Pandemi Covid-19 Picu Krisis Ekonomi Global, PBB Sebut yang Terparah Selama Hampir Satu Abad

Kendati alami krisis global, Sekjen PBB yakin 2021 bisa jadi momentum untuk lebih baik.


zoom-inlihat foto
sekretaris-jenderal-sekjen-pbb-antonio-guterres.jpg
AFP/MICHAEL TEWELDE
ILUSTRASI Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres ketika memberikan pidato dalam konferensi pers pada KTT Uni Afrika ke-33, 8 Februari 2020 di Addis Ababa.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Covid-19 telah memicu krisis ekonomi global.

Diberitakan Kontan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan krisis ekonomi kali ini adalah yang terburuk dalam hampir satu abad.

"Lebih dari 2 juta orang telah meninggal (akibat Covid-19), dan kita berada dalam krisis ekonomi terburuk selama hampir satu abad," katanya, Senin (25/1/2021), dalam KTT Forum Ekonomi Dunia atau Davos.

Kendati demikian, Guterres optimis dunia memiliki peluang pada 2021.

Tahun ini, menurutnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemulihan dari pandemi, beralih dari kerapuhan menuju ketahanan.

“Pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, dan masyarakat sipil perlu bekerjasama,” ujar dia, seperti dikutip TASS.

"Pada 2021, kita harus mengatasi kerapuhan ini dan menempatkan dunia di jalur yang benar".

Baca: Angka Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta Kasus, Rumah Sakit di Jabodetabek Mulai Kolaps

Baca: Pandemi Covid-19 Brasil Gawat: Petugas Medis Terpaksa Cabut Oksigen dari Pasien demi Pasien Lain

FOTO: Sekretaris Jenderal PBB António Guterres saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-75 pada 22 September 2020 di New York.
FOTO: Sekretaris Jenderal PBB António Guterres saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-75 pada 22 September 2020 di New York. (Eskinder DEBEBE / UNITED NATIONS / AFP)

WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Bukan yang Terbesar

Pandemi Covid-19 kian memprihatinkan di seluruh dunia.

Jumlah kasus terus bertambah dari hari ke hari.

Kendati demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pandemi Covid-19 bukan yang terbesar, seperti diberitakan DailyStar.

Pada akhir 2020, Kepala Program Darurat WHO, Dr Mark Ryan, mengatakan penyakit baru yang "muncul" mungkin terbukti memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada Covid-19.

Namun, dia tidak mengatakan seberapa menular penyakit di masa depan ini.

Dia berkata: "Pandemi ini telah sangat parah, telah menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat dan telah mempengaruhi setiap sudut planet ini - tetapi ini belum tentu yang besar.

"Virus ini sangat mudah menular dan membunuh orang dan telah merampas begitu banyak orang yang dicintai tetapi kasus kematian saat ini cukup rendah dibandingkan dengan penyakit lain yang muncul.

Baca: 2 Hari Tak Bisa Dapat Rumah Sakit Rujukan, Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan Meninggal Dunia

Baca: Viral Video Mesum Pasien Covid-19 Lakukan Hal Tak Senonoh di Ruang Isolasi RSUD Dompu NTB

ILUSTRASI Covid yang kian parah --- Foto udara yang diambil pada 16 Januari 2021 ini menunjukkan fasilitas karantina terpusat yang sedang dibangun, di mana orang-orang yang berisiko tertular virus korona Covid-19 akan dibawa ke karantina di Shijiazhuang, di Provinsi Hebei Utara setelah provinsi tersebut menyatakan
ILUSTRASI Covid yang kian parah --- Foto udara yang diambil pada 16 Januari 2021 ini menunjukkan fasilitas karantina terpusat yang sedang dibangun, di mana orang-orang yang berisiko tertular virus korona Covid-19 akan dibawa ke karantina di Shijiazhuang, di Provinsi Hebei Utara setelah provinsi tersebut menyatakan "keadaan darurat". (STR / CNS / AFP) / China OUT)

"Ini adalah seruan untuk bangun, kami sekarang belajar bagaimana melakukan sesuatu dengan lebih baik. Bagaimana melakukan sains dengan lebih baik, bagaimana melakukan logistik dengan lebih baik, bagaimana melakukan pelatihan dengan lebih baik, bagaimana melakukan tata kelola yang lebih baik, bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik."

Pengalaman kami menangani virus corona harus ditinjau dan diperhatikan agar dunia siap menghadapi pandemi berikutnya, tambahnya.

Dia berkata: "Ancaman ini akan terus berlanjut, jika ada satu hal yang perlu kita ambil dari pandemi ini, dari semua tragedi dan kehilangan, adalah kita perlu bertindak bersama."

"Kami perlu bersiap untuk sesuatu yang mungkin lebih parah di masa depan."

Baca: Hampir Setahun Pandemi Corona Serang Dunia, 11 Negara Ini Ternyata Bebas dari Infeksi Covid-19 

Baca: WHO Perkirakan Pandemi Virus Corona di 2021 Bakal Lebih Buruk

Seorang pasien tiba di Rumah Sakit 28 de Agosto di Manaus, Negara Bagian Amazon, Brasil, pada 14 Januari 2021, di tengah pandemi virus corona baru, COVID-19. Manaus menghadapi kekurangan pasokan oksigen dan tempat tidur karena kota tersebut telah dibanjiri oleh lonjakan kedua dalam kasus COVID-19 dan kematian.
Seorang pasien tiba di Rumah Sakit 28 de Agosto di Manaus, Negara Bagian Amazon, Brasil, pada 14 Januari 2021, di tengah pandemi virus corona baru, COVID-19. Manaus menghadapi kekurangan pasokan oksigen dan tempat tidur karena kota tersebut telah dibanjiri oleh lonjakan kedua dalam kasus COVID-19 dan kematian. (Michael DANTAS / AFP)

Berbicara tentang kewajiban kepada mereka yang telah meninggal karena virus, Dr Ryan berkata kita harus, "menghormati orang-orang yang telah hilang dengan menjadi lebih baik dalam hal-hal yang kita lakukan setiap hari".





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved