaan terdekat presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021).

Baca: Video Viral Balap Liar di Jember, Berisi Rekaman Pembalap Tabrak Ibu, Anak dan Pengendara Motor Lain

Baca: Mayat Pria Ditemukan Terikat di Geladak Kapal yang Tenggelam, Apa yang Terjadi?

ILUSTRASI - Agus Harimurti Yudhoyono memberikan sambutan usai pengukuhan Kogasma di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018). SBY mengukuhkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019.
ILUSTRASI - Agus Harimurti Yudhoyono memberikan sambutan usai pengukuhan Kogasma di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018). SBY mengukuhkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Dalam keterangannya, putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan jika gerakan ini mendapatkan dukungan dari pejabat penting pemerintahan.

“Gerakan ini juga dikatakan telah mendapatkan dukungan menteri dan pejabat penting di pemerintahan Joko Widodo,” lanjut AHY.

Akan tetapi pihaknya tetep mengedepankan asaz praduga tak bersalah.

“Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedapankan asaz praduga tak bersalah presumption of innoncence dalam permasalahan ini,” kata dia

"Karena itu tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepda yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfimasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan," sambungnya.

Baca: Aktris Tersanjung Soraya Abdullah Meninggal Dunia Karena Covid-19

Baca: Jokowi Beri Empat Pesan untuk Bank Syariah Indonesia: Umat Non Muslim Berhak Jadi Nasabah

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) bagi kader Partai Demokrat secara virtual pada Jumat (25/9/2020).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) bagi kader Partai Demokrat secara virtual pada Jumat (25/9/2020). (instagram.com/agusyudhoyono)

AHY menjelaskan tentang gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kepemimpinan partai Demokrat secara inskonitusional ini.

Sebab menurut dia hal ini juga dapat terjadi pada partai lainnya pula.

Dia menceritakan awalnya gerakan tersebut hanya gerakan kecil yang merupakan masalah internal Partai Demokrat.

Para saksi yang mendengar berita tentang rencana yang disampaikan untuk menggulingkan kepemimpinan Partai Demokrat.

Namun Partai Demokrat mulai melihatnya menjadi masalah serius ketika mendapatkan informasi tentang adanya pihak eksternal yang merupakan pejabat di pemerintahan Jokowi ikut terlibat.

Baca: Peluncuran PT Bank Syariah Indonesia Tbk Disambut Baik Presiden Jokowi

Baca: Viral Nenek Diarak Warga setelah Copet Rp 100 Ribu, Berakhir Tak Ditahan Polisi karena Ini

Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan apa saja yang dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2019).
Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan apa saja yang dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2019). (Biro Pers Istana Kepresidenan/Rusman)

“Awalnya kami tidak begitu percaya ketika para pelapor menyebut tokoh yang berencana mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat itu.

Yang menyediakan posisi yang sedang ia emban saat ini dan faktor latar belakangnya,” jelas AHY.

AHY menuturkan, gerakan dugaan makar ini digunakan untuk kendaraan politik orang yang bersangkutan dalam pemilu 2024.

“Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketua Umum Partai Demokrat tersebut dilakukan melalui telepon maupun pertemuan langsung.

Dalam komunukasi mereka pengambilalihan posisi paksa Ketua Umum Partai Demokrat akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden pada pemilu 2024 mendatang,” kata putra sulung SBY tersebut.

AHY indikator bahwa Partai Demokrat akan mengambil sikap tegas pada permasalahan ini.

Baca: Penuhi Panggilan Polisi, Abu Janda Datangi Bareskrim Polri Tanpa Lewat Pintu Utama

Baca: VIRAL Video Pria Petugas ATM Dikeroyok 3 Tukang Parkir Hanya Karena Tak Membayar Uang Parkiran

(Tribunnewswiki.com/SO)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved